
Fabian yang baru mengetahui rencana Siska dia merasa sangat terkejut sekali kepada Siska, Siska melakukan semua ini karena dia yang begitu sangat sayang sekali dengan Aliyaa.
"Bicarakan dengan baik-baik, mungkin itu sudah menjadi sebuah janji kamu kenapa Aliyaa dan Aliya pun pasti akan sangat kecewa."
Siska pun mendengarkan perkataan Fabian dan mereka pun melanjutkan makan siang nya.
Rendy mendapatkan video USG kandungan Siska dia begitu sangat bahagia sekali melihat nya.
"Bulan depan bayi kembar laki-laki ini lahir, kenapa aku yang merasa tidak sabar untuk menunggu nya."
Rendy fokus pada video nya dan tanpa sepengetahuan Rendy, Bianca datang ke kantor Rendy.
Bianca masuk tanpa mengetuk pintu bersama dengan Kania.
"Bisakah kalian mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan."
Rendy merasa sangat marah sekali dengan sikap Mama nya dan juga Bianca.
"Bukan kah nanti jika kita berdua menikah ini juga akan menjadi perusahaan kita bersama."
Jawab Bianca dengan tegas kepada Rendy.
__ADS_1
"Bukan juga menikah sudah mempunyai niat untuk menguasai, apakah ini yang di sebut wanita terbaik untuk aku Mam ?."
Miranda pun menghampiri Bianca dia yang tidak mau Bianca merasa tersinggung dengan perkataan Rendy.
"Rendy jaga mulut kamu yaa, Bianca ini adalah wanita yang sangat terhormat sekali dia berpendidikan tinggi dapat memberikan keturunan yang baik untuk meneruskan perusahaan kita."
Rendy pun langsung tersenyum kepada Mama nya.
"Jangan kamu sama kan dengan Siska, Bianca jauh lebih baik dari Siska. Dia hanya wanita miskin yang pasti ingin mengincar uang mu saja."
Mendengar perkataan Kania akhirnya Bianca mengetahui kenapa Kania yang ingin sekali menjodohkan Rendy dengan nya.
Rendy benar-benar merasa sangat marah sekali.
"Tapi dia yang akan menjadi calon istri, bulan depan kamu akan menikah dengan Bianca kamu tidak bisa melawan keinginan Mama."
Rendy pun langsung pergi dari ruangan, dia mengingat jika bulan depan itu adalah kelahiran bayi kembar Siska.
"Kenapa aku lebih peduli terhadap kelahiran bayi kembar Siska dari pada pernikahan ku, Mama sudah mengeluarkan uang banyak sehingga Bianca mau menjadi istri ku."
Rendy memilih untuk pergi menyusul Fabian dia berharap masih belum bisa bertemu dengan Siska di Rumah Sakit Permata.
__ADS_1
Kania pun langsung menghampiri Bianca yang kelihatan sangat kesal sekali dengan sikap Rendy.
"Maafkan Rendy yaa, dia seperti memang sedang emosi dalam pekerjaan nya yaa."
Kania pun membawa Bianca keluar dari ruangan Rendy dan dia melihat Fabian yang tidak ada di ruangan nya.
"Kemana Fabian, kenapa dia tidak ada di ruangan nya. Apakah Fabian kembali ke perusahaan Miranda."
Kania tidak akan pernah membiarkan kita Fabian kembali ke perusahaan Miranda.
"Memang siapa Fabian,? apakah dia yang sangat penting sekali di perusahaan ini."
Bianca pun mulai bisa ingin mengetahui tentang perusahaan Rendy.
"Fabian adalah asisten pribadi Rendy, sebelumnya dia menjadi pemimpin perusahaan milik teman Tante. Tapi karena hubungan nya tidak baik dengan isterinya membuat Fabian memilih untuk keluar dari perusahaan tersebut."
Bianca pun merasa sangat penasaran sekali dengan Fabian dia merasa ingin bertemu dengan Fabian.
"Yasudah Bianca lebih baik sekarang kita pergi saja."
Kania menarik tangan Bianca dan mereka pun pergi.
__ADS_1