Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #225#


__ADS_3

Veronica yang sudah siap untuk pergi ke kantor, dia menunggu Fabian yang belum selesai mandi.


"Astaga, kenapa sampai harus seperti ini yaa. Sangat menyesatkan sekali aku berada di satu Apartemen bersama dengan mantan kekasih dan juga pemimpin di perusahaan ku."


Veronica menikmati segelas teh hangat dan Fabian sudah siap dengan kemeja putih nya.


Melihat penampilan Fabian, Veronica merasa ada kurang dia pun masuk ke dalam kamar nya dan memberikan jas hitam kepada Fabian.


"Pakaian Jas ini kamu meninggalkan dua jas untuk ku."


Fabian pun memakai jas nya dan dia merasa kembali perhatian yang di berikan oleh Veronica kepada nya.


"Kamu jangan berpikiran berlebih-lebihan yaa, ingat kamu yang sudah mempunyai istri dan aku sebisa mungkin harus mencari lelaki yang single yaa."


Veronica pun mengambil tas nya dan Fabian berjalan di belakang nya, Veronica membalikkan badannya.


"Apakah kita akan pergi bersama ke kantor,? apakah itu tidak membuat dampak kecurigaan? untuk Aliyaa yang sangat membenci ku ini."


Fabian merasa tidak peduli dia langsung menarik tangan Veronica menuju ke dalam mobil nya, Veronica pun duduk di kursi paling depan.


Ketika mau mengendarai mobil nya, Fabian mengeluarkan handphone nya dan ternyata ada pesan masuk dari Rendy.


Fabian langsung membaca dan tidak perlu waktu lama untuk membalas nya.


*Aku sekarang akan mengundurkan diri dari Perusahaan Miranda dan setelah selesai aku akan datang ke perusahaan mu*


Fabian pun langsung menyalakan mesin mobil nya, dia terlihat begitu sangat emosional sekali.

__ADS_1


"Fabian Putra, kamu jangan cepat-cepat seperti ini. Aku takut yaa, jika kamu ingin mengakhiri hidup mu jangan bawa aku."


Fabian merasa tidak peduli dengan perkataan Veronica dia ingin secepatnya sampai di kantor dan tanpa Fabian mengetahui nya ternyata Aliyaa datang ke kantor untuk membantu pekerjaan Mama nya.


Aliya dan Miranda baru saja turun dari mobil dan tidak lama kemudian Mobil Fabian yang datang.


Veronica begitu sangat terkejut sekali ketika dia melihat Aliyaa dan Miranda yang membalikkan badannya melihat kedatangan Fabian yang kembali ke kantor.


"Bukan kah itu Fabian, ahhhhh syukurlah dia kembali ke kantor."


Aliya memperhatikan dengan jelas dia seperti melihat ada seorang di sebelah Fabian.


"Fabian, bagaimana ini lihat lah mereka berdua yang terus melihat ke arah mobil ini dan aku yang ada bersama dengan mu di sini."


Veronica terlihat sangat panik sekali dan Fabian merasa ini adalah waktu nya dia untuk membalas kan rasa sakit hati nya kepada Aliyaa.


Fabian turun dari mobil nya dan begitu juga dengan Veronica, Aliyaa yang melihat Fabian bersama dengan Veronica dia lebih menghampiri mereka berdua.


Veronica seketika langsung terdiam ketika Aliyaa yang dengan wajah emosional nya.


"Oh, jadi ini kah jawaban kamu yang tidak masuk ke kantor dan lebih memilih keluar dari rumah ternyata dengan wanita penggoda ini."


Miranda pun langsung berlari menghampiri mereka bertiga.


"Saya di ajak Pak Fabian untuk pergi ke kantor, karena dia merasa kasihan saya yang pergi ke kantor menggunakan kendaraan umum."


Aliya tersenyum manis ketika mendengar perkataan dari Veronica.

__ADS_1


"Dan setelah kamu berbicara seperti itu aku langsung bisa percaya dengan kamu,? tidak semudah itu."


Miranda mencoba untuk menenangkan hati Aliya.


"Maaf yaa Bu Aliyaa, saya bukan wanita penggoda. Saya tidak mempunyai perasaan sedikit pun terhadap suami itu karena sebelum dengan ibu saya sudah pernah bersama dengan nya. Permisi saya mau bekerja yaa."


Veronica pun langsung memilih untuk masuk ke dalam kantor dan Aliya dan Miranda pun seketika diam ketika mendengar perkataan Veronica.


"Veronica Leticia dia adalah mantan kekasih ku selama 3 tahun di SMA, dan kedatangan aku ke sini untuk melakukan pengunduran diri sebagai asisten pribadi di perusahaan ini."


Miranda merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Fabian yang memilih untuk keluar dari perusahaan ini.


"Saya tidak mau hanya di manfaatkan sebagai robot, saya yang menanggung jawab perusahaan ini tapi kenapa bukan saya yang menjadi CEO di perusahaan ini maka dari itu saya memilih untuk keluar dari perusahaan."


Fabian pun memilih untuk masuk ke dalam kantor untuk membuat surat pengunduran diri nya dan Aliya pun tiba-tiba saja berteriak-teriak kencang kepada Fabian.


"Apakah kamu melakukan ini demi untuk bisa bersama dengan mantan kekasih mu itu,? kamu benar-benar tidak tahu diri dengan apa yang sudah kita berikan kepada kehidupan mu."


Fabian merasa sangat emosional sekali dengan perkataan Aliyaa dan dia pun memilih untuk kembali menghampiri mereka berdua.


"Sudah cukup Aliyaa dengan perkataan mu yang selalu menyudutkan aku, hanya untuk menutupi kelakuan mu yang bertemu dengan Dokter El-Rivan secara diam-diam tanpa sepengetahuan suami mu. Aku mengetahui semuanya Aliyaa dan aku merasa sangat kecewa sekali dengan mu."


Fabian pun langsung pergi setelah mengatakan hal tersebut kepada Aliyaa.


"Aliya apa maksud dari perkataan Fabian,? kamu mempunyai hubungan dengan Dokter El-Rivan bukan kah dia adalah Dokter Specialis yang menangani penyakit mu dulu."


Aliya merasa tidak bisa menjawab pertanyaan dari Mama dia memilih untuk pergi begitu saja tanpa memberikan alasan terhadap Mama nya.

__ADS_1


__ADS_2