
Aliya duduk di samping Siska dan Siska pun tidak berani untuk menyapa Aliya, dia merasa jika Aliya yang sedang ada permasalahan dalam rumah tangga nya.
"Siska aku merasa sangat curiga sekali dengan suami ku, semua di awali dengan dia yang telat pulang kerja dengan alasan dia yang mengantarkan teman pulang. Sedangkan aku tau loh dia tidak pernah se peka itu dengan orang lain."
Aliya pun seketika langsung melamun dengan wajah yang cemberut.
"Siapa teman nya itu apakah kamu tau dia siapa dan apakah Kau Fabian memberitahu secara detail sama kamu."
Aliya menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak dia tidak menjelaskan nya dan tadi pagi dia tiba-tiba memegang handphone ku, dia bilang handphone ku bagus. Apakah dia akan memberikan Handphone kepada teman nya itu dan aku tidak tahu jika teman nya itu lelaki atau perempuan."
Siska merasa tidak percaya jika sampai Fabian selingkuh di belakang Aliya, tapi kenapa dia curiga ketika Aliyaa yang menceritakan hal tersebut.
"Kamu jangan dulu emosional ya Al, kamu kan belum tahu yang sebenarnya seperti apa lebih baik besok kamu pergi ke kantor tapi jangan sampai ketahuan oleh suami kamu bagaimana itu ide yang bagus kan."
Aliya pun langsung tersenyum ketika mendengar ide dari Siska.
"Oke baiklah besok aku akan ke kantor, oh iya semalam aku mendapatkan pesan dari Dokter El-Rivan dia tiba-tiba saja mengirimkan pesan sama aku ada apa yaa."
Aliya mengeluarkan handphone nya kembali dan membaca pesan dari Dokter El-Rivan.
"Lebih baik sekarang kamu telephone saja Al, mumpung di kampus loh nggak ada suami kamu biar lebih bebas telephone untuk bicarakan penyakit kamu."
Aliya pun mengikuti apa yang di katakan oleh Siska dia menelephone Dokter El-Rivan.
*Hallo Dokter El-Rivan, apakah saya menggangu waktu Dokter*
*Aliya, tidak kebetulan hari ini saya libur praktek. Aliya bagaimana dengan kondisi kamu sekarang apakah kamu masih merasakan sakit yang luar biasa*
*Untuk saat ini tidak karena saya yang rutin mengonsumsi obat-obatan nya dan juga menjaga pola makan saya*
*Syukurlah, semoga kamu semakin baik. Kamu bisa menghubungi saya jika kamu mengalami banyak keluhan yaa*
*Iya Dokter terimakasih banyak atas perhatian nya, kalau begitu saya akhiri panggilan telephone nya yaa karena saya mau masuk kelas*
*Iya Aliya*
Aliya merasa sangat tenang sekali ketika dia yang mempunyai nomor handphone Dokter Rivan.
__ADS_1
"Siska seperti nya kita yang harus masuk ke dalam kelas, karena sebentar lagi kelas di mulai."
Aliya dan Siska pun masuk ke dalam kelas, ketika Siska dan Aliya mulai jam pelajaran nya. Fabian melihat Veronica yang diantar oleh Rendy ke kantor.
"Veronica dan Rendy semakin dekat baguslah, seharusnya Rendy memberikan fasilitas mewah kepada Veronica."
Fabian memilih langsung masuk ke dalam dia tidak menyapa mereka berdua, dan Rendy mengetahui sikap Fabian seperti itu hanya itu menghargai perasaan Aliyaa.
"Kak, kamu harus menjaga perasaan istrinya Fabian ya. Karena aku sangat dekat sekali dengan Aliyaa."
Veronica pun tersenyum kepada Rendy.
"Kamu tenang saja yaa, kakak tidak akan pernah menjadi perusak rumah tangga antara Fabian dan juga istri nya."
Veronica dan Rendy yang masih mengobrol membuat Miranda yang berada di dalam mobil nya dia merasa sangat tidak ingin melihat wajah mereka berdua.
