
Veronica dan Siska keluar dari ruangan ketika Dokter yang sedang memeriksa kondisi Rendy, Siska langsung menghampiri Dokter Nadia dia memeluk erat Dokter Nadi.
Siska terlihat sangat ketakutan sekali dan Kania memperhatikan Siska.
"Sebuah keajaiban cinta yaa, Rendy yang tiba-tiba saja bergerak ketika Siska yang berpamitan untuk pulang. Mungkin itu pertanda jika kamu harus bersama dengan Rendy selama nya berada di samping Rendy."
Ucapan Veronica membuat Kania tidak setuju, dia merasa bahagia ketika Rendy yang bisa kembali sadar dengan kehadiran Siska tapi dia tidak mau jika Siska selalu bersama dengan Rendy.
"Dok, aku ingin pergi saja Dok. Aku ingin istirahat kepala ku yang tiba-tiba saja pusing aku yang lupa obat penambah darah tadi pagi."
Ketika Siska pergi, Dokter pun keluar dengan memberikan berita yang mengejutkan.
Rendy mengalami amnesia, Rendy yang hanya lebih mengingat masa-masa dulu saja. Tapi Dokter berkata perlahan-lahan ingat Rendy pasti akan kembali.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut Siska pun memilih untuk langsung pergi dan Dokter pun menyusul Siska.
Kania tersenyum di atas penderitaan Siska, jika Rendy mengalami Amnesia maka dia tidak akan mengingat kejadian sekarang yang membutuhkan nya ribut dengan dirinya.
Veronica pun merasa sangat kasihan sekali melihat Siska, Siska yang pasti sangat sedih karena.
***
Miranda dan Aliya akhirnya sampai di depan pintu gerbang rumah Siska, mereka berdua pun masuk ke dalam dan di sambut tangisan oleh Ibu nya.
Seketika Aliyaa begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar Siska yang dalam kondisi hamil dia pergi dari rumah nya, Siska pun sampai meneteskan air mata ketika ternyata Rendy juga sudah mengetahui nya tapi takdir yang berkata lain.
Merasa tidak tega melihat ibu Siak terus menangis Aliyaa pun berjanji akan merawat Siska dan akan mempertahankan bayi yang ada di kandang nya.
__ADS_1
Aliya dan Miranda pun langsung berpamitan pulang dan mereka berdua pun masuk ke dalam mobil nya.
"Mam, kenapa yaa harus seperti ini. Ketika aku yang menginginkan keturunan dan Siska yang sedang mudahnya dia bisa hamil tapi kenapa kehadiran bayi nya tidak di sambut baik oleh keluarganya nya."
Aliya menangis di pelukan Mama nya, dan Miranda juga merasa sangat kecewa sekali mendengar nya.
"Mama juga sangat sedih sekali ketika mendengarnya, Siska memang bersalah tapi tidak sampai harus di usir dari mobil seperti itu kasihan sekali bayi yang ada di kandang Siska."
Aliya dia akan bertanggung jawab atas semua.nya, dia akan melindungi Siska dari Kania.
"Mam, bagaimana kalau Siska tinggal bersama dengan Mama saja Karena aku kan akan kembali ke rumah ku Mam, kasihan sekali Siska dia butuh asupan gizi yang baik untuk kandung nya."
Miranda merasa sangat setuju sekali dengan ide Aliyaa tapi Miranda langsung memilih bagaimana jika Kania mengerti nya jika kondisi Siska yang sedang hamil.
__ADS_1
"Mama sangat menghawatirkan bagaimana jika Kania mengetahui nya, semoga Siska selalu baik-baik saja."
Miranda pun menyalakan mesin mobil dia yang harus mengantarkan Aliyaa ke rumah nya dan juga dia harus kembali ke kantor karena Veronica yang sedang berada di rumah sakit.