
Rendy memegang tangan Siska dia seperti ingin meyakinkan Siska jika cinta nya bukan main-main bersama nya.
"Rendy kamu tidak perlu berpikir sejauh itu, karena tidak mungkin kamu mampu untuk hidup sederhana seperti keluarga ku."
Siska melepaskan genggaman erat tangan Rendy.
"Kita lihat saja bulan depan, aku berharap besar jika kamu itu hamil agar aku bisa menikah dengan mu."
Siska pun seketika langsung memukul Rendy karena ucapan nya, Rendy hanya bisa tersenyum sambil menahan rasa sakit.
Ketika Rendy dan Siska yang sedang membicarakan tentang hubungan mereka berdua.
Fabian terdiam memikirkan penyakit Aliyaa, Fabian merasa tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.
"Kenapa harus seperti ini, kenapa Aliyaa harus mengalami penyakit seperti ini di saat aku yang berharap besar ingin segera mendapatkan keturunan dari Aliyaa."
Fabian meluapkan kekesalannya dengan berteriak-teriak kencang dan ada seorang yang menepuk pundak nya.
Fabian seketika langsung membalikkan badannya dan ternyata itu adalah Ayah nya.
__ADS_1
"Ayah,? bukan kah seharusnya Ayah sudah pulang ke rumah."
Dokter Putra menarik tangan Fabian untuk bisa duduk bersama.
"Ayah tidak mungkin membiarkan putri Ayah yang sedang berada di ruangan operasi dan Ayah pergi begitu saja."
Fabian pun merasa jika Ayah nya yang sudah mengetahui tentang penyakit Aliyaa.
"Ayah sudah mengetahui semuanya,? kenapa Ayah tidak mau memberitahu aku Ayah dan aku merasa sangat kecewa sekali ketika Aliyaa yang lebih memilih Rendy untuk menyiapkan Dokter, Rumah Sakit dan Administrasi untuk Aliyaa apa karena Rendy seorang pengusaha sukses yang banyak uang."
Dokter Putra menepuk-nepuk pundak Fabian dia melihat Fabian yang masih merasa emosional sekali.
Fabian masih saja terdiam seperti belum bisa menerima kenyataan ini.
"Bukan kamu yang sangat menginginkan anak dan anak dan membuat Aliyaa merasa terbebani sekali. Apalagi posisi Aliyaa yang sekarang sedang berjuang untuk melawan penyakitnya."
Dokter Putra memegang tangan Fabian dengan sangat erat sekali.
"Berikan Aliyaa semangat, jangan pernah membahas tentang kehamilan atau membicarakan tentang anak. Hargai perasaan isteri mu. Jika sudah saatnya kamu pun kalian berdua pasti di berikan kepercayaan untuk bisa menjadi seorang orang tua."
__ADS_1
Dokter Putra melihat jam di handphone nya.
"Pergilah Aliya sekarang sedang melakukan operasi, simpan semua emosional terhadap Rendy."
Dokter Putra meniggalkan Fabian sendirian di kursi taman Rumah Sakit. Dan Fabian pun berjalan menuju ke ruangan Aliyaa.
Fabian melihat Aliyaa yang mau masuk ke ruangan operasi.
"Kamu harus sehat kembali Aliyaa, kamu harus kuat."
Fabian pun menghampiri ruangan tunggu dan Rendy lebih memilih untuk menjauhi Fabian lebih mendekati Miranda bersama dengan Siska.
"Kita sekarang berdoa yaa Tante semoga operasi nya berjalan dengan lancar dan Aliya sehat kembali."
Miranda pun tersenyum manis ketika mendengar perkataan dari Siska, Miranda memperhatikan Fabian yang seperti sangat kecewa sekali.
Awalnya Miranda merasa sangat ketakutan sekali jika hubungan rumah tangga Aliyaa retak karena kehadiran orang ketiga.
Sekarang Miranda berpikir jika Fabian akan berubah sikap nya kepada Aliyaa karena kondisi Aliyaa sekarang.
__ADS_1
Miranda tidak ingin semuanya sampai terjadi, Miranda pun akan melakukan apapun yang terbaik untuk Aliyaa.