Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 07.


__ADS_3

Miranda menghela nafas panjang nya nafsu makan nya yang tiba-tiba saja langsung menghilang begitu saja.


"Aku tidak bisa memaksa kan Aliya untuk bisa tinggal bersama dengan ku, karena sekarang Aliya adalah itu adalah tanggung jawab suami nya. Jadi aku tidak akan pernah bisa memaksa kan nya."


Dokter Nadia melihat ekpresi wajah Miranda yang tiba-tiba saja langsung berubah.


"Ya, jika memang benar sekali. Semua nya adalah sesuai dengan keinginan Aliya dan juga Fabian tapi apakah kamu sudah bisa bersikap manis kepada Aliya sebagai putri kesayangan mu yang dulu."


Dokter Nadia begitu sangat menginginkan Miranda bersikap seperti dulu lagi, bersikap baik kepada Aliya sebelum mereka mengetahui jika lelaki yang di cintai oleh Miranda lebih memilih menikah dengan anak nya.


"Nadia, aku rasa sekarang Aliya sudah mendapatkan kasih sayang yang tulus dari Fabian. Kamu jangan memaksa ku untuk melakukan apa yang kamu inginkan karena kenyataannya aku pernah menjalani hubungan dengan Fabian dan sekarang Fabian menikah dengan Aliya dan tidak semua itu rasa sakit hati ini langsung menghilang begitu saja."


Miranda pun memilih untuk tidak melanjutkan makan nya, dia pergi dari tempat duduk nya.


"Maaf yaa permisi, seperti nya aku harus segera pergi dari sini. Banyak sekali pekerjaan aku di kantor yang harus aku lakukan sendiri."

__ADS_1


Miranda pun memilih meninggalkan Dokter Nadia.


"Miranda, aku rasa kamu masih menyimpan rasa cinta terhadap Fabian. Aku tidak yakin jika Miranda tidak mempunyai rencana-rencana licik nya yang hanya untuk bisa membuat nya bahagia dengan keinginan nya."


Dokter Nadia pun merasa sangat merindukan sekali Aliya.


"Aliya, aku sangat merindukan sekali Aliya. Aku masih tidak menyangka sekarang dia yang sudah menikah dan mungkin sebentar lagi dia akan mempunyai seorang anak."


Dokter Nadia begitu sangat sayang sekali dengan Aliya, semenjak dia mengetahui Miranda yang sudah tidak peduli kepada Aliya.


"Nadia benar-benar membuat ku pusing sekali, aku yang sebelumnya aman tidak pernah hipertensi sekarang seperti nya aku mengalami lagi penyakit itu."


Miranda terus saja memegang kepala nya, dia benar-benar merasa sakit di bagian kepala nya.


"Miranda kamu harus tenang Miranda, jangan sampai kamu sakit dan masuk ke Rumah Sakit untuk di rawat. Siapa yang akan peduli terhadap mu tidak akan pernah ada."

__ADS_1


Dokter Nadia memperhatikan mobil Miranda yang tidak juga pergi.


"Sudah lumayan lama Miranda masuk ke dalam mobil nya, dan dia tidak juga pergi. Apa yang sedang terjadi dengan nya yaa. Apakah penyakit hipertensi nya kambuh kembali."


Dokter Nadia terus saja memperhatikan mobil Miranda, dan dia juga merasa sedikit hawatir dengan Miranda.


"Apakah aku menghampiri nya saja yaa, aku jadi sedikit hawatir dengan nya."


Ketika Dokter Nadia hendak menghampiri mobil tersebut tapi ternyata mobil Miranda pun langsung pergi dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.


"Astaga Miranda, cepat sekali dia mengendarai mobil nya. Apakah dia tidak takut terjadi sesuatu dengan nya."


Dokter Nadia memilih untuk kembali menikmati makanan yang dia pesan.


"Aku menikmati hari libur praktek sendiri, tapi nanti setelah Aliya pulang dari honeymoon nya. Aku akan bersama dengan nya."

__ADS_1


Dokter Nadia memandangi foto pernikahan Aliya di handphone nya.


__ADS_2