
Di perjalanan menuju ke rumah nya, Aliya terlihat hanya terdiam saja. Dia tidak mengobrol sama sekali dengan dengan Fabian.
"Al, kamu kenapa sayang. Pulang dari Mama kamu kenapa kamu jadi diam seperti ini."
Aliya tidak menjawab pertanyaan dari suami nya, dia lebih memilih melihat pemandangan di luar kaca mobil nya.
Fabian merasa jika Aliya yang masih merasa rindu dengan rumah nya, terutama kamar nya.
"Aliya, bagaimana kalau kamu setiap libur kuliah kamu bisa datang kembali ke rumah kamu. Tapi maafkan aku yang tidak bisa menemani mu yaa, kamu pasti mengerti kan Aliya sayang."
Aliya pun langsung memandangi wajah suaminya.
"Aku boleh main lagi ke rumah Mama,? serius kah itu. Ya aku mengerti jika kamu yang tidak bisa menemani aku, kamu mencoba untuk menghargai perasaan ku kan."
Fabian memberhentikan mobilnya karena sudah sampai di depan rumah nya.
"Aliya sayaaaaang, aku tidak mau seperti mengingatkan masalalu. Karena aku yang tidak bisa berlama-lama bersama dengan Mama kamu bukan aku tidak peduli sama kamu."
Fabian pun membuka kan pintu mobil nya, dan Aliya keluar dan membuka pintu gerbang.
Ketika mereka sampai di dalam rumah tidak seperti biasa nya, Aliya menayakan tentang pekerjaan suami nya.
"Bagaimana tadi kerja nya,? apakah ada sesuatu yang baru di kantor?."
Fabian merasa jika Aliya yang mulai memiliki perasaan terhadap pekerjaan Fabian yang memiliki sekertaris baru.
"Besok aku akan menjadi pemimpin rapat penting perusahaan."
__ADS_1
Aliya pun seketika langsung menghampiri suami nya.
"Wah, hebat sekali sayaaaaang. Aku doakan yaa semuanya berjalan dengan lancar yaa sayang kamu pasti bisa."
Aliya memberikan semangat untuk suami nya.
"Hmmmm, Aliya ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu sangat penting sekali."
Aliya melihat wajah Fabian yang sangat serius sekali.
"Ada apa sih, serius sekali. Ayo coba ceritakan."
Fabian merasa sangat berat sekali jika dia sampai mengatakan semuanya kepada Aliya.
Apalagi jika sampai Aliya mengetahui jika Veronica adalah mantan kekasih nya.
Fabian menundukan kepalanya dia tidak mau melihat ekspresi wajah Aliya.
"Sekertaris pilihan Mama,? dia seorang perempuan kah."
Fabian menganggukkan kepalanya dia tidak berani untuk menatap wajah Fabian.
"Kamu kenapa menundukkan kepalanya seperti itu,? aku tidak akan cemburu kok. Jika kamu bisa jujur berkerjasama karena pekerjaan tidak lebih dari itu."
Fabian tidak menyangka jika Aliya bisa sebijak itu, tapi ini karena Aliyaa yang tidak tahu jika Sekertaris itu adalah mantan kekasih suami nya.
"Terimakasih banyak yaa sayaaaaang, aku bahagia sekali mempunyai istri yang cantik baik dan selalu berpikiran positif."
__ADS_1
Aliya pun tersenyum dan masuk ke dalam kamar nya.
"Hmmmm seperti nya ini adalah sebuah kode."
Fabian memeluk erat Aliya dari belakang dan Aliya pun menikmati pelukan hangat tersebut dari suaminya.
"Tetap seperti ini jangan pernah berubah, selalu berpikiran positif terhadap suami mu ini. Karena suami mu yang sangat tampan ini membuat banyak wanita yang menginginkan nya."
Aliya pun melepaskan paksa pelukan erat dari Fabian.
"Oh, banyak yang menginginkan nya. Siapa saja yang menginginkan nya hah, apakah ada tante-tante cantik yang mencoba untuk menggoda mu kembali?."
Fabian memilih mengendong Aliya dan membaringkan nya di atas kasur
Aliya dan Fabian saling bertatapan wajah dan Fabian mencium bibir mungil Aliya.
"Aku sangat mencintaimu Aliya Mutiara sampai kapan pun."
Aliya memejamkan mata nya, ketika tangan Fabian yang mencoba untuk membuka kancing baju nya.
Fabian terus saja mencium bibir Aliya dan Aliya membiarkan suami yang menyentuh tubuh nya.
Fabian menginginkan jika malam ini bisa membuat nya bahagia dia bulan depan, dengan Aliya yang bisa segera mendapatkan dua garis.
Aliya membuka mata nya ketika ada tekanan cinta yang semakin kuat dia rasakan.
Fabian terus saja mengucapkan kata cinta kepada Aliya sehingga membuat Aliya yang menikmati permainan yang sedang di lakukan oleh suaminya.
__ADS_1
Mereka seperti menolak datang nya pagi hari karena ingin selalu mengulangi nya sampai merasa lelah.