
Siska tidak berani keluar dari kamar nya dia yang masih merasa malu dan belum bisa menerima kenyataan hidup nya.
Dokter Nadia pun membawakan makanan dan buah-buahan untuk Siska dan menyimpan di meja dekat tempat tidur nya.
"Makanlah kamu harus meminum vitamin dari Dokter, ingat sekarang ada bayi di dalam perut mu ini dia butuh asupan nutrisi yang bergizi yaa."
Dokter Nadia memberikan minuman terlebih dahulu kepada Siska dan Siska pun menuruti apa yang di katakan oleh Dokter Nadia, karena bagaimana pun Siska juga harus memperhatikan bayi yang ada di dalam perut nya.
"Terimakasih banyak Dokter Nadia yang sangat baik sekali kepada aku."
Siska langsung memakan makanan tersebut terlihat sangat lahap sekali tidak seperti yang sedang hamil muda, Dokter Nadia pun bersyukur mungkin karena bayi ini mengetahui kondisi Ibu nya sehingga ibu yang sangat kuat sekali.
Setelah selesai makan, Siska juga menghabiskan buah-buahan yang ada di hadapannya.
Siska tidak menyangka dia yang bisa makan sebanyak itu.
__ADS_1
"Makan ku sangat lahap sekali yaa, apakah ini karena bayi ku yang memang kelaparan yaa."
Siska mengelus-elus perut nya dan mulai bisa tersenyum.
"Siska kamu harus selalu bahagia yaa, kamu jangan banyak pikiran jangan banyak menangis itu sangat berpengaruh terhadap bayi yang ada di dalam kandungan kamu ini loh."
Siska pun merasa sangat bersalah sekali dia tidak mau terjadi sesuatu pada kandungan nya.
"Iya Suster Diana aku mengerti aku menyesal sekarang aku merasa lebih baik dan seperti nya sudah mulai merasa kuat untuk menghadapi kenyataan hidup."
"Dokter seperti nya besok aku akan pergi ke kampus, aku akan mengajukan cuti karena aku tidak mungkin kuliah dengan keadaan fisik ku yang seperti ini. Aku juga harus berkerja di Restoran Om Irfan untuk menabung biaya kelahiran ku nanti."
Dokter Nadia merasa sangat tersentuh sekali dengan perkataan Siska dan juga perjuangan nya sebagai seorang ibu yang luar biasa.
"Siska apakah kamu tidak akan memberitahu Rendy, jika kamu sedang mengandung anak nya. Kamu akan berjuang sendiri untuk menjadi Ibu tunggal untuk anak mu ini."
__ADS_1
Siska merasa sangat berat sekali ketika dia berada di posisi seperti ini dia pun mencoba untuk menahan air mata nya kembali.
"Untuk apa aku memberitahu Rendy jika berujung sebuah kejahatan yang di lakukan oleh Mama nya, aku tidak mau kehilangan anak ini lebih baik aku mengurus anak ini sendirian dari pada aku harus kehilangan anak ini aku tidak mau."
Dokter Nadia pun langsung memeluk erat Siska dia begitu sangat sedih sekali mendengar nya.
"Kamu tidak usah berkerja di Restoran Om Irfan yaa, kamu tinggal di sini saja semuanya Dokter yang tanggung jawab yaa sayang."
Siska melepaskan pelukan erat nya dia menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak aku tidak mau merepotkan Dokter Nadia, aku tetap ingin berkerja aku tidak mau menjadi beban orang lain."
Siska pun mencari handphone nya dia melihat banyak sekali panggilan telephone masuk dari Aliyaa.
"Banyak sekali panggilan telephone masuk dari Aliyaa sampai aku tidak menyadari nya, apakah Aliyaa yang sudah mengetahui permasalahan ini yaa."
__ADS_1
Siska pun mencoba untuk menghubungi nomer handphone Aliyaa tapi handphone Aliyaa yang tidak aktif.