
Irfan pun turun dari mobil nya dan dia melihat Siska yang baru saja turun dari taksi, Irfan pun memilih untuk menghampiri Siska.
"Siska, kamu pasti mau melihat Aliyaa kan. Ayo kita bareng karena Om tidak tahu ruangan nya di mana."
Siska hanya menganggukkan kepalanya tidak seperti biasanya Siska yang selalu ceria di saat di ajak bicara.
"Siska kamu baik-baik saja kan,? kamu pasti sedang mempunyai masalah besar yaa."
Irfan memegang tangan Siska, Siska yang sedang berjalan pun tiba-tiba saja langsung terdiam.
"Aku mempunyai permasalahan besar sekali, ini tentang masa depan ku juga. Aku melakukan kesalahan kotor yang tidak akan bisa bersih sekali aku sangat rendahan sekali."
Irfan pun melepaskan genggaman tangan nya dan Siska berjalan menuju ke ruangan Aliyaa.
Irfan hanya mengikuti Siska sampai akhirnya mereka berdua pun sampai di depan pintu ruangan Aliyaa.
Siska pun mengetuk pintu dan Dokter Nadia langsung membuka nya, kedatangan Siska bersama dengan Irfan membuat Dokter Nadia merasa aman agar Aliyaa tidak mencurigai hubungan mereka berdua.
"Siska dan Om Irfan, wah senang sekali kalian berdua bisa datang bersamaan ke sini."
__ADS_1
Irfan pun langsung menghampiri Aliyaa dia memberikan buah-buahan untuk Aliyaa.
"Cepat sembuh yaa Aliyaaaa, kamu wanita yang kuat."
Aliya tersenyum manis kepada Irfan yang sudah memberikan nya semangat.
"Terimakasih banyak Om Irfan atas kata-kata penyemangat nya yaa, aku akan mencoba untuk tetap semangat terus."
Dokter Nadia melihat kedatangan Irfan dan Aliya yang begitu sangat dekat sekali.
Aliya memperhatikan Siska yang hanya terdiam saja, Aliyaa merasa terjadi sesuatu dengan Siska tapi Siska tidak mungkin bercerita dengan Aliyaa karena ada Dokter Nadia dan Om Irfan.
*Om bisa tinggalkan kita berdua seperti nya Siska sedang mempunyai masalah*
Aliya tetap berpura-pura seperti sedang mengetik agar Siska dan Dokter Nadia tidak mencurigai nya.
Tidak lama kemudian handphone Irfan pun bergetar dan dia pun langsung membaca pesan dari Aliyaa.
Melihat Om Irfan yang sudah membaca pesan nya Aliyaa masih saja memainkan handphone nya.
__ADS_1
"Hmmmmm, Dokter Nadia. Bagaimana jika kita mengobrol sebentar di kantin ada yang ingin saya bicarakan dengan Dokter. Ini seputar penyakit yang sering saya rasakan setiap saya kecapean selesai bekerja."
Dokter Nadia merasa ada yang aneh dengan sikap Irfan kepadanya, Irfan yang baru saja sampai dia langsung meminta untuk pergi dari ruangan tersebut.
Karena melihat Dokter Nadia yang seperti orang kebingungan, Irfan pun langsung menarik tangan Dokter Nadia dan mereka berdua akhirnya keluar dari ruangan tersebut.
Ketika sudah berada di luar, Irfan pun langsung meminta maaf atas perilaku yang sedikit kasar pada Dokter Nadia.
Dokter Nadia hanya tersenyum tipis ketika Irfan yang meminta maaf kepada nya.
"Sebenarnya ada apa yang terjadi, ini seperti nya sebuah perencanaan sebelumnya."
Dokter Nadia melirikan mata nya kepada Irfan dan membuat Irfan akhirnya mengakui jika dirinya di suruh oleh Aliyaa.
"Iyaa maafkan yaa, Aliyaa yang menyuruh saya untuk keluar ruangan karena dia merasa terjadi sesuatu dengan Siska."
Mereka berdua pun berjalan menuju ke kantin Rumah Sakit dan duduk berhadapan bersama.
Irfan merasa berterima kasih sekali kepada Aliyaa akhirnya dia bisa berduaan bersama Dokter Nadia.
__ADS_1