Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *202*


__ADS_3

Aliya menuju ke rumah sakit dia ingin bertemu dengan Rendy dan berharap Rendy yang belum pulang dari Rumah Sakit.


"Di saat aku bertemu dengan Rendy, aku harus bisa menjaga cara bicara ku dengan nya sedikit demi sedikit aku harus bisa mengingat kan Rendy tentang Siska."


Aliya mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan setelah tadi bertemu dengan Veronica, dia tidak mau mencampur perasaan nya.


"Tadi aku sudah terbawa emosi oleh sikap Veronica, aku tidak boleh terlihat marah di hadapan Tante Kania dan kenapa yaa Veronica itu tidak berkerja di perusahaan Tante Kania saja."


Akhirnya Aliyaa sampai di Rumah Sakit, padahal tadi siang dia pun sedang berada di rumah sakit untuk program kehamilan tapi dia tidak ingat jika ada Rendy di rumah sakit itu.


Aliya berjalan menuju ke ruangan Rendy dan dia pun mengetuk pintu di bukankan oleh Kania.


"Aku ingin melihat kondisi Rendy sekarang bagaimana,? apakah dia sudah sehat kembali."


Kania membuka lebar pintu tersebut dan Aliya pun masuk ke dalam, Rendy tersenyum manis melihat kehadiran Aliyaa.


"Rendy, apakah kamu sudah membaik? kamu mengenal ku tidak?."


Aliya mendekati Rendy dan Kania pun mulai merasa was-was dengan kehadiran Aliyaa.


"Aku pasti ingat kamu Aliyaa dan aku baru tahu jika kamu yang sudah menikah dengan Fabian dari Mama mu selamat yaa Aliyaaaa."


Aliya pun hanya tersenyum ketika mendengar hal tersebut.


"Dan apakah kamu masih mengingat Siska,? teman baik ku yang wajahnya sangat imut sekali itu?."

__ADS_1


Kania sudah menduga jika kedatangan Aliyaa hanya ingin membuat Rendy mengingat kembali masa lalu nya bersama dengan Siska.


"Ya, aku ingat Siska dia yang selalu setia menemani kamu di saat kamu sedang sakit di Rumah Sakit. Lalu bagaimana kabar Siska sekarang? apakah di baik-baik saja?."


Aliya merasa ini adalah kesempatan nya untuk memberitahu Rendy tentang apa yang terjadi dengan Siska.


"Siska sekarang sedang hamil, tapi kasihan sekali dia tidak mendapatkan pertanggung jawaban dari lelaki nya dan membuat Siska yang harus mengakhiri kuliah nya di usir oleh keluarga dan sekarang dia bekerja untuk membutuhkan keseharian nya."


Aliya langsung membalikkan badannya dan melihat ekpresi wajah Kania yang ketika mengetahui jika Siska yang sedang hamil anak Rendy.


Kania terlihat begitu sangat cemas sekali karena ternyata Siska yang sedang hamil, Rendy merasa sangat kecewa sekali ketika dia harus mendengar jika Siska yang sudah hamil.


"Kasihan sekali Siska, bagaimana jika asupan nutrisi dan gizi yang di konsumsi kurang. Padahal dia yang sedang hamil butuh asupan nutrisi yang cukup untuk perkembangan janin yang ada di kandungan nya itu."


Kania seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Aliyaa, karena bagaimana pun juga anak itu adalah cucu nya walaupun tidak di inginkan oleh nya.


Rendy terlihat sangat sedih sekali ketika mendengar cerita tentang Siska.


"Kamu pasti merasa sangat sedih sekali kan,? mendengar cerita tentang Siska. Bagaimana jika nanti kalau kamu sudah sembuh kamu membelikan Siska makanan dan buah-buahan dan juga susu hamil yang terbaik."


Kania memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dia merasa tidak kuat untuk mendengarkan kenyataan semuanya.


Kania pergi ke tempat yang sepi dia pun mengingat dengan rencana jahatnya terhadap Siska.


"Apakah aku harus melakukan rencana ku yang dulu, tapi sekarang kondisi Rendy yang sedang seperti ini. Rendy yang tidak mengingat jika dia yang membuat Siska hamil tapi aku tidak harus mudah untuk percaya dengan kehamilan itu bisa saja dia hamil anak orang lain bukan Rendy."

__ADS_1


Kania berencana untuk melakukan tes DNA jika Rendy sudah mulai sadar.


"Tidak semudah itu bisa menjadi bagian keluarga ku, harus ada tes DNA. Karena aku tidak menginginkan seorang cucu dari wanita seperti dia."


Kania merasa tidak rela jika Rendy harus bersama dengan Siska.


Melihat Kania yang pergi ke luar, Aliyaa pun memberikan alamat Restoran Om Irfan kepada Rendy.


"Kamu pasti mengingat dengan alamat ini,? Siska bekerja di sana dan mungkin juga kamu mengingat dengan Om Irfan pemilik Restoran tersebut. Kita yang sering pergi ke Restoran itu."


Rendy mengambil alamat tersebut yang di tulis di kertas kartu nama milik Restoran Irfan.


"Om Irfan,? aku pernah mendengar nama itu dan merasa tidak asing dengan nama itu."


Rendy pun mulai terdiam dan seperti memikirkan nama tersebut, Aliyaa berharap jika Rendy yang sering bertemu dengan Siska maka ingatan nya akan kembali normal.


"Nanti jika kamu sudah sehat, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan mu yaa. Kita kumpul bersama di Restoran itu karena ada Siska di sana yang menunggu kedatangan mu."


Rendy merasa tidak mengerti dengan Aliyaa, sudah jelas dia mengatakan jika Siska itu yang sudah hamil tapi kenapa Aliyaa seperti menyuruh nya untuk mendekati Siska.


"Baiklah, seperti nya besok aku sudah di perbolehkan untuk pulang. Aku merasa sudah membaik dan kepala ku sudah tidak terlalu sakit."


Aliya pun merasa sudah cukup untuk mengatakan tentang Siska kepada Rendy.


"Yasudah Rendy, aku pulang dulu yaa. Karena ada suami ku yang menunggu kedatangan ku di rumah."

__ADS_1


Aliya pun keluar dari ruangan Rendy dan dia melihat tidak ada Kania di kursi untuk menunggu.


__ADS_2