Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (65)


__ADS_3

Fabian akhirnya pulang karena melihat kondisi kantor yang sudah sepi sekali.


"Semua nya sudah pulang, maafkan aku Aliya aku harus berbohong kepada mu. Karena aku tidak mungkin mengatakan bahwa Veronica itu adalah mantan ku, dia adalah cinta pertama ku pada waktu sekolah dulu."


Fabian merasa sangat lemas sekali untuk pergi ke rumah nya, dia tidak mau Aliya mengetahui nya.


"Semoga saja Aliya yang lebih memilih untuk diam di rumah atau main bersama dengan Siska, daripada dia yang datang ke Kantor melihat aku yang mempunyai sekertaris."


Fabian membuka pintu mobil nya dan dia pun masuk menyalakan mesin mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


"Aliya, pasti hawatir karena aku yang pulang telat. Dia tidak mungkin berani untuk menghubungi ku karena tidak mau mengganggu di saat berkerja."


Fabian pun akhirnya sampai di rumah nya, dia mengetuk pintu tapi tidak di buka kan oleh Aliya.


"Apakah Aliya yang sedang berada di luar yaa, tapi pintu nya tidak terkunci."


Fabian membuka pintu kamar nya, ternyata Aliya yang sedang tertidur dengan selimut yang menutupi wajah nya.


Fabian juga melihat kompresan botol di meja belajar Aliya.

__ADS_1


"Aliya demam,? kenapa dia memakai kompresan yaa."


Fabian pun memegang tangan dan kening Aliya yang tidak demam sama sekali.


"Seperti nya Aliya kecapean, kasihan sekali dia harus kuliah sampai seperti ini yaa."


Fabian pun menganti baju nya, dia tidak mau menganggu Aliya, Fabian memilih untuk tidur di kamar belakang.


Fabian merasa sangat capek sekali, dia pun membaringkan tubuhnya.


"Aku ingin sekali Aliya bisa cepat lulus menjadi seorang Dokter, mungkin ini akan membuat kedua orang tua ku bahagia. Ketika putra yang tidak bisa menjadi seorang Dokter ternyata menantu yang bisa menjadi seorang Dokter Specialis Anak."


Fabian juga membayangkan ketika dia yang mempunyai anak yang banyak, dia pasti akan sangat bahagia sekali.


Fabian hanya bisa tersenyum-senyum sendiri tidak sabar sekali ingin cepat semuanya menjadi kenyataan.


Aliya melihat baju kantor suami nya, dia pun langsung terbangun dari tidurnya.


"Aku ketiduran ternyata Mas Fabian sudah pulang kerja, Astaga aku belum bisa masak untuk nya."

__ADS_1


Aliya pun langsung membuka pintu kamar nya dan dia tidak melihat keberadaan suaminya.


"Di mana ya, apakah mungkin di dapur yaa."


Aliya berjalan menuju ke dapur tapi dia tidak menemukan suami nya.


"Di dapur tidak ada dan mobil nya pun ada di depan rumah, pergi ke mana yaa."


Aliya pun kembali ke kamar nya, dia membuka pintu kamar ke dua nya. Dan ternyata dia melihat suami yang sedang terbaring memejamkan mata nya tapi sambil tersenyum.


Aliya pun membangunkan suaminya yang seperti nya sedang bermimpi indah.


"Mas, bangun ihhh. Senyum-senyum sendiri begitu lagi membayangkan apa sih."


Fabian seketika langsung terkejut ketika dia melihat Aliya yang ada di hadapannya.


"Aliya Mutiara, bukan kah kamu tadi tidur yaa kenapa sekarang ada di kamar ini."


Aliya menatap wajah Fabian dengan serius sekali.

__ADS_1


"Kamu, kenapa kamu pindah ke kamar belakang. Apakah ada yang kamu sembunyikan dari aku hah."


Fabian pun langsung terbangun dari tidurnya.


__ADS_2