
Bianca mencoba untuk bertemu dengan Rendy dan dia juga yang ingin bertemu dengan Fabian.
Bianca begitu sangat bersemangat sekali ketika dia yang akan bertemu dengan dua orang lelaki tersebut.
Fabian dan Rendy mereka terlihat sedang mengobrol di ruangan Fabian dan Bianca pun mendengar nya.
Dia pun langsung memilih untuk mengetuk pintu tersebut dan Rendy membukakan nya.
"Bianca, ada apa kamu ke sini ? apakah untuk membicarakan tentang pernikahan kita di bulan depan."
Bianca mendorong tubuh Rendy sehingga dia bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Persilakan aku untuk masuk dan berbicara dengan kamu Rendy, di saat Mama mu yang tidak ada di sini."
Bianca pun memilih untuk duduk di sofa sedangkan Fabian berdiri dari kursinya.
__ADS_1
"Seperti nya aku harus keluar dari ruangan ini yaa, karena kalian berdua pasti ingin berbicara berdua saja."
Ketika Fabian hendak pergi, Bianca pun berteriak kencang kepada Fabian.
"Tidak kamu jangan pergi dan tetap di sini bersama dengan kita berdua."
Melihat sikap Bianca Rendy merasa jika Bianca yang mempunyai perasaan terhadap Fabian.
Rendy pun langsung menarik tangan Fabian agar duduk bersama dengan mereka berdua.
"Rendy, aku sudah mengetahui semuanya. Jika kamu yang sudah mempunyai kekasih yang sedang hamil bayi kembar."
"Siska sudah melahirkan kemarin dan aku sekarang sudah menjadi seorang Ayah, jika kamu mau menikah dengan ku itu tandanya kamu menikah dengan lelaki yang sudah memiliki anak."
Fabian merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Rendy, dan dia pun berpikir apakah ingatan Rendy yang sudah kembali.
__ADS_1
"Dan apa yang ingin kamu lakukan kepada kekasih mu itu,? apakah kamu akan menikah dengan nya ? karena aku tidak mau menikah dengan lelaki yang sudah memiliki anak. Kecuali yang memang sudah menduda tapi aku tidak mau mengurus anak orang lain."
Rendy merasa pembicaraan semakin menarik dengan Bianca, dia ingin sekali mengetahui apa yang akan di rencanakan oleh Bianca.
"Aku sudah mengatakan kepada Tante Kania, jika aku yang tidak bisa memberikan keturunan untuk nya karena aku yang masih harus menjaga tubuh ideal ku dengan alasan menjadi brand ambassador produk kecantikan ku. Dan situ wajah Tante Kania langsung berbeda dia bilang akan melanjutkan pembicaraan kita berdua."
Rendy merasa jika Mama yang ingin sekali mendapatkan cucu dari dirinya.
"Jika seperti itu, aku akan datang ke orang tua nya Siska bersama dengan kamu Bianca. Aku minta maaf atas semua nya dan setelah itu aku akan membawa Siska ke rumah bertemu dengan Mama untuk melihat anak kembar ku."
Bianca pun tersenyum manis mendengar rencana dari Rendy.
"Jadi kamu yang menginginkan Tante Kania yang membatalkan pernikahan ini, bukan aku karena Tante Kania sudah menyiapkan semuanya. Dan semoga saja tahun depan menjadi hari pernikahan mu bersama dengan Siska."
Fabian begitu sangat takjub dengan mereka berdua yang sampai bisa mempunyai pemikiran seperti ini.
__ADS_1
"Ya, seperti itu jauh lebih baik. Biarkan Mama sendiri yang membatalkan nya jangan sampai kita berdua karena hanya membuat Mama merasa sangat kesal saja."
Bianca dan Rendy pun bersalaman seperti tanda mereka berdua yang setuju dengan pembicaraan mereka berdua.