
Aliya dan Siska pun sampai di rumah nya Aliyaa, Aliyaa langsung membawa Siska ke kamar nya.
Aliya terlihat begitu sangat emosional sekali sampai Siska tidak berani menyapa nya.
Sampai akhirnya mereka berdua pun berada di kamar Aliyaa.
"Siapa sih wanita cantik itu, kenapa dia harus berkerja sama dengan suami ku. Menyebalkan sekali kan tiap hari ada yang bikin dia segar setiap masuk kerja."
Aliya seketika langsung cemberut dan Siska pun yang ada di samping nya mencoba untuk menenangkan Aliyaa.
"Aliya yang namanya berkerja itu kita bisa pilih-pilih dong, nanti juga kalau kita sudah menjadi seorang Dokter. Kita pasti punya teman lelaki dan di situ rasa kepercayaan kita di uji oleh pasangan."
Aliya tetap saja merasa sangat cemburu sekali.
"Iyaaa tapi kenapa yaa harus secantik itu, aku belum jelas sih liat wajah nya tapi dari jauh juga cantik bagaimana jarak dekat."
Aliya sampai melemparkan boneka kesayangan.
"Lalu bagaimana Aliyaa, apakah wanita itu harus di pecat dengan alasan istri dari Bapak Fabian yang tidak suka dengan wanita itu karena terlalu cantik dan seksi. Itu tidak bisa terjadi Aliyaaaa bagaimana jika kinerja yang bagus untuk perusahaan kamu."
Aliya terdiam ketika Siska yang mengatakan hal tersebut kepada nya.
"Sudah yaa sekarang berpikir positif saja yaa, jangan selalu berpikiran negatif terhadap suami sendiri. Aku yakin kok kaa Fabian itu orang nya setia."
Siska memegang tangan Aliya, dan Aliya pun mulai bisa tersenyum manis kepada Siska.
"Terimakasih banyak yaa Siska atas kata-kata positif nya semoga aku bisa bersikap baik terhadap suami ku ini."
Aliya pun memilih untuk keluar dari kamar nya.
"Kita masak yuu, ayolah kita masak bersama yaa."
Aliya menarik tangan Siska untuk masak bersama di dapur.
"Mbak aku mau masak yaa tolong tinggalkan kami berdua saja di dapur."
Para pegawai pun seketika langsung meniggalkan dapur seperti yang di perintahkan oleh Aliya.
"Al, bagaimana kalau kamu merubah penampilan kamu Al. Jadi lebih seksi lagi kalau di rumah bersama dengan Kak Fabian."
Siska memberikan saran yang membuat Aliyaa seketika langsung terdiam.
__ADS_1
"Gini loh Al, kamu kan cemburu karena kamu merasa jika wanita itu cantik dan seksi sekali. Kamu juga kan cantik Al jadi lebih baik lagi kalau di rumah lebih seksi lagi penampilan nya supaya semakin betah gitu hahaha."
Aliya seketika tersenyum malu-malu mendengarkan hal tersebut.
"Baiklah akan aku coba demi memberantas para pelakor yang meresahkan."
Aliya berniat untuk mengambil baju Mama nya, karena menurut dia baju-baju Mama nya sangat seksi sekali.
Aliya dan Siska pun melanjutkan memasaknya, ketika Aliya dan Siska yang sedang asik memasak.
Tiba-tiba saja terdengar suara panggilan telephone dan langsung di jawab oleh salah satu pegawai nya.
*Hallo selamat siang*
*Hallo saya Miranda*
*Oh Bu Miranda apa apa yaa Buu*
*Apakah ada Aliya di rumah*
*Nona Aliya sedang memasak dengan Nona Siska*
*Oh baiklah Bu nanti pasti saya sampaikan kepada Nona Aliyaa*
Miranda pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya, dia keluar dari toilet dan kembali ke ruangan pribadi nya.
"Apakah benar Aliyaa datang ke sini, jika iya kenapa tidak menghampiri Fabian."
