Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 29.


__ADS_3

Setelah selesai makan Aliya seperti merasakan kesakitan di bagian bawah perut nya, Aliya terdiam dan menahan rasa sakit tersebut karena Aliya yang tidak mau membuat suami hawatir kepada nya.


Aliya memejamkan mata nya, sambil memegang perut nya.


"Aliya kamu baik-baik saja kan,? kamu kenapa Aliya seperti sangat kesakitan sekali."


Fabian mulai menghawatirkan kondisi Aliya.


"Hmmmm aku baik-baik saja kok, cuman mungkin aku yang kebanyakan makan tadi jadi perut ku merasa sedikit kesakitan."


Aliya mencoba untuk membuat Fabian tidak menghawatirkan kondisi nya.


"Yasudah kamu masuk ke kamar yaa, biar semua nya aku yang bereskan."


Fabian mengendong Aliya masuk ke dalam kamar nya, dan membaringkan tubuh Aliya di tempat tidur.


"Terimakasih banyak ya Mas, kamu baik sekali sama aku."


Fabian mengelus-elus perut Aliya yang kesakitan.


"Tunggu yaa sebentar, setelah selesai pekerjaan di dapur. Aku pasti kembali untuk menemani kamu."


Fabian membiarkan Aliya sendirian di kamar nya, dan Aliya pun merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa sekali.

__ADS_1


"Kenapa yaa aku menjadi seperti ini, pada saat aku datang bulan aku merasakan rasa sakit yang luar biasa sekali tidak seperti biasanya dan sekarang tiba-tiba saja aku merasa sakit di bagian bawah perut."


Aliya sampai meneteskan air mata nya untuk menahan rasa sakit nya, dia tidak berani memanggil suaminya yang sedang sibuk membereskan semuanya di dapur.


Aliya pun mencoba untuk mengambil handphone dan mencari tahu tentang penyakit apa yang sebenarnya menyerang nya


Tapi ketika Aliya hendak mencari tahu, Fabian datang dengan membawa minuman hangat dan kompres untuk perut Aliya.


"Aku kompres yaa perut nya sayaaaaang, supaya mengurangi rasa sakit nya yaa."


Fabian yang begitu sangat setia kepada Aliya membuat Aliya semakin takut untuk kehilangan Fabian.


"Aliya, lebih baik kamu periksa kan yaa. Karena kamu yang selalu merasakan kesakitan yang luar biasa di daerah perut ini. Aku sangat hawatir sekali terjadi sesuatu dengan kamu sayaaaaang."


Aliya tersenyum tipis kepada Fabian sambil memegang wajah nya.


Aliya mencoba untuk meyakinkan suami nya jika dia baik-baik saja.


"Yasudah mulai besok kamu nggak usah masak yaa, kamu juga jangan terlalu kecapean dengan pekerjaan rumah. Kamu hanya harus fokus saja dengan kuliah kamu yaa."


Fabian membelai rambut panjang Aliya dia merasa sangat kasihan sekali melihat kondisi istri nya tersebut.


"Iyaa sayaaaaang iyaa, yasudah kita sekarang tidur yaa. Hari ini aku tidak ada tugas jadi bisa langsung istirahat."

__ADS_1


Fabian pun memberikan minuman hangat untuk Aliya.


"Sebelum tidur ayo minum teh hangat ini yaa, ini aku yang buat dengan penuh cinta dan pasti kamu akan langsung sehat kembali."


Aliya pun meminum nya sampai habis.


"Terimakasih banyak yaa suamiku."


Fabian hendak mematikan lampu kamar nya tapi di tahan oleh Aliya.


"Sebelum tidur aku ingin sekali mendengar cerita kamu kembali ke perusahaan bagaimana,? dan sikap Mama sama kamu seperti apa."


Pertanyaan Aliya membuat Fabian seketika langsung terdiam, Fabian tidak mungkin memberitahu Aliya jika sikap Mama masih saja seperti dulu tidak berubah sama sekali.


Tapi Fabian pun tidak mau membuat Aliya menjadi kepikiran dengan nya.


"Hmmmmm, sikap Mama kamu sedikit canggung sama aku. Yaa bagaimana lagi dia harus menerima kenyataan bahwa aku sekarang adalah menantu nya."


Aliya begitu sangat merindukan Mama nya, dia ingin sekali bisa memeluk erat tubuh Mama nya seperti dulu lagi.


"Aliya kamu ko nangis sih sayaaaaang, aku kan nggak bercerita tentang kesedihan loh."


Fabian menghapus air mata Aliya dengan tangan nya.

__ADS_1


"Aku kangen Mama, aku merindukan Mama yang dulu."


Ucap Aliya dengan suara yang sedikit bergetar.


__ADS_2