
Aliya yang lebih memilih untuk tidak pulang ke rumah nya dia berharap Fabian untuk menjemput nya.
"Ahhhh kenapa dia tidak menelephone ku yaa, tidak mengirimkan pesan untuk ku. Apakah dia memang benar-benar ingin melupakan ku."
Handphone Aliyaa bergetar dan dia berharap jika itu adalah pesan dari Fabian suaminya.
"Dokter El-Rivan, untuk apa yaa dia mengirimkan pesan kepada ku."
Aliya pun langsung membaca pesan tersebut.
*Selamat siang Nona Aliyaa, maafkan menggangu waktu nya. Bisakah kita berdua bertemu sekarang*
*Bertemu untuk apa yaa, saya kemarin kan sudah cek luka operasi dan hasil nya bagus*
*Ini bukan masalah itu tapi untuk Nona Aliyaa mengenai program kehamilan*
*Baiklah saya mau ketemuan, bagaimana jika di Restoran ini*
Aliya mengirimkan gambar Restoran milik Irfan dan beruntung sekali Dokter El-Rivan mengetahui nya.
...*Baiklah saya akan segera pergi ke sana*...
__ADS_1
...*Oke saya juga*...
Tanpa Aliyaa mengetahui yang ini adalah ide dari Dokter Putra dia yang meminta Dokter El-Rivan untuk menawarkan program kehamilan kepada Aliyaa.
Aliya yang mulai bersiap-siap untuk berangkat dan dia yang diantar oleh supir pribadi nya Pak Denies.
Di perjalanan Aliyaa tidak akan pernah menyangka jika dia yang akan bertemu dengan Siska di Restoran tersebut.
Dokter El-Rivan yang sudah sampai duluan Siska langsung menyadari nya.
"Dokter El-Rivan, dia sini menuggu siapa yaa."
Tidak lama kemudian datang Aliyaa dan dia pun langsung menghampiri Dokter El-Rivan.
Siska yang sedang berkerja dia tidak bisa menghampiri mereka berdua, padahal Siska ingin sekali mendengar kan pembicara mereka berdua.
"Nona Aliyaa kita langsung saja yaa pada intinya, saya menawarkan kepada Nona Aliyaa untuk membuat program kehamilan. Bagaimana ini supaya mempermudah kehamilan."
Aliya pun seketika langsung terdiam ketika mereka nya, dia yang ingin mempunyai anak dia juga yang harus berjuang.
"Bagaimana Nona Aliyaa,? kita lakukan program kehamilan terlebih dahulu sampai beberapa bulan setelah itu kita lihat hasilnya."
__ADS_1
Aliya merasa dia tidak perlu memberitahu kepada Fabian, karena diantara mereka berdua Aliyaa yang bermasalah.
"Mulai kapan aku bisa melakukan program kehamilan itu,? aku akan mencoba nya."
Dokter El-Rivan pun memberikan jadwal Dokter yang bisa di ajak Aliyaa untuk konsultasi juga.
"Aku ambil yaa kertas ini dan semoga saja aku bisa segera hamil."
Aliya pun memilih untuk langsung pulang, dia seperti tidak mau berlama-lama dengan Dokter tampan tersebut.
"Sudah selesai kan yaa, aku pulang dulu yaa."
Siska memperhatikan Aliya yang tidak melihat dirinya.
"Aliya dia langsung pergi saja, tapi baguslah dia tidak melihat aku di sini."
Siska pun kembali berkerja sampai memperhatikan Dokter El-Rivan. Setelah Aliyaa pergi Siska melihat Dokter El-Rivan yang seperti sedang menelephone penting sekali.
"Kenapa aku melihat seperti sangat mencurigakan sekali yaa, Dokter El-Rivan menelephone seseorang wajah nya sangat serius sekali."
Irfan yang baru saja keluar kembali dari ruangan nya dia melihat wajah Siska yang seperti sedang memperhatikan seseorang.
__ADS_1
Dan Irfan pun memilih Siska yang sedang memperhatikan seseorang lelaki yang sedang menelephone.