
Dokter Nadia memberikan resep obat untuk Miranda.
"Kamu harus obatnya dan mencoba untuk selalu berpikiran positif jangan marah-marahnya."
Dokter Nadia pun bersiap untuk pamit dia tersenyum manis kepada Miranda.
"Aku pulang dulu yaa semoga secepatnya sembuh."
Dokter Nadia berjalan menuju ke pintu kamar dan membuka melihat Aliyaa yang sedang mengobrol dengan Siska.
Dokter Nadia pun langsung menghampiri mereka berdua.
"Aliya, seperti nya Siska harus pulang yaa karena dia ibu hamil yang butuh beristirahat."
Mereka berdua pun terlihat seperti sangat sedih sekali untuk berpisah.
"Temani Mama yaa, obat harus di minum yaa."
Aliya pun beranjak dari tempat duduk nya untuk menghampiri Mama nya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Dokter Nadia, sudah mau datang dan mengobati Mama."
Dokter Nadia pun hanya tersenyum tipis dan bersiap-siap untuk pergi.
"Al, aku pergi dulu yaa. Semoga Mama kamu cepat sembuh yaa."
Siska dan Dokter Nadia pun berjalan menuju ke luar rumah Aliyaa dan Dokter Nadia kelihatan seperti kebingungan sekali.
Mereka berdua pun masuk dan berada di dalam mobil.
"Ada apa Dokter Nadia,? kenapa dengan Tante Miranda."
"Seperti nya Aliya memang tidak pantes bersama dengan Fabian, Aliyaa harus mendapatkan lelaki yang benar-benar tulus mencintai nya."
Dokter Nadia pun menjalankan mobil nya menuju ke rumah nya.
Siska berpikir apa yang membuat Dokter Nadia yang dulu nya membela hubungan mereka berdua sekarang lebih memilih untuk mereka berdua tidak bersatu kembali.
"Siska jangan lupa yaa sebelum istirahat kamu cuci tangan dan wajah setelah itu minum susu hangat dan tidur dengan nyenyak yaa."
__ADS_1
Siska menganggukkan kepalanya dia selalu mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter Nadia.
"Hmmmm, Dokter Nadia. Tadi aku berbicara seperti ini kepada Aliyaa, jika nanti aku yang bisa melahirkan dua bayi ku ini dengan selamat aku akan mengijinkan Aliya untuk mengurus salah satu anak ku ini."
Dokter Nadia begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Siska.
"Kenapa kamu memberikan anak mu kepada Aliyaa,? apakah karena kamu yang terlalu sayang kepada Aliyaa? sampai kamu melakukan ini semua?."
Siska menggelengkan kepalanya sambil menangis.
"Lebih dari itu Dokter, aku ingin salah satu anak ku bisa merasakan sesuatu yang lebih. Dia di besarkan oleh orang yang berkecukupan karena aku hanya sendirian Dokter. Orang tua ku tidak ada untuk ku dan bayi ku ini dan aku pun tidak mungkin tinggal bersama dengan Dokter Nadia selamanya."
Dokter Nadia merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan Siska.
"Kamu sedang hamil anak dari keluarga kaya raya Siska, anak mu itu lelaki loh. Itu pasti sangat di tunggu-tunggu oleh keluarga Randy apalagi Kania dia pasti akan luluh jika mengetahui cucu nya kembar dan berjenis kelamin laki-laki."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah Dokter Nadia, dan Siska terus saja menangis membuat Dokter Nadia mencoba untuk menenangkan Siska.
"Siska, kamu bisa tinggal di sini sampai kapan pun sayaaaaang. Apalagi nanti jika kamu yang sudah melahirkan kita urus ke dua nya bersama-sama yaa, jangan semudah itu berpikir untuk memberikan anak mu yaa karena kita tidak pernah tahu rezekinya akan seperti apa."
__ADS_1
Siska dan Dokter Nadia pun berjalan menuju ke kamar masing-masing.