Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (60)


__ADS_3

Veronica keluar dari perusahaan milik Miranda dan dia pun ternyata di tunggu oleh Ayah nya.


Ekpresi wajah Veronica begitu begitu sangat kesal sekali.


"Veronica, kamu kenapa?. Apakah kamu gagal untuk berkerja dengan Miranda?."


Veronica memilih untuk membuka pintu mobil nya dan Reno pun juga mengikuti Veronica.


"Tante Miranda menepati aku sebagai sekertaris, dan menyuruh aku untuk langsung berkerja besok. Jika aku membuat Tante Miranda merasa kecewa dengan pekerjaan ku maka aku tidak bisa lagi berkerja di perusahaan nya."


Reno sangat percaya sekali dengan kemampuan Veronica, dia merasa Veron bisa Mela nya.


"Sudah yaa sayang, kamu pasti bisa Ayah yakin sekali kamu pasti bisa."


Kadang Veronica pun merasa jika adik nya Rendy yang lebih beruntung daripada dirinya. Hanya karena mereka berdua berbeda Ibu.


"Bagaimana yaa kabar Rendy,? dia pasti sudah sangat sukses dengan memegang perusahaan nya sendiri."


Veronica di biayai oleh Kania untuk bisa kuliah di luar negeri, Kania yang merasa sakit hati ketika dia mengetahui jika suami nya sebelum nya sudah menikah dengan wanita lain dan memiliki Veronica.


"Tapi aku berterimakasih kepada Tante Kania yang mau menyekolahkan aku sampai kuliah di luar negeri. Ada saat nya nanti aku bertemu dengan nya dan mengucapkan terimakasih, semoga aku bisa bekerja di perusahaan ini."

__ADS_1


Veronica memandangi gedung perusahaan yang sangat tinggi sekali.


"Yasudah yaa sayaaaaang, sekarang lebih kita pulang dan kamu bisa beristirahat di rumah sambil menyiapkan segala untuk besok bekerja."


Mereka berdua pun pulang ke rumah nya, tapi Veronica yang masih saja memikirkan Fabian.


Tapi Veronica tidak mau membahas Fabian di depan Ayah nya, karena memang hanya Veronica saja yang mengetahui semuanya.


Mereka berdua pun sampai di Apartemen dan Veronica memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.


"Veronica nanti Ayah buatkan kamu minuman segar yaa. Nanti Ayah antarkan ke kamar kamu."


Reno begitu sangat sayang sekali dengan Veronica, karena nasib Veronica yang berbeda jauh dengan Rendy yang hidup nya sangat berkecukupan.


"Mulai besok Ayah tidak usah lagi mengantar aku, Ayah jangan bolos berkerja agar kita berdua bisa menghasilkan uang bersama-sama."


Reno merasa sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan Veronica.


"Iya sayang kita berjuang bersama untuk mendapatkan uang yang banyak dari hasil kerja keras kita berdua."


Veronica pun masuk kembali ke kamar nya, dia kembali memikirkan Fabian.

__ADS_1


Veronica merasa sangat sedih sekali ketika mendengar bahwa Fabian yang sudah menikah.


"Fabian dia sudah menikah, menikah dengan anak CEO. Beruntung sekali dia mendapatkan putri dari Tante Miranda."


Veronica seakan mengingatkan kembali kenangan indah kebersamaan nya bersama dengan Fabian.


"Indah sekali yaa Fabian, aku berpikir bahwa kamu itu akan menjadi seorang Dokter seperti Ayah mu tapi ternyata takdir berkata lain kamu jauh lebih beruntung mendapatkan kebahagiaan mu."


Veronica sampai meneteskan air mata nya, dan dia pun memilih untuk membantu Ayah nya untuk membuatkan minuman untuk mereka berdua.


"Daripada aku merasa galau seperti ini, melow mengingat masa lalu lebih baik aku membantu Ayah saja di dapur."


Veronica menghapus air mata nya, dan dia menghampiri Ayah nya yang sedang berada di dapur.


"Ayah, apakah ada yang bisa aku bantu. Kita buat bersama-sama yaa."


Reno melihat hidung Veronica yang memerah seperti habis menangis.


"Vero, kamu menagis yaa. Kamu sudah menangis yaa, kenapa sayang."


Veronica mengusap kedua mata nya dengan tangan nya.

__ADS_1


"Tidak Ayah, aku tidak sedang menangis ihhh. Aku cuma tadi melihat trailer film yang ingin aku tonton tenyata sedih banget sampai meneteskan air mata."


Veronica bisa tersenyum manis di hadapan Ayah nya, tapi Ayah nya tidak bisa di bohongi oleh Veronica.


__ADS_2