
Siska yang sudah selesai membawakan obat untuk Aliya dan mereka berdua pun langsung pergi dari Rumah Sakit tersebut.
Aliya begitu sangat lemas sekali dan Siska mencoba untuk menghibur Aliya.
"Aliya lebih baik kita nggak langsung pulang yaa, kita berdua pergi dulu yaa ke mana gitu. Supaya kamu lebih kelihatan lebih segar yaa."
Supir pribadi Rendy menghampiri mereka berdua, dan menyampaikan pesan dari Rendy.
"Nona Aliya dan Nona Siska, Tuan Rendy sudah menyiapkan Restoran untuk kalian berdua."
Siska merasa ini adalah agar mereka bisa menyiapkan kejutan untuk Aliya.
"Ayo Al, kita pergi yuu. Ini kan udah di siapkan Rendy jadi sekarang kita menikmati yaa kebaikan hati Rendy."
Siska seperti sedikit memaksa Aliya dan akhirnya Aliya pun mengikuti apa yang Siska inginkan.
"Rendy sudah terlalu baik sekali dengan kita, apakah kita tidak keterlaluan seperti memanfaatkan Rendy."
Aliya dan Siska pun duduk di dalam mobil Rendy.
__ADS_1
"Aku mau video call deh sama Rendy, aku mau berterimakasih sama Rendy."
Siska tidak mungkin bisa melarang keinginan Aliya, tapi Siska takut jika Rendy sedang berada di tempat yang sudah di siapkan untuk kejutkan ulang tahun Aliya.
Rendy merasa sangat terkejut sekali ketika Aliya yang panggilan video call kepada dirinya.
"Bukan nya mereka berdua di Rumah Sakit, huh beruntung sekali aku belum datang ke tempat yang di kirimkan oleh Fabian."
Rendy pun menjawab panggilan video call Aliya.
*Hallo Aliya*
*Iya Aliya, aku melakukan ini agar kamu mengingat kembali jika kamu dulu itu penuh dengan kemewahan kamu yang di perlukan seperti seorang princess*
*Terimakasih ya Rendy, dan sekarang aku juga akan di bawa ke Restoran yang sudah kamu siapkan*
*Iya Aliya, yasudah ya aku harus fokus dengan pekerjaan ku dulu yaa*
Rendy mengakhiri panggilan video call nya, karena takut ada Fabian di yang tiba-tiba datang.
__ADS_1
Aliya langsung melirikan mata nya kepada Siska yang begitu sangat serius sekali mendengar percakapan nya dengan Rendy.
"Siska, kamu nggak cemburu kan. Siska aku sudah memiliki suami loh aku tidak mungkin mempunyai perasaan terhadap Rendy begitu juga dengan Rendy."
Siska pun langsung menepuk pundak Aliyaa.
"Ihhhhh Aliyaaaa, apa an sih. Bisa aja kali Al ngapain aku segala cemburu nggak lah lagian aku sama Rendy itu nggak punya hubungan spesial yaa."
Aliya merasa sangat terhibur ketika melihat Siska yang kelihatan malu-malu sampai wajah nya memerah.
"Kalau kamu sama Rendy itu cocok loh Sis, kamu bisa menikah muda dengan Rendy dan itu pasti jauh lebih indah."
Siska cemberut sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu nggak boleh begitu Siska, lihat Rendy itu sungguh-sungguh loh sama kamu dia tulus sekali cinta sama kamu."
Siska pun akhirnya mengungkapkan perasaan hati nya.
"Al, aku masih ingat loh ekspresi wajah Tante Kania ketik waktu kamu di rawat di Rumah Sakit dia jutek habis. Kamu aja Aliya yang paket komplit tetep di pertanyaan apa lagi aku Al. Cuman wanita abal-abal di tendang langsung."
__ADS_1
Aliya pun langsung terdiam apa di katakan oleh Siska memang benar jika Kania ibu dari Rendy memang sangat perfeksionis sekali.