
Miranda masuk ke dalam ruangan karena dia mendengar suara Aliya.
"Mam, kenapa aku bisa di sini?. Kenapa aku bisa di rumah sakit."
Miranda begitu sangat senang sekali ketika mendengar Aliya yang sudah sadarkan diri.
"Kamu pingsan sambil memegang perut, sebenarnya kamu kenapa Aliyaa. Sakit apa yang kamu rasakan sampai kamu pingsan seperti ini."
Aliya tidak mau memberitahu Mama nya dia ingin menyembunyikan penyakit nya karena dia yakin sembuh penyakit nya.
"Aku hanya merasa sakit di bagian perut mungkin karena aku yang telat makan saja Mam."
Miranda merasa Aliya yang makan sembarangan tidak memenuhi kebutuhan gizi nya setiap hari.
"Baiklah, jika memang seperti itu penyebab nya. Mama pikir kamu selama ini mempunyai penyakit yang serius."
Miranda pun mengingat ucapan Dokter, jika Aliyaa sudah sadar dia harus mengetahui Dokter dan Suster.
"Sebenarnya yaa, Mama harus memberitahu Dokter jika kamu yang sudah sadarkan diri."
__ADS_1
Miranda pun keluar pada ada Bell di pinggir Aliya jika perlu memanggil Dokter.
"Mama, padahal kan ada Bell. Kenapa harus pergi ke luar segala."
Aliya pun mencari handphone nya dia merasa jika suaminya yang tidak mengetahui kondisi nya saat ini.
"Mas Fabian, dia kan tidak tahu kalau aku sekarang sedang berada di rumah sakit. Dia pasti hawatir sekali mencari ku."
Seketika saja khayalan Aliyaa berubah tentang suaminya, bagaimana jika suami nya yang membawa wanita lain ke rumah nya di saat dirinya tidak sedang di rumah.
"Bagaimana jika terjadi seperti itu, pikiran ku selalu negatif ketika aku bertemu dengan wanita itu di kantor."
Miranda pun lebih menuggu di depan ruangan.
Miranda pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Fabian, walaupun sudah sudah malam.
*Fabian, sekarang Aliyaa sedang di rawat di Rumah Sakit Permata. Aliya tiba-tiba saja pingsan, aku serahkan semua nya kepada kamu*
Tapi Fabian tidak membalas pesan tersebut karena dia yang terlelap tidur.
__ADS_1
"Seperti nya Fabian sedang tidur, yasudah mungkin besok dia membaca pesan dari ku dan kondisi Aliyaa yang tidak apa-apa. Tidak ada penyakit serius di dalam tubuhnya."
Miranda menunggu hasil pemeriksaan medis Aliyaa, Dokter El-Rivan begitu sangat kecewa sekali kepada Aliyaa.
"Aliya kenapa kamu tidak mau memberitahu tentang penyakit mu ini kepada orang tua mu, biarlah dia mengetahui nya karena mungkin dia yang akan mendampingi mu dalam segala hal."
Aliya tetap dengan pendirian nya, dia tidak mau memberitahu kepada siapapun.
"Aku merasa sangat yakin sekali jika penyakit ini bisa sembuh tidak dengan tindakan operasi, aku tidak mau membuat orang-orang yang aku sayang menjadi hawatir dengan kondisi ku."
Dokter El-Rivan melihat semangat Aliyaa yang begitu sangat tinggi sekali.
"Jika sampai kamu mengalami lagi seperti ini, maka kamu harus melakukan tindakan operasi. Karena Aliyaa penyakit ini bukan sembarang jika terus saja di diamkan."
Aliya mengerti apa maksud dari ucapan Dokter El-Rivan, dia harus menjaga kondisi kesehatan nya.
"Iya Dokter El-Rivan terimakasih banyak yaa, aku berjanji tidak akan lagi seperti ini. Dan semoga saja hasil pemeriksaan bulan depan jauh lebih baik dari sekarang."
Aliya tersenyum manis kepada Dokter El-Rivan.
__ADS_1