Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *198*


__ADS_3

Aliya bersikap seperti biasanya karena dia yang memang harus pergi ke kampus, Aliyaa pergi duluan karena jam 7 dia harus ada di kelas.


Sikap dingin Fabian di abaikan oleh Aliyaa karena dia yang memang sangat fokus pada kuliah nya.


"Aliya terburu-buru sekali apakah benar karena jadwal kuliah nya, atau dia yang ingin bertemu dengan seorang."


Fabian mulai berpikir negatif terhadap Aliyaa karena dia yang tidak menemukan bukti pesan yang masuk.


Fabian pun memilih untuk langsung pergi ke kantor dia tidak sarapan memilih untuk sarapan di kantin.


Di perjalanan menuju ke kantor, Fabian seperti ingin melihat kondisi Rendy tapi merasa malas ketika bertemu dengan Kania.


"Maafkan aku ya Rendy, bukan tidak peduli tapi aku tidak ribut dengan Mama mu itu."


Fabian pun langsung memilih untuk pergi kantor nya, ketika Fabian sampai ternyata bersamaan dengan Miranda dan di belakang mereka berdua ada Veronica.


"Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa sekali ketika aku melihat mereka berdua, seperti tidak pernah terjadi apapun sebelum nya."


Veronica berjalan pelan-pelan di belakang Fabian dan Miranda.

__ADS_1


"Bagaimana dengan hubungan kalian berdua,? apakah Aliyaa bersikap baik dengan mu tidak?."


Fabian tidak bisa menceritakan kecurigaan nya karena memang tidak ada nya bukti.


"Hubungan ku dengan Aliyaa tidak seperti dulu, selalu saja ada tanjakan dan turunan karena jalan tidak selamanya mulus."


Fabian pun berjalan sangat cepat karena dia yang tidak sarapan pagi jadi dia menuju ke kantin.


Melihat Fabian yang berlari pergi, Veronica pun menghampiri Miranda.


"Selamat pagi Bu Miranda, pagi yang cerah sekali yaa hari ini."


Miranda hanya tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Veronica dan memilih untuk meninggalkan Veronica sendirian.


Veronica pun berjalan menuju ke ruangan nya, dia merasa salah tingkah jika melihat Fabian yang mengobrol dengan Miranda walaupun itu hanya bahasan pekerjaan.


***


Aliya selesai kuliah nya, dia menelephone Pak Denies untuk menjemput nya untuk pergi ke Rumah Sakit Permata.

__ADS_1


Aliya menunggu sambil memainkan handphone nya.


"Setelah aku mengobrol dengan Dokter El-Rivan, aku akan pergi ke Restoran Om Irfan untuk bisa melihat Siska dan kehamilan nya."


Jemputan Aliyaa pun akhirnya datang Aliyaa langsung masuk ke dalam mobil nya.


"Pak ke Rumah Sakit Permata yaa, tapi Mama jangan sampai tahu yaa."


Aliya memberikan kabar kepada Dokter El-Rivan.


*Dokter, sekarang saya sedang menuju ke Rumah Sakit yaa.*


*Baiklah Nona Aliyaa saya tunggu di ruangan saya*


Aliya terlihat sangat gugup sekali karena dia yang selalu memikirkan kegagalan.


"Ayo Aliyaa kamu harus yakin ini akan berjalan dengan baik, kamu bisa hamil menjadi seorang ibu."


Mendengar perkataan Aliyaa, Pak Denies pun mengerti jika Aliyaa yang sedang melakukan program kehamilan.

__ADS_1


Akhirnya sampai juga di depan Rumah Sakit, Aliyaa berharap jika dia tidak sampai bertemu dengan Kania karena itu hanya membuat nya emosional.


Aliya sampai memakai masker hitam ketika berjalan menuju ke ruangan Dokter El-Rivan, Dokter Putra memperhatikan Aliyaa dari jauh dan dia merasa sangat tenang sekali ketika Aliyaa yang mau mengikuti perintah Dokter El-Rivan.


__ADS_2