"Rendy kamu sangat menyebalkan sekali, kenapa kamu tidak bawa saja Veronica masuk ke dalam perusahaan mu itu."
Miranda pun keluar dari mobil nya dia langsung memakai kacamata hitam nya.
Sama seperti Fabian, Miranda pun memilih untuk langsung masuk tidak menyapa Rendy dan Veronica.
"Yasudah yaa Kaa, abaikan saja hal membuat Kakak merasa tidak nyaman. Yang penting kakak harus menunjukkan kinerja kerja yang baik untuk perusahaan ini."
"Iya terimakasih banyak Rendy kamu sangat baik sekali."
Rendy pun pergi meninggalkan Veronica dan Veronica pun masuk ke dalam kantor.
Melihat Veronica yang mengobrol lama dengan Rendy, mereka menyangka jika Rendy itu adalah kekasih Veronica.
Veronica mendengarkan perkataan Rendy dia yang harus fokus dengan pekerjaan saja, abaikan yang membuat dia merasa tidak nyaman.
Veronica datang di saat jam kerja di mulai dia pun mulai langsung berkerja, Miranda memperhatikan terus Veronica.
"Kerja dia memang sangat bagus sekali dan dia juga sangat disiplin sekali, tidak ada celah sedikitpun untuk aku bisa mengeluarkan nya bekerja."
Miranda memperhatikan Fabian, dia melihat jika Fabian yang tidak fokus dengan pekerjaan seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Fabian dia seperti sedang mempunyai permasalahan, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan rumah tangga mereka berdua."
__ADS_1
Miranda merasa sangat panik sekali dia tidak mau jika rumah tangga Aliya retak.
Fabian yang merasa tidak bisa fokus dengan pekerjaan dia memilih untuk keluar dari ruangan nya.
Ketika Fabian keluar dari ruangan nya dia melihat ada seorang yang menghampiri Veronica.
"Ibu Veronica Leticia, ini ada kiriman sesuatu untuk ibu."
Veronica pun mengambil kotak putih tersebut dia pun mencari siapa yang nama pengirim nya.
"Rendy, oh terimakasih banyak yaa. Ini ternyata dari adik saya Rendy."
Veronica pun membuka kotak putih tersebut dan ternyata isi nya itu adalah sebuah handphone.
Fabian seketika langsung terkejut ketika dia melihat isi kotak putih tersebut adalah sebuah handphone yang model sama dengan milik Aliya.
Fabian pun semakin di buat pusing dan dia memilih untuk langsung pergi.
Veronica begitu sangat bahagia sekali ketika mendapatkan handphone baru dari Rendy.
"Terimakasih Rendy, kamu begitu sangat baik sekali."
Veronica pun menyimpan handphone lama nya dan menganti dengan handphone baru nya.
Fabian yang sedang bersama di kantin dia memilih untuk membeli kopi untuk sedikit menghilangkan rasa pusing nya.
"Ahhhhhh, Rendy kenapa kamu membelikan handphone yang sama dengan punya Aliya dan warna nya pun juga sama berwarna pink."
Fabian memikirkan bagaimana cara nya agar Aliya tidak datang ke kantor nya.
"Semoga saja Aliya tidak datang ke kantor ini, tapi bagaimana jika Aliya datang dan apakah Miranda akan membantu ku dalam permasalahan ini."
Fabian meminum kopi sampai habis dia masih merasa sangat pusing sekali.
"Dan satu lagi aku juga harus mencari tahu tentang siapa Dokter El-Rivan itu, kenapa dia sampai bisa mengetahui nomor handphone Aliya dan apakah mereka berdua sudah mengenal lama."
Fabian mengeluarkan handphone nya, dia mencari kontak Dokter Nadia.
Fabian memilih untuk mengirimkan pesan kepada Dokter Nadia.
__ADS_1
*Dokter Nadia, apakah Dokter mengenal dengan Dokter yang bernama El-Rivan*
Fabian berharap besar jika Dokter Nadia mengetahui nya.