
Aliya bersiap-siap untuk pergi ke rumah Siska, dia merasa sangat aneh dengan sikap suami yang terus-menerus tersenyum manis kepada nya.
"Mas, kamu baik-baik saja kan. Kamu kenapa sih senyum terus seperti itu. Apakah kamu sedang mendapatkan sesuatu yaa."
Fabian membukakan pintu mobil nya, dan Aliya masuk ke dalam mobil tersebut.
"Aku merasa sangat senang sekali ketika aku mendapatkan istri yang sangat cantik sekali seperti kamu."
Aliya pun tersenyum malu-malu ketika mendengar perkataan tersebut dari suaminya.
"Kamu harus bersyukur yaa, kamu jangan meninggalkan aku yaa walaupun apapun yang terjadi."
Aliya meminta perjanjian kepada suami nya tersebut.
"Iya Aliya Mutiara, aku berjanji yaa sama kamu."
Aliya tersenyum puas ketika mendengar perkataan tersebut dan ternyata di perjalanan menuju ke rumah Siska ada perbaikan jalan yang membuat perjalanan menjadi terhambat.
"Ada perbaikan jalan bagaimana mana ini,? nanti kamu bisa telat masuk ke kantor loh."
__ADS_1
Wajah Aliya terlihat sangat cemas sekali ketika jalan menjadi macet karena ada perbaikan jalan.
"Bukan kah itu adalah perusahaan milik mu, tidak apa-apa kan jika suami mu telat masuk ke kantor."
Aliya melirikan mata nya kepada suami nya.
"Justru itu kamu harus mencerminkan contoh yang benar kepada semua yang ada di kantor. Kamu harus menjadi karyawan yang teladan."
Fabian pun tidak bisa menahan rasa ketawa ketika dirinya harus menjadi karyawan teladan.
Ketika Aliya yang sedang terjebak macet, Siska menuggu Aliya di depan rumah nya.
"Aliya, lama sekali yaa. Aku jadi hawatir sekali dengan nya."
"Kalau aku telephone aku takut Aliya yang keceplosan ngomong mau ke rumah sakit, karena Aliya yang datang bersama dengan suami nya. Yasudah aku tunggu saja Aliya."
Dengan santai Siska menunggu kedatangan Aliya, tapi ternyata Siska melihat mobil yang berhenti di depan pintu gerbang rumah nya.
Siska yang sedang duduk pun dia langsung berdiri melihat mobil siapa itu yang datang.
__ADS_1
"Seperti itu bukan mobil Kak Fabian, seperti itu mobil Rendy."
Siska yang merasa penasaran dia pun langsung menghampiri mobil tersebut, Siska tidak membuka pintu gerbang nya dia hanya diam di depan pintu tersebut.
Melihat Siska, Rendy pun langsung turun dari mobil nya dan tersenyum manis kepada Siska.
"Hallo Siska manis dan cantik."
Rendy pun menghampiri Siska mereka berdua yang terhalang oleh gerbang pintu besi.
"Rendy, kamu mau apa ke sini. Bukan kah kamu tahu jika aku akan pergi bersama dengan Aliya sekarang."
Siska tidak membuka kan pintu gerbang nya untuk Rendy bisa masuk ke dalam rumah nya.
"Iya, tapi bagaimana kalau kamu buka dulu pintu gerbang nya. Supaya kita berdua bisa berbicara dengan jelas dan baik."
Siska pun akhirnya membuka pintu gerbang rumah tersebut dan Rendy bisa masuk, Rendy membiarkan mobil nya di luar pintu gerbang yang penting dia bisa masuk ke dalam rumah Siska.
Mereka berdua pun duduk di depan rumah Siska, dan Siska pun memanggil asisten rumah tangga nya untuk membuatkan minuman untuk mereka berdua.
__ADS_1
"Bagaimana jika kalian pergi ke rumah sakit dengan mobil ku, tapi tidak dengan ku melainkan supir pribadi ku. Jadi kalian berdua bisa bebas aku tidak hawatir jika kalian menggunakan umum untuk pergi ke rumah sakit."
Aliya terdiam dia takut sekali Fabian mencurigai nya.