
Melihat Veronica berjalan dengan alat bantu, Fabian pun hanya bisa terdiam saja. Dia melihat jam di handphone nya.
"Aku harus segera pulang, Aliyaa pasti sudah menunggu ku di rumah. Aku tidak mengecewakan nya aku harus datang tepat waktu."
Fabian pun berlari menuju ke parkiran mobil, dia melihat Veronica yang pulang menggunakan taksi bukan Rendy yang menjemput nya.
"Astaga Vero, kamu berbohong. Kamu bilang kepada Miranda jika Rendy yang menjemput mu."
Fabian tidak bisa mengikuti taksi tersebut, dia fokus pada tujuan nya untuk bisa pulang cepat ke rumah.
Aliya menyiapkan makanan yang sangat banyak sekali untuk menyambut kedatangan suaminya.
"Makanan sudah selesai tinggal menunggu yang pulang kerja, semoga suami ku suka dengan masakan ku ini."
Sambil menunggu suaminya datang, Aliyaa pun memilih untuk mandi dia ingin terlihat cantik dan harum di hadapan suami nya.
Tanpa sepengetahuan Aliya ternyata suami nya sudah berada di depan pintu dia membuka dan tidak melihat sosok istri nya.
"Aliya tidak ada di rumah, apa dia sedang pergi yaa."
__ADS_1
Fabian pun berjalan menuju ke dapur dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat banyak nya makanan yang sudah di siapkan.
"Aliya, memasak sebanyak ini untuk apa yaa. Dia baru saja sembuh jangan sampai Aliyaa terlalu lelah dan sakit-sakitan kembali."
Fabian pun memilih duduk dan Aliya melihat jika suaminya yang sudah pulang.
Aliya tersenyum bahagia dia langsung memeluk erat suami nya dari belakang.
"Selamat datang suami ku, aku sangat merindukan."
Fabian merasa jika Aliyaa yang tidak seperti biasanya bersikap seperti ini.
Aliya melepaskan pelukan erat nya, dia pun menarik kursi di sebelah suaminya. Aliya duduk di samping suaminya sambil memegang tangan suaminya.
"Memang salah jika aku berkata seperti itu,? merindukan suami ku sendiri bukan suami orang lain."
Fabian pun langsung mencium kening Aliyaa.
"Tidak salah, yasudah ada acara apa kamu sampai masak sebanyak ini Aliyaa. Bukan kah kamu yang baru saja sembuh dari sakit kamu, kamu jangan terlalu capek nanti aku yang di ancam oleh Mama kamu. Tidak bisa menjaga kesehatan isterinya sendiri."
__ADS_1
Aliya lebih memilih menuangkan nasi dan lauk pauk pada piring suaminya.
"Sudah yaa kita jangan sampai membahas tentang penyakit yaa, sekarang kita makan saja yang banyak."
Aliya lebih memilih untuk menikmati makanan daripada membahas tentang penyakit nya.
"Mas, jika aku berbohong apakah kamu akan memaafkan aku dengan kebohongan yang sudah aku lakukan kepada mu."
Seterika Fabian menghentikan makannya ketika mendengar pertanyaan Aliyaa.
"Memang kamu berbohong apa Aliyaa,? bukan kita menjalani hubungan ini dengan kejujuran tidak ada kebohongan diantara kita berdua kan selama pernikahan ini."
Fabian pun merasa jika dia juga menyimpan sesuatu kepada Aliya, dia yang tidak memberitahu Aliyaa jika Veronica itu adalah mantan kekasih nya.
"Aku hanya bertanya saja Mas, tapi jika ada sesuatu mungkin aku akan segera mengatakan semuanya kepada kamu."
Fabian merasa sangat aneh sekali dengan sikap Aliyaa yang seperti sedang menutupi sesuatu kepada nya.
"Kamu baik-baik saja kan Aliya,? tidak ada yang kamu sembunyikan kan selama ini di hubungan pernikahan kita."
__ADS_1
Fabian menatap tajam wajah Aliyaa.