
Dokter El-Rivan begitu sangat serius sekali memandangi wajah Miranda dan membuat Miranda merasa sangat ketakutan.
"Bu Miranda, boleh kah saya berkata jujur dengan apa yang saya rasakan kepada Aliyaa. Jika saya merasa sangat bahagia ada di dekat Aliyaa."
Miranda pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Dokter El-Rivan, dia yang tidak menyangka jika Dokter El-Rivan bisa mengatakan perasaan nya kepada Aliyaa lewat dirinya.
"Saya belum bisa mengatakan nya kepada Aliyaa, karena saya tahu jika Aliyaa yang masih berstatus masih bersuami. Saya mengatakan ini kepada Bu Miranda, karena saya yang belum bisa berani berbicara dengan Aliyaa."
Miranda pun tersenyum manis kepada Dokter El-Rivan.
"Bukan Dokter El-Rivan itu menyukai Veronica, bukan Aliyaa. Apakah Dokter El-Rivan yang sudah di tolak oleh Veronica dan melampiaskan dengan Aliyaa. Maaf yaa Aliyaaaa itu Mutiara."
Miranda pun memilih untuk masuk ke ruangan Aliyaa dan melihat kondisi Aliyaa yang sudah membaik.
"Mama, pergi ke mana saja? kenapa sangat lama sekali yaa."
__ADS_1
Miranda mencium kening Aliyaa dan berada di samping Aliyaa.
"Mama sangat sibuk sekali di kantor, dan nanti kita berdua akan pergi ke pengadilan yaa. Kita selesaikan semua nya Aliyaa karena sudah ingin kamu yang tidak terikat cinta dengan Fabian."
Aliya merasa jika Mama nya yang sudah sangat pusing sekali dan Aliya pun memaklumi nya.
"Iya Mam, tadi Dokter bilang aku bisa pulang besok. Oh iya Mam, mama sudah melihat bayi nya Siska?."
Miranda langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak untuk apa dia bukan siapa-siapa kita, sekarang lebih baik kita fokus untuk kehidupan kita berdua saja. Tidak untuk terlalu dekat dengan orang lain, jika nanti kita akan mengalami kekecewaan saja."
"Tadi Rendy yang mendampingi Siska melahirkan, Rendy juga yang memberikan nama untuk ke dua anak-anak nya. Semoga saja Rendy bisa mengingat semua nya."
Miranda melihat calon istri Rendy yang luar biasa cantik dan juga pintar bisnis, Kania yang benar-benar memberikan yang terbaik untuk Rendy.
__ADS_1
"Bianca wanita muda yang cantik yang sudah memiliki bisnis skincare terbaik, dia adalah calon istri Rendy. Kania benar-benar menginginkan keturunan yang terbaik untuk anak nya , tapi Rendy yang sudah mempunyai anak dari Siska yang tidak di anggap oleh Kania."
Aliya pun memikirkan bagaimana perasaan Siska ketika melihat Rendy yang akan menikah dengan Bianca.
"Kita yang hanya bisa menjadi penonton saja, siapa yang akan mendapatkan Rendy. Yang bisa hidup bahagia bersama dengan Rendy."
Miranda menarik selimut Aliyaa, dia yang menginginkan Aliyaa untuk beristirahat.
"Kamu istirahat yaa, besok kamu harus kuliah. Dan ingat Aliyaa di saat kamu yang berpisah dengan Fabian. Jangan pernah langsung tergoda untuk bersama dengan lelaki lain, Mama takut mereka yang hanya akan memanfaatkan kamu saja."
Aliya lebih memilih untuk mengikuti apa yang di katakan oleh Mama nya, karena dia merasa apapun itu pasti yang terbaik untuk dirinya dan kehidupan nya nanti.
"Mama keluar dulu yaa, Mama yang mau mencari makan malam untuk Mama."
Miranda pun pergi dan Dokter El-Rivan memperhatikan Miranda.
__ADS_1
"Aku yang di tolak oleh Mama nya, tapi aku perhatikan Bu Miranda yang seperti sedang banyak sekali masalah."
Miranda yang tidak pergi untuk mencari makanan dia yang menyenderkan tubuhnya ke tembok sambil memejamkan mata nya.