
Kedua orang tua Siska memilih untuk pergi ke kamar Siska untuk menidurkan kedua anak nya dan membiarkan Siska untuk bisa berbicara berdua saja dengan Rendy.
"Siska, aku ingin bertanggung jawab atas semua yang aku lakukan. Aku mengingat semua nya ketika aku melihat proses persalinan anak kita dan ingatan ku pun seketika kembali."
Rendy memegang tangan Siska dengan mata yang berkaca-kaca dan Siska pun mulai merasa terharu dengan sikap Rendy kepada nya.
"Rendy, apakah jika kita berdua menikah keju kita akan bahagia?. Apakah Mama kamu tidak akan membuat hati ku terluka? dan apakah tidak akan membuat kedua anak kita celaka karena mereka berdua adalah penerus perusahaan besar milik keluarga kalian."
Pemikiran Siska yang terlalu berlebih-lebihan kepada Mama membuat Rendy kehabisan kata untuk bisa mengajak Siska kembali kepada nya.
"Rendy lebih baik aku dengan kehidupan sederhana ku tapi aku bahagia, dari pada aku dengan kehidupan mewah tapi hatiku terluka."
Siska menangis di hadapan Rendy dia sudah tidak bisa lagi menahan air mata nya jatuh di kedua pipinya.
"Aku ingin menikah dengan mu, dan kamu tetap tinggal di sini. Atau kita mencari rumah untuk kita berdua, aku akan menyiapkan baby sister untuk kedua anak-anak kita dan kamu bisa melanjutkan kuliah mu untuk menjadi seorang Dokter."
Siska merasa setuju dengan apa yang di katakan oleh Rendy, dia yang tetap bisa tinggal di rumah nya bukan di rumah Rendy.
__ADS_1
"Kapan kamu akan menikahi ku,? "
Rendy pun begitu sangat terkejut sekali ketika Siska mempertanyakan nya.
"Bulan depan aku akan menikah dengan mu, setelah kamu sudah selesai masa pemulihan setelah melahirkan."
Siska pun menganggukkan kepalanya.
"Yasudah, sekarang kamu bisa pergi yaa."
"Kamu mengusir ku Siska,? kamu tidak rindu dengan ku selama ini aku yang kehilangan ingatan ku bersama dengan kamu."
Siska mendorong tubuh Rendy untuk keluar dari rumah.
"Ada waktu nya kerinduan itu datang di saat kita berdua yang sudah menjadi suami istri."
Rendy pun seketika langsung tersenyum kepada Siska.
__ADS_1
"Dan apakah setelah itu Reynold dan Arnold akan mempunyai adik perempuan yang kita beri nama Jessica Aurora. Ahhhhh indah sekali membayangkan nya."
Siska pun langsung menutup pintu rumah nya dia pun tersenyum dan berjalan menuju ke kamar nya.
Siska memberitahu kepada ke dua orang tuanya dengan apa yang mereka berdua bicarakan di depan dan orang tua Siska pun merasa sangat senang sekali ketika Siska yang akan segera menikah secepatnya.
"Ayah dan ibu hanya berharap yang terbaik untuk kalian berdua, semoga kalian berdua bisa bahagia selalu."
Ke dua orang tua Siska pun langsung memeluk erat Siska dan Rendy yang begitu sangat bahagia dia pun sampai melupakan Mama nya di rumah sakit.
"Maafkan aku Mam, mungkin perkataan aku tadi hanya membuat Mama semakin sakit tapi aku melakukan ini semua karena aku yang harus bertanggung jawab atas semua yang sudah aku lakukan kepada Siska."
Rendy kembali ke rumah sakit dia benar-benar merasakan kebahagiaan bersama dengan Siska.
"Jessica Aurora, akan ku berikan nama itu untuk anak perempuan ku nanti. Siska pasti akan segera hamil kembali ketika dia menikah dengan ku."
Di pikiran Rendy hanya ada kebahagiaan saja.
__ADS_1