
Aliya melihat wajah Siska yang sangat tegang sekali, dia pun memegang tangan Siska yang terasa sangat dingin sekali.
"Sudahlah jangan seperti ini semua akan baik-baik saja kok."
Setelah menunggu beberapa jam dan akhirnya nama Siska pun di panggil.
"Siska apakah kamu ingin masuk bersama dengan Rendy,? biarkan aku yang memanggil nya."
Siska menggelengkan kepalanya berkali-kali dia langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan bertemu dengan Dokter El-Rivan.
"Siska Aurora, kamu itu sahabat nya Aliyaa Mutiara kan."
Aliya pun masuk ke dalam ruangan tersebut dan Dokter El-Rivan semakin terkejut sekali ketika melihat kedatangan Aliyaa.
"Oh, Aliyaa kamu pun datang untuk mendampingi Siska,?"
Aliya tersenyum dan duduk ketika Siska yang mulai melakukan USG. Dokter El-Rivan tersenyum manis kepada Siska dan membuat Siska yang semakin binggung.
"Kenapa Dokter senyum,? ada apa dengan kondisi bayi ku."
__ADS_1
Dokter El-Rivan pun memastikan kembali hasil USG nya dan dia menyuruh Siska untuk duduk.
"Saya sangat terkejut sekali dengan hasil USG ini yaa, di usia 16 Minggu. Jenis kelamin laki-laki dan ternyata terdapat dua janin di dalam kandungan mu ini."
Siska dan Aliya pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan tersebut, dan Aliya pun langsung keluar dari ruangan tersebut dia mencari Rendy.
Aliya langsung menarik tangan Rendy agar bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Dokter El-Rivan bilang, Siska sekarang sedang mengandung bayi kembar dan berjenis kelamin laki-laki."
Dokter El-Rivan merasa tidak mengerti dengan apa yang di lakukan oleh Aliyaa kepada Rendy.
"Apakah dia adalah ayah dari bayi yang sedang di kandung Siska,?"
"Hmmmmm, Dokter saya ingin lebih cepat yaa untuk langsung diresepkan obat dan vitamin untuk saya karena saya yang akan bekerja."
Dokter El-Rivan pun langsung memberikan resep obat nya dan Siska pun memilih untuk pergi.
"Rendy, kamu antarkan Siska langsung ke Restoran Om Irfan yaa. Aku ingin berkonsultasi dengan Dokter El-Rivan karena aku melihat jika Siska adalah pasien terakhir."
__ADS_1
Rendy yang merasa hawatir dengan Siska dia pun langsung menghampiri Siska ketika Siska yang sedang menunggu obat dan vitamin untuk nya.
Rendy pun merasa tidak berani semakin mendekati Siska, apalagi pertanyaan dari Dokter El-Rivan.
"Seperti nya Siska merasa sangat terganggu sekali dengan pertanyaan Dokter El-Rivan, kasihan sekali Siska.
Siska memperhatikan Randy yang sedang menunggu nya, dan dia pun langsung menghampiri Rendy ketika selesai mengambil obat dari Apoteker.
"Rendy aku sudah selesai, ayo kita pergi sekarang."
Melihat Siska yang berjalan dengan sangat cepat membuat Rendy menyentuh tangan Siska dan menggenggam nya.
"Pelan-pelan yaa jalan nya jangan cepat-cepat, kasihan ada dua jagoan di dalam perut mu ini."
Rendy menggenggam erat tangan Siska sampai di depan mobil nya dan dia pun membuka pintu depan.
"Di depan yaa duduk nya, agar lebih nyaman dan aman dengan sabuk pengaman."
Siska merasakan perhatian yang di berikan oleh Rendy kepada begitu sangat tulus sekali sehingga dia merasa sangat bahagia sekali.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Rendy atas perhatian yang sudah kamu berikan terhadap ku ini."
Rendy hanya bisa tersenyum saja kepada Siska.