Miranda berjalan sambil memikirkan hal tersebut.
"Apakah Aliyaa melihat Fabian yang posisinya sedang bersama dengan Veronica, tadi Fabian sedang memantau pekerjaan Veronica."
Miranda pun memilih langsung masuk ke dalam ruangan nya.
Ketika Miranda yang sedang memikirkan Aliyaa, tiba-tiba saja Veronica datang dengan membawa hasil pekerjaan yang sebelumnya sudah di lihat oleh Fabian.
"Ini Bu hasil pekerjaan saya yang sebelumnya sudah di periksa oleh Pak Fabian."
Miranda pun langsung mengambil nya dan ternyata Veronica mengerjakan nya dengan sangat sempurna.
"Oke, perkejaan kamu bagus silakan kembali ke tempat kerja kamu."
__ADS_1
Veronica pun langsung pergi dari ruangan Miranda tapi tiba-tiba saja Miranda memanggil nya kembali.
"Veronica sebentar aku ingin bicara dengan kamu."
Mendengar nama nya yang di panggil, Veronica pun langsung terdiam.
"Veronica, aku ingin bertanya kepada kamu yaa. Dan aku berharap besar kamu bisa menjawab nya dengan jujur yaa."
Veronica terlihat sangat serius sekali dia pun sedikit merasa sangat gugup pertanyaan apa yang akan di tanyakan oleh Miranda.
Miranda pun memperhatikan wajah Veronica yang seperti berubah menjadi tegang sekali padahal dia belum memberikan pertanyaan kepada nya.
"Apakah selama ini ketika kamu berkerjasama dengan Fabian, pernah Fabian sedikit menggoda kamu Veronica atau becanda seperti seseorang lelaki yang punya rasa negatif."
Veronica sudah menduga jika Miranda akan mempertanyakan hal tersebut kepada nya.
"Tidak Bu, saya berkerja sangat profesional sekali dengan Pak Fabian. Walaupun saya dan Fabian adalah teman dekat di saat kita berdua masih SMA tapi saya sangat menghargai sekali jika Pak Fabian itu adalah atasan saya dan dia juga yang sudah mempunyai istri yaitu putri ibu sendiri."
Merasa sangat puas sekali dengan jawaban Veronica, Miranda pun tersenyum manis.
"Oke baiklah, silahkan bekerja kembali yaa. Kamu cantik jangan sampai kecantikan kamu di pakai untuk menjadi wanita penggoda suami orang."
Veronica pun langsung memilih untuk pergi dia merasa sangat kesal sekali dengan pertanyaan Miranda.
Veronica merasa dia di nilai wanita negatif yang suka menggoda para lelaki yang kaya raya.
Fabian yang memperhatikan Veronica dari mulai di dalam bersama dengan Miranda dan keluar dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ada apa ini apa yang di bicarakan oleh Miranda kepada Veronica sampai Veronica menangis seperti itu."
Fabian yang tidak mungkin bertanya kepada Veronica tapi dia juga ingin mengetahui apa yang sudah di bicarakan oleh mereka berdua.
"Aku di posisi serba salah, jika aku mendekati Veronica maka Miranda pasti akan berpikir negatif terhadap ku tapi di sisi lain aku pun merasa kasihan sekali melihat Veronica yang seperti ini."
Fabian memilih untuk keluar dari ruangan nya dengan tatapan mata yang memperhatikan Veronica yang sedang memegang tissue untuk menghapus air mata nya.
Veronica melihat Fabian yang memperhatikan nya, dia pun lebih memilih untuk menundukkan kepalanya dia tidak mau sampai Fabian mengetahui jika dirinya yang sedang menangis.
"Fabian tidak boleh mengetahui nya dia tidak boleh tau semua perkataan Tante Miranda terhadap ku ini, biarlah aku pendam saja sendiri karena aku yang butuh pekerjaan ini."
Veronica mencoba untuk menguatkan diri nya sendiri dia harus ingat tujuan nya itu untuk berkerja tidak untuk hal yang lain.
__ADS_1