Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode (66)


__ADS_3

Fabian yang memang sedang merasakan kekhawatiran besar terhadap Aliya dia pun seketika langsung memeluk erat tubuh Aliyaa.


"Aliya sayaaaaang, suami mu pindah karena dia tidak mau menganggu tidur kamu yang pulas."


Fabian memeluk erat Aliya dan Aliya pun langsung tersenyum kembali.


Fabian melepaskan pelukan erat nya dan dia mencium kening istrinya.


"Kamu yang pernah berpikir hal-hal yang negatif terhadap aku yaa, Aliya dengar baik-baik aku tidak akan pernah membuat kamu kecewa."


Aliya pun merasa jika Fabian yang begitu sangat cinta kepada dirinya, tapi apakah rasa cinta itu akan ada selalu jika Aliya yang tidak bisa memberikan keturunan kepada Fabian karena penyakit yang sedang dia rasakan sekarang.


"Apakah sebuah hubungan pernikahan itu bisa indah jika tanpa hadir nya, malaikat-malaikat kecil di sekeliling nya."


Aliya memberikan pertanyaan tersebut kepada Fabian, agar dia bisa membayangkan jika sesuatu saat terjadi seperti ini.

__ADS_1


"Jika aku yang memang sangat menginginkan malaikat-malaikat kecil yang hadir di dalam keluarga kita, karena aku merasa jika kehadiran mereka itu adalah obat dari rasa capek dan lelah kita dalam berkerja."


Fabian memegang perut Aliya, sambil tersenyum manis kepada istri nya tersebut.


"Aku yakin sekali kamu bisa melahirkan malaikat-malaikat kecil yang sangat cantik dan tampan, sekarang kita harus bisa berusaha dan bersabar karena aku rasa kamu yang tidak punya keluhan sama sekali."


Aliya meneteskan air mata nya, andai suami nya tahu jika istri nya yang mempunyai rasa sakit di bagian perut nya ini adalah penyakit kista yang harus di sembuhkan.


"Yasudah yaa, lebih baik sekarang kita masak bersama yaa."


Fabian melihat Aliya menangis ketika dirinya yang sedang memegang perut Aliyaa dan tersebut pun tidak hanya sekali dia melihat Aliya yang bersikap seperti itu.


Fabian pun langsung menghampiri Aliya, dia melihat ayam yang di goreng sampai hangus.


Fabian pun langsung mematikan kompor nya dan Aliya seketika langsung terkejut.

__ADS_1


"Duduk yaa, ayam goreng nya gosong. Lebih baik sekarang kita makan mie instan saja yaa lebih simpel dan enak sekali."


Aliya pun duduk dan dia merasa sangat bersalah sekali dia yang sampai melamun karena memikirkan penyakit nya sampai dia tidak fokus memasak.


"Mas, maafkan aku yaa. Aku melamun tadi Mas."


Aliya meminta maaf kepada suami nya dan Fabian pun datang dengan mie instan untuk mereka makan.


"Aliya, sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan sih. Aku merasa kamu yang sedang mempunyai permasalahan yang sangat rumit sekali, ada apa sih sebenarnya Aliya ayolah ceritakan."


Fabian memberikan mie instan kepada Aliya.


"Maafkan aku yaa Mas, seperti ini karena efek dari tugas-tugas kuliah yang semakin hari semakin banyak sekali dan mungkin itu yang membuat aku seperti ini. Karena terlalu memikirkan kuliah ku."


Fabian merasa tidak percaya, dengan perkataan Aliya karena dia tau kemapuan Aliya apalagi ketika Aliyaa yang mengerjakan pekerjaan di kantor dengan sangat cepat dan benar.

__ADS_1


"Baiklah Aliya, jika itu adalah alasan dari kamu yang sering melamun dan terdiam. Aku mencoba untuk percaya dengan perkataan kamu itu."


Aliya dan Fabian pun menghabiskan waktu bersama dengan memakai mie instan.


__ADS_2