
Fabian sampai di rumah Aliyaa tapi dia seperti tidak melihat ada Aliya di rumah itu.
"Mobil Miranda pun tidak ada, apakah Aliyaa yang sudah pulang ke rumah yaa."
Fabian tidak turun dari mobil nya, dia pun memilih untuk pergi ke rumah nya saja. Tidak ada sedikit perasaan tidak nyaman di hati Fabian padahal Aliya yang sedang di rawat di Rumah Sakit.
Di perjalanan menuju pulang, Fabian membelikan setangkai mawar putih untuk istri nya.
"Setangkai mawar putih untuk Aliyaa, semoga hati Aliya yang selalu cerah."
Setelah membelinya Fabian pun kembali masuk ke dalam mobil dia berharap Aliya bersikap manis kepada nya dan tidak ada lagi perdebatan antara mereka berdua.
Sesampainya di rumah Fabian melihat rumah yang masih gelap karena belum ada yang menyalakan lampu.
"Jika rumah masih gelap itu tandanya Aliyaa yang belum ada di rumah, lalu Aliya pergi ke mana."
Fabian mencoba untuk menghubungi nomer handphone Aliya tapi ternyata handphone Aliyaa yang ketinggalan di dalam mobil.
"Ahhhhhh, dia tidak menjawab panggilan telephone ku. Aliyaaaa jangan selalu membuat hawatir."
Fabian mencoba untuk untuk menghubungi nomer handphone Siska, dia sangat berharap besar Siska yang mau menjawab panggilan telephone nya.
__ADS_1
*Hallo Siska*
*Iya Kak Fabian*
*Apakah kamu bersama dengan Aliya*
*Aku baru saja pulang dari rumah Aliyaa, apakah Aliyaa tidak ada di rumah nya*
Fabian langsung mengakhiri panggilan telephone tersebut dan membuat Siska merasa sangat menghawatirkan Aliya.
"Aliya Mutiara, kamu kenapa sih Al, jangan sampai dia yang masih membahas tentang wanita cantik dan seksi di kantor itu."
Fabian yang sudah menelephone Siska, dia pun melamun di dalam mobil nya.
"Jika Aliyaa yang sedang berada di rumah nya, dia pasti akan menjawab panggilan telephone dari ku. Dan ini kepada tidak yaa."
Fabian pun turun dari mobil nya dan menyimpan bunga tersebut di dalam mobil nya.
Fabian membuka pintu rumah nya dan menyalakan lampu tapi dia tidak melihat kehadiran Aliyaa di rumah nya.
"Jika terjadi sesuatu dengan Aliyaa, kenapa tidak ada yang memberitahu ku yaa."
__ADS_1
Fabian membuka pintu kamar nya dan dia berbaring di atas tempat tidur nya.
"Ahhhhhh, sangat melelahkan sekali untuk hari ini. Ketika aku yang harus berhadapan dengan Veronica seharian."
Fabian pun mulai memejamkan mata nya karena dia yang sangat kecapean sekali.
Ketika Fabian yang sedang menunggu kabar dari Aliyaa, Miranda yang sedang di rumah sakit sedang menunggu Aliya terbangun.
"Kenapa Aliyaa belum juga sadar nya, aku menjadi sangat hawatir sekali dengan kondisi Aliyaa."
Miranda terus saja memegang tangan Aliyaa dan seketika saja dia yang mengingat kembali Fabian.
"Fabian apakah dia mengerti jika Aliyaa yang sedang berada di rumah sakit yaa, seperti nya tidak jika Fabian mengetahui dia pasti segera pergi ke sini."
Miranda tidak mempunyai nomor handphone Fabian karena dia yang menghapus nya, dan Miranda pun tidak tahu di mana handphone Aliyaa.
"Bagaimana yaa ini aku tidak tahu di mana handphone Aliyaa, apakah ketinggalan di dalam mobil yaa."
Miranda pun mencoba untuk menghubungi Pak Denies, untuk mencarikan handphone Aliyaa.
Tapi pada saat Miranda mau menelephone nya seperti terdengar suara dari Aliyaa yang memanggil nya.
__ADS_1