
Siska merasa sangat tidak nyaman sekali dengan sikap Rendy yang terlalu berani kepada nya.
"Rendy, aku turun di sini saja yaa. Aku mau beli minuman dulu terimakasih yaa kamu sudah mengantarkan aku pulang."
Rendy pun memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba dan Siska langsung keluar dari mobil Rendy.
Siska terlihat sangat terburu-buru dia sampai berlari-lari seperti menghindari Rendy.
Rendy terus saja memandangi Siska, dia begitu sangat mencintai Siska.
"Siska kamu benar-benar wanita yang lain seperti yang lain aku akan membuktikan jika kamu memang pantas bersama dengan ku."
Rendy pun memilih untuk menjalankan kembali mobil nya, dia memilih untuk pulang ke rumah nya.
Di perjalanan Rendy terus saja mengingat perkataan Siska terhadap Mama nya.
"Aku sangat ingin bisa bersama dengan Siska tapi Siska yang mengetahui sikap asli Mama seperti apa. Dengan Aliya pun Mama tidak begitu langsung menyukai nya."
__ADS_1
Rendy pun akhirnya sampai di depan gerbang rumah nya yang sangat megah sekali, rumah yang seperti istana.
Rendy pun keluar dari mobil nya dan berjalan menuju ke dalam rumah nya, tapi tiba-tiba Rendy melihat Mama nya yang sedang memainkan handphone nya.
"Rendy, apakah pekerjaan di kantor baik-baik saja?. Oh iya Mama baru mengetahui jika Aliya sudah menikah dengan Asisten pribadi Miranda ya dan sekarang kabar nya suami Aliya itu mengantikan posisi Miranda karena Aliya yang lebih memilih untuk menjadi seorang Dokter Specialis Anak."
Rendy pun langsung menghampiri Mama nya dia duduk di samping Mama nya.
"Iyaa itu benar sekali Mam, dan perjuangan cinta Aliya yang sangat luar biasa sekali untuk bisa menikah dengan suami nya sekarang."
"Beruntung sekali yaa, lelaki yang menjadi suami Aliyaaaa. Dengan mudah nya dia bisa menjadi seorang CEO hanya dengan menikah dengan anak dari seorang CEO. Dan Miranda kenapa dia begitu sangat percaya lebih baik dia saja yang menjadi pemimpin perusahaan itu bukan menantu nya."
Rendy melihat jika Mama nya yang sangat tidak berubah dari dulu dan membuat Rendy merasa malas untuk berbicara dengan Mama nya.
Rendy pun memilih untuk pergi dia berjalan menuju ke kamar nya.
"Dia pergi begitu saja, dia datang pun dengan tiba-tiba."
__ADS_1
Rendy terus saja memandangi wajah Mama nya yang lebih memilih untuk membuka laptop nya terus saja berkerja dan bekerja.
"Sebenarnya aku ingin mengatakan jika sekarang aku sedang jatuh cinta dengan seorang wanita, tapi aku merasa jika itu sangat tidak mungkin sekali. Mama bukan tipe orang tua yang mau mendengarkan curhatan hati anak nya dia lebih suka mengomentari tentang seorang."
Rendy pun masuk ke dalam kamar nya, dia terbaring di tempat tidur nya sambil memegang handphone.
Rendy tidak memandangi foto cantik Siska dan tersenyum manis.
"Siska Aurora, lihat saja suatu saat nanti kamu pasti akan merasakan rasa cinta ini dan kamu pasti akan membalas perasaan cinta ini."
Rendy memeluk foto Siska dengan sedikit berhayal jika suatu saat nanti dia bisa memeluk erat tubuh mungil Siska.
Rendy memejamkan mata nya dan pun langsung berpikir jika dia akan meminta bantuan pada Aliya.
"Yaa Aliyaaaa, dia pasti bisa membantu aku untuk mendapatkan Siska."
Rendy merasa memiliki semangat baru untuk bisa mendapatkan Siska Aurora.
__ADS_1