
Siska melirikan mata nya kepada Aliya, dan Siska pun lebih memilih untuk memainkan handphone nya.
Siska mengirimkan pesan kepada Rendy.
*Hey Rendy, ini mobil mewah sekali. Ini pasti mobil Mama kamu yaa. Kamu salah ngasih mobil nih Aliya dari tadi terus saja merhatiin mobil ini*
*Aku ga salah kok Siska, itu mobil memang cocok untuk kalian berdua. Yaa ini mobil bisa di bilang yang sering di pakai sama Mama aku kalau dia pergi. Tapi tenang saja Mama aku sekarang lagi berada di luar kota.*
*Oke terimakasih banyak, dan seperti nya. Lebih baik aku jujur sama Aliya*
"Kenapa marah sih, padahal sudah di berikan kenyamanan."
Rendy merasa tidak mengerti dengan Siska.
Aliya terus saja memandangi wajah Siska dan Siska merasa harus jujur kepada Aliya.
"Maafkan aku yaa Al, ini sebenarnya mobil nya Rendy bukan taksi online yang aku pesan. Maafkan aku yaa Al."
Siska memegang tangan Aliya untuk meminta maaf kepada Aliya.
"Tapi ini mobil yang sering di pakai oleh Tante Kania, bagaimana jika dia tahu mobil nya di pakai oleh kita berdua. Dia pasti akan marah besar kepada Rendy."
__ADS_1
Siska menudukan kepala nya dia sangat terkejut sekali ketika mendengar jika Aliya yang mengetahui jika mobil ini adalah milik Mama nya Rendy.
"Bu Kania dia sedang berada di luar kota, jadi tenang saja yaa. Kalian berdua aman tidak usah merasa hawatir seperti ini."
Siska menghelakan nafas panjang nya, tapi dia masih sangat takut sekali.
Sampai akhirnya mereka berdua pun sampai di Rumah Sakit yang sangat besar sekali.
"Apakah Rumah Sakit ini juga yang di pilihkan oleh Rendy untuk ku, Siska kenapa kamu memberitahu kan semua ini kepada Rendy."
Siska pun hanya bisa terdiam saja dia melihat Aliya yang marah besar kepada nya.
Siska memegang kembali tangan Aliya, dan memegang dengan sangat erat sekali.
Aliya merasa sangat beruntung sekali bisa mendapatkan teman yang peduli dengan nya.
"Terimakasih banyak yaa Siska, kamu dan Rendy memang teman yang terbaik untuk aku."
Aliya pun langsung membuka pintu mobil tersebut.
"Rumah Sakit Permata, sangat besar sekali yaa."
__ADS_1
Siska pun memegang tangan Aliya dan mereka berjalan menuju ke dalam.
Tampa sepengetahuan mereka berdua ternyata Rendy yang sudah menyiapkan Dokter untuk Aliya.
"Dengan ibu Aliya Mutiara kan, ayo cepat Dokter Rivan sudah menunggu di ruangan nya."
Siska pun langsung merasa jika Rendy yang sudah menyiapkan semuanya untuk Aliya.
Aliya pun mengikuti apa perintah dari Suster tersebut dan membawa nya masuk ke dalam ruangan Dokter Rivan.
"Al, aku menunggu di luar saja yaa. Kamu baik-baik yaa Aliya semoga kamu tidak memiliki penyakit yang serius yaa."
Aliya tersenyum manis kepada Siska dan Siksa pun langsung menghubungi Rendy.
Rendy begitu sangat bahagia sekali ketika Siska menelephone nya.
*Hallo Siska manis*
*Rendy apakah sudah menyiapkan Rumah Sakit untuk Aliya, dan kamu juga yang sudah menyiapkan Dokter Specialis untuk Aliya*
*Ya, benar sekali dan aku juga sudah membayarnya. Kamu tidak usah hawatir yaa, bagaimana pun juga Aliya itu adalah teman kecil ku dan aku tahu Tante Miranda tidak mungkin mau membayar administrasi nya. Sedangkan Fabian kalian berdua yang meminta untuk merahasiakan semuanya ini dari Fabian*
__ADS_1
*Terimakasih banyak Rendy, kamu baik sekali yaa. Aku menagis ternyata banyak sekali orang baik kepada Aliya*
Siska mengakhiri panggilan telephone nya, dan dia pun menunggu hasil pemeriksaan Aliya.