Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #212#


__ADS_3

Aliya memperhatikan Siska dan Rendy, melihat tatapan mata Rendy ke Siska yang sangat dalam sekali.


"Akan kah cinta yang akan membuat mereka berdua bersama, melewati semua rintangan yang ada."


Aliya lebih memilih untuk pergi dari Restoran tersebut.


"Om Irfan, aku pulang yaa. Aku merasa tidak bisa berlama-lama di sini."


Aliya hanya berpamitan pulang dengan Om Irfan saja tidak dengan dengan Siska dan Rendy yang sedang bersama.


Aliya tidak mau mengganggu mereka berdua.


"Hmmmm Rendy, kenapa kamu menatapku seperti itu yaa. Aku merasa sangat malu sekali."


Siska sampai menundukkan kepalanya karena Rendy yang terus memandangi nya.


"Aku merasa sangat senang ketika melihat seorang ibu hamil yang makan banyak sekali seperti kamu ini, sehingga pantas saja kamu kuat dalam bekerja."


Ifan berjalan menghampiri mereka berdua.


"Rendy, tetaplah di sini karena sebentar lagi Siska pulang dan kamu harus mengantar nya untuk pulang."


Siska yang merasa sudah kenyang pun, dia langsung mengikuti Om Irfan.


"Rendy aku kerja dulu yaa."


Om Irfan pun membalikkan badannya.


"Kamu tidak boleh menolak karena bagaimana pun juga Rendy harus bertanggung jawab atas kehamilan mu ini, jangan selalu memiliki pikiran jika kamu bisa membesar anak ini sendirian ingat orang tua kamu yang mengusir kamu."


Siska pun menganggukkan kepalanya sambil menahan tangisnya.

__ADS_1


"Baiklah, Om Irfan. Aku akan mengikuti yang di katakan oleh Om Irfan."


Siska pun kembali berkerja karena tiga jam lagi dia sudah bisa pulang.


Rendy dengan setia menunggu Siska dia tidak mengerti dengan dirinya sendiri kenapa dia masih memiliki perasaan terhadap Siska walaupun kenyataannya Siska yang sudah hamil anak orang lain.


"Ingat Rendy dia sedang mengandung anak dari lelaki yang tidak bertanggung jawab. Kasihan sekali dia harus menanggung beban sendirian."


Rendy terus saja memandangi Siska yang sedang berkerja sampai dia video kan moments tersebut.


Ketika sedang memandangi video yang dia buat tiba-tiba saja handphone nya berdering kencang.


"Mama, ahhhh dia kenapa sih selalu membatasi aku dalam bergaul tidak boleh keluar rumah dan pasti di suruh pulang."


Rendy mengabaikan panggilan telephone masuk tersebut, tapi dia juga merasa kesal karena panggilan telephone tersebut yang terus-menerus tidak berhenti berdering.


Akhirnya Rendy menjawab panggilan telephone dari Mama nya.


*Rendy, kamu sedang berada di mana sekarang hah ?. Sudah berani kamu menjalankan mobil kembali setelah kamu baru saja mengalami kecelakaan*


*Aku bosan berada di rumah, karena sebentar lagi aku pasti di hadapan dengan perusahaan kan. Tidak ada waktu aku untuk bermain-main seperti ini.*


*Oke terserah kamu saja, tapi sekarang kamu sedang berada di mana*


*Sudah yaa Mam, aku baik-baik saja dan nanti pun aku pasti pulang. Jangan terus-terusan menelephone ku seperti ini karena aku bukan anak kecil yaa*


Rendy mengakhiri panggilan telephone nya dan membuat Kania marah besar.


"Ahhhh, sedang di mana Rendy sekarang. Aku harus segera mencarikan tunangan untuk Rendy aku tidak mau Rendy kembali bersama dengan Siska."


Kania pun mulai mencari kontak handphone para teman-teman nya, dia akan mencari pasangan hidup yang terbaik untuk Rendy.

__ADS_1


Kania benar-benar mengumpulkan siapa saja dari teman nya yang memiliki anak perempuan.


Kania benar-benar melihat dari asal-usul keluarga nya dan pendidikan terakhir nya karena dia harus memiliki calon menantu yang cantik dan pintar uang keturunan nya.


Ketika Kania yang sedang sibuk untuk mencari calon istri Rendy, di tempat lain Rendy seperti melihat wanita terbaik di dalam kehidupan nya.


"Aku sudah selesai bekerja Rendy, ayo kita pulang sekarang."


Rendy dengan senang hati dia akan mengantar Siska sampai ke rumah nya.


"Ayo Siska, aku antarkan."


Rendy memegang tangan Siska dia takut Siska terjatuh.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan mobil.


"Terimakasih banyak kamu yang mencoba untuk melindungi ku dengan genggaman tangan mu itu yaa."


Rendy pun langsung membukakan pintu mobil nya dan Siska pun akhirnya masuk ke dalam.


Rendy memilih Siska untuk duduk di kursi depan dan memakaikan sabuk pengaman.


Setelah memastikan bahwa Siska sudah aman, Rendy baru mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat rendah sekali.


Rendy pun menyalakan musik di dalam mobil nya, tanpa Rendy sadari jika musik tersebut adalah musik yang di pakai mereka berdua ketika malam tersebut yang membuat mereka melakukan nya.


"Rendy bisakah kamu ganti lagu nya, aku sangat tidak menyukai nya."


Seketika Rendy pun langsung menggantinya.


"Oh maafkan aku Siska jika kamu tidak suka dengan lagu yang aku putar tadi."

__ADS_1


Siska hanya terdiam saja tidak mau berkata apa-apa.


__ADS_2