Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #262#


__ADS_3

Bianca menghampiri Kania yang terlihat diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ada Tante Kania,? apakah mereka berdua itu adalah musuh Tante Kania."


Kania pun tersenyum manis kepada Bianca dia tidak boleh membuat Bianca curiga terhadap nya.


"Tidak sayaaaaang, ayo sekarang cari cincin untuk pertunangan kalian berdua nanti."


Bianca dan Kania kembali memilih cincin untuk persiapan tunangan Rendy dan Bianca.


Dokter Nadia dan Irfan memilih tempat yang lain tapi Irfan lebih memilih membawa Dokter Nadia ke tempat minuman segar.


"Kita lanjutkan besok saja yaa, sekarang kita tenangkan diri kita dulu."


Dokter Nadia dan Irfan masuk ke tempat yang jadi favorit anak-anak muda, mereka pun duduk untuk memesan ice cream yang jadi favorit di tempat tersebut.


"Aku ke toilet dulu yaa."


Dokter Nadia berjalan menuju ke toilet tapi dia seperti melihat seseorang yang dia kenal.


"Aku seperti mengenal lelaki tersebut, tapi di mana yaa."

__ADS_1


Dokter Nadia pun langsung berlari karena benar-benar sudah tidak tahan.


Irfan yang menunggu Dokter Nadia dia memesan terlebih dahulu agar Dokter Nadia tidak menunggu lama.


Tapi tiba-tiba saja Irfan seperti melihat Aliyaa.


"Aliya,? dia dengan siapa yaa. Seperti nya bukan Fabian. Apakah Aliyaa sudah memiliki kekasih baru yaa?".


Irfan terus saja memperhatikan Aliyaa sampai akhirnya Dokter Nadia pun datang.


"Ada apa kamu seperti sedang memperhatikan seseorang di sana,?."


Dokter Nadia pun membalikkan badannya.


Dokter Nadia dan Irfan merasa sangat penasaran sekali.


"Kenapa hari ini kita harus di pertemukan dengan kisah cinta Rendy dan Siska, Rendy yang akan di jodohkan dan sekarang Aliyaa dia sudah bersama dengan lelaki lain."


Irfan pun merasa sangat sedih sekali ketika akhir cerita cinta Aliyaa dan Siska yang harus seperti ini.


Irfan dan Dokter Nadia pun memilih untuk fokus pada obrolan mereka selanjutnya.

__ADS_1


Aliya ternyata sedang bersama dengan Dokter Nadia, Aliyaa yang memberanikan diri untuk mengajak Dokter El-Rivan bersama dengan nya.


"Dokter El-Rivan, apakah kamu merasa keberatan dengan ajak ku ini untuk kita bertemu di tempat seperti ini."


Dokter El-Rivan pun merasa sangat menikmati sekali suasana di tempat itu.


"Aku suka sekali tempat nya, tapi ternyata lebih banyak anak-anak muda yang berada di sini yaa."


Aliya pun memperhatikan sekelilingnya dan dia pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Om Irfan yang sedang bersama dengan Dokter Nadia.


Aliya tidak mau jika sampai Dokter Nadia dan Om Irfan melihat dia yang sedang bersama dengan Dokter El-Rivan.


"Hmmmm, Dokter El bagaimana kalau kita pindah saja tidak di sini karena aku merasa tidak nyaman. Bagaimana kalau kita pindah saja yaa."


Aliya seperti memaksa Dokter El-Rivan untuk pergi dari tempat tersebut dan Irfan dengan sangat jelas melihat nya.


"Seperti nya Aliyaa pergi karena melihat kita berdua, dia sampai menarik paksa lelaki tersebut."


Dokter Nadia pun langsung membalikkan badannya dan melihat Aliyaa yang sudah tidak ada di kursi nya.


"Yasudah, mungkin dia malu dengan kita yaa. Yasudah kita pura-pura tidak tahu saja."

__ADS_1


Dokter Nadia dan Irfan pun melanjutkan obrolan mereka sedang Aliyaa dia yang terus saja memegang tangan Dokter El-Rivan.


__ADS_2