Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #232#


__ADS_3

Jam kerja berakhir Fabian pun dengan rencana nya dia akan pergi ke rumah Miranda untuk memberikan mobil tersebut.


Rendy yang mengetahui nya dia pun langsung menghampiri Fabian sebelum pergi.


"Fabian, ingat yaa kamu harus jaga emosi mu yaa. Harga Aliyaa dia adalah istri mu."


Fabian pun seketika langsung pergi ketika mendengar perkataan dari Rendy dan Rendy pun merasa sangat hawatir sekali dengan Fabian.


"Dari wajahnya Fabian seperti sangat emosional sekali, lebih baik aku ikuti saja tanpa sepengetahuan Fabian."


Rendy menuggu Fabian untuk pergi dsn setelah itu baru saja dirinya yang pergi untuk mengikuti mobil Fabian.


Rendy sebisa mungkin dia tidak sampai Fabian mengetahui nya, Fabian pun menjalankan mobil nya dengan sikap yang tinggi sekali.


"Sudah ku duga Fabian yang sedang emosi dan bertemu dengan Tante Miranda, maka mereka berdua pun akan bertarung."


Fabian pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang dan tidak harus menunggu lama Miranda berada di belakang mobil Fabian.


Melihat mobil Miranda yang datang, Fabian pun keluar dari mobil dan begitu juga dengan Miranda yang langka menghampiri Fabian.


"Ada apa Fabian,? apakah kita ke sini untuk meminta maaf kepada Aliyaa? atas sikap mu kepada Aliyaa?."

__ADS_1


Fabian tersenyum sinis ketika mendengar perkataan Miranda kepada nya.


"Aku datang bukan untuk meminta maaf bahkan untuk meminta harta kekayaan, tapi aku datang untuk menyerahkan pasilitas untuk sudah di berikan karena sekarang sudah bukan lagi bagian dari perusahaan."


Miranda terdiam ketika mendengar ucapan Fabian, dia tidak menyangka jika Fabian bisa berbicara seperti itu kepada nya.


"Ada apa dengan kamu Fabian,? kenapa sampai harus seperti ini? hanya karena permasalahan rumah tangga kamu sampai melakukan ini semua nya? kamu itu suami Aliyaa dan jika kamu menginginkan mobil itu silahkan ambil saja."


Rendy mulai keluar dari mobil nya dan dia pun mulai mendekati gerbang tersebut.


"Aku tidak mau memakai nya lagi, aku sekarang ingin berjuang dengan uang ku sendiri. Aku bukan Fabian yang dulu yang hanya mengikhlaskan uang saja."


Fabian memberikan kunci mobil tersebut kepada Miranda dan Fabian pun memilih untuk langsung pergi.


Miranda merasa sangat kesal sekali dia melemparkan kunci mobil tersebut ke belakang punggung Fabian.


Seketika membuat Fabian pun membalikkan badannya dan menghampiri Miranda, Rendy pun langsung berlari menghampiri Fabian .


"Kamu tidak punya rasa malu yaa, dengan apa yang sudah kamu nikmati. Kamu sudah tidur bersama dengan ku dan kamu juga bisa menikah dengan putri kesayangan ku dan sekarang kamu pergi begitu saja Fabian."


*Plaaaakkkk, Plaaaakkkk*

__ADS_1


Begitu sangat terdengar keras Miranda menampar wajah Fabian dengan emosional nya.


Fabian pun langsung memegang pipinya dan tersenyum tipis kepada Miranda.


"Kenapa kamu harus mengulang perkataan itu,? kamu mengucapkan kata-kata yang tidak panas di ucapkan di luar seperti ini dan akhirnya Rendy pun mengetahui nya."


Rendy yang merasa malu dia pun hanya menundukkan kepalanya dia tidak bicara sama sekali.


"Miranda, aku pun akan berjanji akan membayar biaya kuliah mu dulu kepada ku."


Aliya begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Mama nya dan Fabian yang sedang berbicara seperti sangat serius sekali di depan gerbang.


"Ada apa dengan mereka berdua yaa, dan ada Rendy juga yaa di sana."


Aliya pun memilih untuk langsung turun dari mobil nya dan berlari menghampiri Mama nya, melihat kedatangan Aliyaa Fabian pun langsung pergi bersama dengan Rendy.


Aliya melihat mobil Fabian yang di biarkan begitu saja begitu juga kunci mobil nya yang terjatuh di tanah.


Aliya mengambil kunci tersebut dan melihat kondisi Mama nya yang seperti orang yang mau pingsan.


Aliya pun berteriak kepada satpam dan Supir pribadi nya untuk membawa Mama nya ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2