
Bianca semakin penasaran dengan masa lalu Rendy bersama dengan mantan kekasih nya, dia pun seperti ingin mencari tahu informasi tentang kekasih Rendy.
"Kenapa yaa aku yang merasa tidak percaya jika hanya karena sebuah setatus, seperti nya ada yang lain yang di sembunyikan oleh Tante Kania."
Bianca tidak mungkin bertanya kepada Kania karena dia pasti menutupi semua nya.
"Aku pernah bertemu dengan pasangan tapi aku tidak tahu mereka itu siapa ya, bagaimana aku mencari informasi nya."
Bianca pun memilih untuk datang ke kantor Rendy, dia ingin bertanya langsung kepada Rendy.
Bianca pun masuk ke dalam mobil nya, dia kelihatan begitu sangat penasaran sekali.
"Semoga saja tidak ada Tante Kania di kantor, karena itu akan membuat aku tidak bisa berbicara tenang."
Bianca pun akhirnya sampai di kantor Rendy, dan dia pun masuk ke dalam.
Bianca yang bertemu dengan Fabian, Fabian pun tersenyum manis kepada Bianca.
"Selamat siang Mbak, mau bertemu dengan Rendy? eh maksud saya Pak Rendy."
__ADS_1
Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Fabian dan Fabian pun mengantarkan Bianca ke ruangan Rendy.
Rendy merasa sangat malas sekali ketika melihat wajah Bianca di hadapan nya.
Fabian pun memilih untuk keluar tapi Rendy melarang nya.
"Temani kita berdua di sini, kamu jangan pergi."
Bianca pun duduk dan mereka saling bertatapan wajah.
"Rencana pernikahan kita akan di adakan bulan depan, dan aku tidak mau yaa jika sesuatu hal terjadi hanya karena masa lalu mu bersama dengan kekasih mu itu."
"Aku tidak mengingat masa lalu ku, tapi sekarang kekasih ku yang dulu sedang hamil 8 bulan dan bulan depan dia melahirkan."
Fabian merasa sangat gemas sekali dia yang ingin sekali mengatakan pada mereka berdua jika Siska yang sedang hamil anak Rendy.
Tapi Fabian mereka hal itu percuma karena Rendy yang ingatan belum kembali.
"Apakah itu adalah anak mu Rendy,? tapi jika anak itu adalah anak mu kenapa kekasih mu tidak melihat pertanggung jawaban dari kamu."
__ADS_1
Fabian hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menahan mulut nya yang ingin sekali mengatakan yang sebenarnya terjadi.
Bianca pun memandangi wajah Fabian, dia merasa sikap Fabian yang menurut nya aneh.
"Apakah kamu mengetahui semuanya,? bukan kah kamu itu adalah sahabat baik Rendy kan."
Rendy pun memandangi wajah Fabian, dia ingin mengetahui Fabian yang akan bicara apa kepada Bianca.
"Saya memang adalah sahabat baik Rendy, tapi percuma saja jika saya bercerita yang sebenarnya terjadi pun Rendy yang tidak bisa mengingat nya."
Bianca pun berdiri dari tempat duduk nya dia menghampiri Fabian, semakin Bianca memperhatikan wajah Fabian semakin dia melihat ke tampan nan Fabian.
"Fabian dia sudah menikah, tapi sebetulnya lagi dia akan menjadi duda tampan. Fabian jauh lebih tampan apakah kamu menyukai Fabian?."
Pernyataan Rendy membuat Bianca merasa sangat malu sekali dia pun langsung menjauhi Fabian.
"Lebih baik aku pergi saja yaa, aku hanya menggangu Kalian berdua saja."
Fabian pun keluar dari ruangan Rendy dan Bianca yang masih saja memperhatikan Fabian.
__ADS_1
Rendy merasa jika Bianca yang menyukai Fabian karena Fabian yang kelihatan sangat tampan sekali.