Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *188*


__ADS_3

Veronica sampai di kantor dan dia pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Miranda dia langsung masuk ke ruangan Fabian.


"Aku di suruh Bu Miranda untuk berkerja di sini, semoga pekerjaan ini cepat selesai."


Veronica menggeserkan kursi nya dan dia langsung duduk saling berhadapan dengan Fabian.


"Bagaimana kondisi Rendy,? apakah dia sudah sadarkan diri?."


Fabian begitu sangat hawatir sekali dengan Rendy karena dia juga kasihan kepada Siska.


"Rendy sudah sadarkan diri tapi dia hilang ingatan nya, di saat Siska yang sekarang sedang mengandung anak nya."


Fabian begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar cerita dari Veronica.


"Kasihan sekali Siska, lalu sekarang bagaimana dengan Siska?."


Fabian semakin penasaran sekali dengan cerita selanjutnya.


"Siska dia sekarang tinggal bersama dengan wanita yang seperti seorang Dokter, dan dia pun kelihatan sangat sayang sekali dengan Siska apalagi Siska yang sudah di usir oleh orang tua nya dan lebih memilih untuk tidak melanjutkan kuliah nya karena dia mau berkerja di sebuah Restoran."

__ADS_1


Mendengar cerita Veronica, Fabian yakin jika wanita yang di sebutkan oleh Veronica itu adalah Dokter Nadia dan Siska berkerja di Restoran Irfan.


Fabian melanjutkan kembali pekerjaan nya, dan Veronica pun juga terlihat sangat serius sekali.


Miranda memperhatikan mereka berdua, dia merasa tidak ada perasaan terhadap mereka berdua.


"Aliya yang terlalu berlebih-lebihan mungkin karena dia yang ketakutan untuk kehilangan Fabian."


Handphone Miranda bergetar dia melihat ada pesan masuk dari Aliyaa.


*Mam, aku kembali ke rumah sekarang. Tadi aku mencoba untuk menghubungi Siska tapi tidak di jawab. Aku juga mengirimkan pesan kepada Siska tapi aku rasa seperti nya Siska yang ingin menyindir*


"Siska sudah aku anggap seperti anak ku, aku ingin sekali Siska bisa tinggal bersama dengan ku dan Aliya. Mungkin saja jika Aliyaa ikut merawat anak Siska keajaiban akan datang untuk Aliyaa."


Miranda masih berharap Aliyaa bisa segera hamil, walaupun dia tahu itu adalah sebuah keajaiban untuk nya.


Miranda masuk ke dalam ruangan Fabian dia melihat pekerjaan yang mulia selesai.


"Kalian berdua memang sangat hebat sekali yaa, kalian bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik."

__ADS_1


Miranda memeriksa hasil pekerjaan Fabian dan Veronica.


"Tulisan kalian berdua rapih sekali yaa dan hampir sama apakah kalian berdua satu sekolah."


Pertanyaan Miranda membuat mereka berdua langsung terkejut sekali dan Miranda pun tersenyum.


"Abaikan pertanyaan ku yang tadi yaa, silahkan kalian lanjutan kembali pekerjaan an."


Miranda pun keluar dari ruangan tersebut dan Veronica menghela nafas panjang nya.


"Apakah kamu memikirkan hal yang sama,? bagaimana jika Bu Miranda mengetahui kita yang bukan hanya satu sekolah tapi juga satu kelas sampai 3 tahun lama nya."


Veronica kelihatan sangat gugup sekali dia yang tidak mau kehilangan pekerjaan nya karena dia yang memiliki banyak angsuran untuk melunasi hutang Ayah nya.


"Itu kah hanya masa lalu, untuk apa di takutkan lagi pula aku yang sudah berumah tangga sekarang."


Veronica melihat Fabian yang kelihatan sangat santai sekali, dia yang seperti tidak menghawatirkan hal tersebut.


"Fokus dengan pekerjaan, tidak usah membahas atau mengingat lagi perkataan yang tadi hanya membuat konsentrasi tidak fokus."

__ADS_1


Veronica pun mengikuti apa yang di katakan oleh Fabian.


__ADS_2