
Aliya pun mulai jujur kepada Mama nya.
"Aku sekarang ingin dekat dengan Dokter El-Rivan, aku mencoba untuk membuka hati ku untuk bisa bersama dengan nya."
Miranda yang merasa sangat hawatir sekali ketika Aliyaa yang sudah mulai melupakan Fabian tapi menghawatirkan jika Dokter El-Rivan yang tidak mempunyai perasaan terhadap nya.
"Apakah kamu merasa Dokter El-Rivan juga memiliki perasaan terhadap mu Aliyaa,? apakah kamu yakin jika dia juga memiliki perasaan yang sama dengan mu?."
Pertanyaan Miranda membuat Aliyaa binggung harus menjawab apa.
"Aku sekarang sedang pendekatan dengan Dokter El-Rivan, aku belum tahu apakah dia juga memiliki perasaan yang sama dengan aku. Tapi yakin jika dia pasti akan menyukai ku karena aku adalah calon Dokter juga."
Melihat Aliyaa yang sudah mulai melupakan Fabian dan menyukai Dokter El-Rivan, Miranda pun langsung berencana untuk secepatnya mengurus perpisahan Aliyaa dengan Fabian.
"Mama akan bertemu dengan Fabian untuk membicarakan perpisahan kalian berdua, karena Mama tidak mau kamu yang terlalu dekat dengan Dokter El-Rivan tapi setatus kamu yang masih istri sah Fabian."
__ADS_1
Aliya merasa sangat berat sekali jika dia yang harus berpisah dengan Fabian, dia yang masih mencintai Fabian dia yang seperti nya menganggap Dokter El-Rivan sebagai pelampiasan nya saja.
Aliya tidak menjawab perkataan Mama nya dia yang lebih memilih untuk makan siang.
Di saat Miranda dan Aliya sedang membicarakan Dokter El-Rivan, di tempat yang lain Dokter El-Rivan yang bertemu kembali dengan Veronica di Restoran dekat Rumah Sakit.
Dokter El-Rivan melihat Veronica yang bersamaan dengan Fabian di sana juga ada Siska.
"Apakah Veronica itu sedang bersama dengan Ibu nya Fabian, hubungan mereka berdua kelihatan sangat dekat sekali yaa."
Dokter El-Rivan yang terus menerus memperhatikan Veronica dengan keluarga Fabian.
Dokter El-Rivan pun duduk sambil memperhatikan mereka semua dan Fabian yang melihat kehadiran Dokter El-Rivan dia langsung menghampiri nya, Fabian ingin bertanya langsung kepada Dokter El-Rivan.
Siska pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Fabian yang menghampiri Dokter El-Rivan dia takut terjadi keributan diantara mereka berdua.
__ADS_1
"Selamat siang Dokter El-Rivan, boleh kah saya duduk di sini dengan beberapa pertanyaan."
Dokter El-Rivan pun menganggukkan kepalanya dia bersedia untuk menjawab pertanyaan dari Fabian.
"Apakah sekarang anda sedang menjalani hubungan dengan Aliyaa, dia yang masih istri saya."
Veronica pun langsung menghampiri mereka berdua dia takut ada nya keributan di sana.
"Saya tidak memiliki hubungan spesial dengan Aliyaa, saya hanya berteman saja dengan Aliyaa. Saya juga merasa tidak akan pernah mempunyai hubungan spesial dengan Aliyaa."
Jawaban Dokter El-Rivan yang begitu sangat tegas sekali membuat Fabian langsung terdiam.
"Sebenarnya yang menyuruh saya untuk menghubungi Aliyaa untuk melakukan program kehamilan itu adalah Dokter Putra, dia yang menyuruh saya untuk mengatakan hal tersebut kepada Aliyaa."
Fabian pun mulai merasakan salah paham terhadap Dokter El-Rivan.
__ADS_1
"Saya melihat Aliyaa seperti adik saya sendiri, tidak lebih dari itu. Saya yakin sebagai Dokter ada untuk memberikan semangat dan motivasi untuk Aliyaa."
Fabian seketika langsung berpikir apakah Aliyaa yang mempunyai perasaan terhadap Dokter El-Rivan.