Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 16.


__ADS_3

Aliya seperti mendengar suara hentakan kaki yang menuju ke kamar nya, Aliya pun memilih untuk duduk kembali ke tempat tidur nya.


Dan ternyata itu adalah Fabian, Fabian kembali menghampiri Aliya dan duduk di samping Aliya.


"Aliya berapa lama kamu tinggal di sini,? dan bagaimana jika kita sekarang mendatangi kontrak rumah itu. Untuk membicarakan kembali jika kita berdua akan tinggal di sana."


Aliya merasa tidak nyaman sekali dengan sikap Ayah nya Fabian yang terlihat sangat datar sekali kepada nya.


"Aku ingin bertemu dengan Dokter Nadia, aku sangat merindukan nya. Setelah itu baru kita datang ke rumah nya yang akan kita berdua tempatkan."


Fabian pun setuju dan akhirnya mereka berdua pun keluar dari kamar nya.


Ibu Fabian menghampiri mereka berdua yang seperti akan pergi.


"Mau pergi ke mana kalian berdua,? lebih baik sekarang kita makan siang dulu bersama dengan Ayah. Dia sudah menunggu di tempat makan."


Fabian melirikan mata nya kepada Aliya, dia paham Aliya pasti merasa tidak nyaman dengan Ayah nya.


"Seperti nya, kita makan di luar dulu. Fabian ingin sekali bertemu dengan Dokter Nadia, dia yang merawat Aliya pada saat dia sakit."


Fabian pun menarik tangan Aliya agar langsung pergi ke luar, Ayah Fabian melihat Fabian yang memilih untuk pergi dari pada makan bersama dengan nya.


"Seperti nya Aliya tidak nyaman dengan Mas Putra, kasihan sekali dia tidak di perhatikan oleh ibu kandung nya sendiri. Aku ingin sekali bisa menjadi seorang ibu untuk nya."


Ibu Fabian pun menghampiri suami nya yang sudah menunggu dirinya, tampa basa-basi bertanya Ayah Fabian lebih memilih untuk menyantap makanan yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


Sama sekali tidak memperdulikan Fabian dan juga Aliya.


Aliya dan Fabian berada di dalam mobil dan menuju ke rumah Dokter Nadia.


"Aliya, maafkan atas sikap Atau ku yang seperti ini. Seharusnya Ayah hanya membenci kepada ku tidak kepada mu."


Fabian merasa sangat sedih sekali ketika Aliya yang harus di hadapan dengan permasalahan keluarga kembali.


Di saat Miranda yang tidak perduli dan sekarang Ayah mertua nya pun yang bersikap sama seperti itu kepada nya.


"Tidak apa-apa kok, lagi pula kita kan akan pergi untuk tinggal berdua saja kan. Tidak tinggal bersama dengan keluarga kamu lebih baik kita mandiri saja."


Aliya mencoba untuk menyembunyikan rasa tidak nyaman nya, dia tidak mau suami nya yang merasa sangat bersalah kepada nya.


Dia begitu bahagia sekali seperti mau bertemu dengan ibu kandung nya.


"Aliya pun memilih untuk membuka pintu mobil nya, dan langsung berlari menuju ke pintu utama untuk masuk."


Fabian hanya bisa terdiam saja ketika Aliya yang langsung berlari.


Kedatangan Aliya membuat para pegawai yang ada di dalam rumah merasa sangat bahagia sekali ketika melihat Aliya kembali.


Aliya pun langsung mencari Dokter Nadia yang ternyata sedang duduk santai di sofa sambil menonton televisi.


"Dokter Nadia, aku pulang."

__ADS_1


Mendengar suara itu Dokter Nadia pun langsung mencari sumber suara tersebut dan Aliya pun langsung berlari untuk menghampiri Aliya.


"Aliya sayaaaaang, kamu pulang Nak."


Dokter Nadia pun langsung memeluk erat tubuh Aliya dengan penuh rasa kerinduan.


"Iya, aku pulang. Aku sangat rindu sekali Dokter Nadia, aku juga rindu kuliah bertemu dengan Sisca dan juga Om Irfan hehe."


Dokter Nadia terdiam ketika Aliya tidak menyebutkan nama Miranda, Miranda yang merupakan Mama kandung nya.


"Dan aku juga sebenarnya sangat merindukan Mama Miranda, tapi aku rasa Mama Miranda tidak merindukan ku."


Dokter Nadia menghapus air mata Aliya dan Fabian hanya memandangi mereka berdua dari jauh.


"Yasudah yaa sayang, tidak apa-apa jika Mama kamu yang belum bisa merubah sikap nya. Sekarang kamu memiliki Fabian, suami yang sangat sayang sekali dengan kamu sayang dia yang akan bertanggung jawab atas semua yang kamu lakukan. Fabian lelaki yang sangat baik percaya lah."


Fabian pun menghampiri Aliya dan juga Dokter Nadia, dia tersenyum manis sambil bersalaman dengan Dokter Nadia.


"Aku berjanji Dokter, aku akan terus menjaga Aliya sampai kapanpun dan apapun yang terjadi aku akan tetap bersama dengan Aliya Mutiara."


Perkataan Fabian membuat Dokter Nadia sangat terharu sekali ketika melihat Fabian yang begitu sangat mencintai Aliya.


"Semoga janji ucapan mu itu bisa di pegang yaa Fabian, karena kasihan sekali Aliya. Ketika dia memilih untuk bisa bersama dengan mu dan dia harus kehilangan kasih sayang Miranda. Walaupun aku tahu itu semua bukan kesalahan Aliya."


Dokter Nadia pun membelai rambut panjang Aliya.

__ADS_1


__ADS_2