Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #284#


__ADS_3

Rendy pun mendekati Bianca yang kelihatan memperhatikan Fabian.


"Jika kamu menyukai Fabian, dan sampai Mama ku mengetahui nya. Maka semua keburukan Fabian akan keluar dari mulut Mama ku."


Bianca memilih untuk pergi saja karena dia merasa tidak nyaman dengan perkataan Rendy.


"Aku pergi yaa, dan jangan sampai kamu berpikir yang tidak-tidak terhadap ku dan asisten pribadi kamu itu."


Bianca pun keluar dari ruangan ini bisa di jadikan Rendy sebagai alasan membatalkan pernikahan.


Bianca masih saja bisa melirikan mata nya kepada Fabian, dan Fabian pun langsung menatap nya.



"Jika Aliyaa dan Fabian benar-benar berpisah dan Bianca menyukai Fabian, itu tandanya Fabian yang memang selalu dengan wanita yang kaya raya."


Rendy kembali dengan pekerjaan nya dia sudah tidak mau memikirkan tentang Bianca di pikiran nya.


Bianca memilih untuk mencari Restoran yang ingin dia datangi, dia mencari Restoran yang terbaik di media sosial.


Dan dia pun melihat wajah yang tidak asing dia lihat.


"Restoran Irfan Riawan, seperti nya aku yang pernah melihat nya."


Bianca pun dengan cepat dia menuju ke Restoran tersebut tapi sayang nya Bianca yang tidak akan bertemu dengan Siska karena Siska yang sudah cuti untuk bekerja.


Bianca sampai di Restoran tersebut dan dia pun merasa jika Restoran tersebut begitu sangat mewah dan bersih.


"Aku suka Restoran ini, sangat nyaman sekali tempat nya."

__ADS_1


Bianca pun datang ke salah satu pegawai yang ada di sana, dia yang ingin bertemu dengan Irfan.


Pelayan tersebut pun langsung mengantarkan Bianca ke dalam ruangan Irfan.


Irfan mempersilahkan pegawai untuk masuk tapi begitu sangat terkejut nya Irfan ketika melihat Bianca yang ingin bertemu dengan nya.


"Silahkan duduk, kalau tidak salah kamu itu adalah calon istri Rendy yaa. Kita yang bertemu di tempat itu."


Bianca pun tersenyum dan Irfan memberikan Bianca minuman.


"Sikap di minum, ada keperluan apa ingin bertemu dengan saya."


Bianca pun meminum nya sebelum dia ingin bertanya kepada Irfan.


"Bulan depan aku akan menikah dengan Rendy, ini bukan pernikahan yang biasa Tante Kania menginginkan pernikahan yang mewah sekali tapi aku tidak mau menyesal di akhir. Aku tidak menghawatirkan masa lalu Rendy bersama dengan Siska, bisakah anda menceritakan semuanya."


"Siska sedang hamil anak Rendy, tapi ketika dia yang ingin bertanggung jawab. Rendy mengalami amnesia karena kecelakaan."


Bianca pun merasa sangat terkejut sekali ketika mengetahui semuanya.


"Kania tidak menginginkan kehadiran anak dari Siska hanya karena Siska tidak seperti dirinya, dan membuat Siska yang harus berkerja keras di sini. Siska di usir oleh keluarga nya dia juga harus mengakhiri kuliah nya sebagai seorang Dokter Specialis Anak karena kehamilannya nya."


Bianca pun merasa tidak percaya dengan sifat Kania yang sangat jahat sekali.


"Dan Rendy pun tidak mengetahui jika Siska yang sedang hamil anak nya sekarang,? astaga sangat tragis sekali cerita nya."


Bianca pun meminumnya kembali minuman nya sampai habis dia hampir saja di tipu oleh Kania.


"Lebih baik kamu ikuti saja permainan Kania, akan seperti apa kelanjutan ceritanya. Siska yang sedang hamil anak kembar lelaki, itu adalah yang akan menjadi penerus perusahaan besar milik nya."

__ADS_1


Bianca pun sampai menghelakan nafas panjang nya.


"Terimakasih banyak atas informasinya, saya tidak akan memberitahu hal ini kepada siapa pun. Kalau begitu saya permisi dulu yaa."


Bianca keluar dari ruangan Irfan dan dia pun berpapasan dengan Dokter Nadia, Bianca hanya tersenyum tipis kepada Dokter Nadia dia pun langsung segera pergi.


"Wanita itu calon istri Rendy, untuk apa dia di sini yaa."


Dokter Nadia pun langsung masuk ke dalam ruangan suaminya.


"Mas, untuk apa wanita itu datang ke sini? dia itu calon istri Rendy kan."


Irfan pun langsung memeluk erat istri nya karena kelihatan sangat emosional sekali.


"Iya sayang, dia sekarang sudah mengetahui semuanya. Dan ntah apa yang akan terjadi selanjutnya."


Dokter Nadia pun melepaskan pelukan erat suami nya.


"Tapi kamu tidak merasa tergoda kan dengan kecantikan nya,? dia cantik dan seksi sekali penampilan nya."


Irfan pun tersenyum manis ketika melihat istrinya yang cemburu kepada nya.


"Kamu cemburu dengan Bianca, mana mungkin aku tergoda sedang kan kita menikah saja baru beberapa hari sayang."


Irfan pun mencium kening istrinya dan wajah Dokter Nadia terlihat malu-malu sekali.


"Sudah yaa lebih baik sekarang kita pulang saja, kamu tidak sudah selesai praktek kan. Aku yang sangat merindukan mu sayaaaaang."


Irfan dan Dokter Nadia pun memilih untuk pulang ke Apartemen Irfan, mereka yang lebih untuk tinggal di sana.

__ADS_1


__ADS_2