
Aliya dan Fabian pun bersiap-siap untuk pergi dan bersalaman terlebih dahulu dengan Ibu nya.
Lania melambaikan tangan nya ketika Aliya dan Fabian masuk ke dalam mobil nya.
"Semoga kalian berdua selalu bahagia, sampai takdir yang memisahkan kalian berdua."
Lania masuk ke dalam rumah nya dia yang sedang menjalani sebuah bisnis.
Aliya melihat Fabian tidak seperti biasa nya, Fabian yang diam seperti melamun.
"Mas, kamu kenapa sih. Aku lihat kamu yang seperti tidak bersemangat seperti ini. Padahal ini kan hari pertama kamu berkerja."
Fabian tidak mau membuat Aliya sedih karena sebenarnya dia memang tidak ingin kembali ke perusahaan itu, apalagi harus bertemu dengan Miranda.
"Aku tidak apa-apa kok, aku hanya sedikit gugup lagi. Karena harus berkerja kembali di perusahaan milik Mama kamu."
Mereka pun akhirnya sampai di depan kampus, dan Aliya melihat Siska yang sedang duduk.
"Ahhhhhh itu Siska, wahhhh dia sedang apa di situ tidak seperti biasa nya."
Mobil Fabian pun langsung berhenti dan Aliya keluar dari mobil nya.
__ADS_1
Aliya berlari menghampiri Siska dan Siska pun sangat terkejut sekali ketika melihat Aliya ada di hadapan nya.
"Aliyaaaa Mutiara, akhirnya kamu kembali."
Siska berteriak-teriak sambil memeluk erat tubuh Aliya.
"Iyaa, aku kan hanya cuti beberapa hari saja. Dan sekarang aku kembali lagi. Dan aku juga tinggal di rumah yang dulu loh."
Melihat Aliya dan Siska yang sedang mengobrol.
Fabian pun turun dari mobil nya dan menghampiri mereka berdua.
"Aliya, aku pergi ke kantor dulu yaa. Dan kamu Siska jika sudah selesai kuliah kamu bisa main dulu di rumah yaa. Sampai aku pulang kerja."
"Baiklah Kak Bian, aku pasti akan mengobrol banyak dengan Aliya di rumah itu. Dan jangan hawatir yaa Aliya tidak akan merasa kesepian."
Fabian pun akhirnya kembali masuk ke dalam mobil nya untuk menuju ke kantor.
Aliya dan juga Siska pun berjalan menuju ke kelas mereka.
Aliya yang mulai sibuk dengan pelajaran dan tugas-tugas di kampus nya.
__ADS_1
Fabian terus saja memikirkan bagaimana ketika dia kembali lagi ke perusahaan itu.
"Semoga saja Miranda tidak seperti dulu, semoga saja Miranda tidak menjadi Wanita Kesepian lagi. Dan semoga saja ada lelaki muda yang bisa menghibur nya."
Fabian memilih untuk masuk ke dalam kantor ketika bell masuk berbunyi.
Tapi Miranda melihat mobil Fabian, dan dia tersenyum tipis ketika Fabian kembali ke kantor nya.
"Fabian akhirnya kembali, itu sangat bagus sekali."
Miranda pun memakai kacamata hitam nya dan berjalan menuju ke dalam kantor nya.
Fabian yang memperhatikan Miranda merasa sangat muak sekali ketika melihat Miranda yang tersenyum tipis sambil melihat ke arah mobil nya.
"Senyuman apa itu, apakah senyuman sebuah permainan yang di mulai kembali. Tidak aku tidak akan pernah terpengaruh dengan bujukan nya karena cinta ku sangat kuat sekali untuk Aliyaaaa Mutiara."
Akhirnya Fabian pun turun dari mobil nya, dan dia berjalan menuju ke kantor kembali.
Semua pegawai yang ada di perusahaan sudah tahu jika Fabian yang menikah dengan Aliya.
Bahkan mereka semua sangat yakin sekali jika Fabian yang akan memimpin perusahaan ini.
__ADS_1
"Jika Perusahaan ini di pimpin oleh Bapak Fabian Saputra, perusahaan ini pasti akan lebih maju sekali karena kinerja yang sangat bagus sekali."
Ucap salah satu pegawai yang ada di kantor ketika melihat kedatangan Fabian kembali.