Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *187*


__ADS_3

Pelayan tersebut pun memilih untuk pergi dari kamar Siska dan Siska lebih memilih untuk melanjutkan membaca nya.


Ketika fokus untuk membaca Siska merasa handphone nya yang bergetar terus-menerus.


"Seperti nya Aliyaa, dia pasti begitu sangat penasaran sekali dengan aku."


Siska melihat panggilan telephone masuk yang tidak terjawab dan juga satu pesan masuk.


Siska langsung membaca pesan tersebut.


*Siska, tadi aku dan Mama ku pergi ke rumah kamu dan kita berdua sudah mengetahui semuanya. Siska sekarang kamu di mana aku sangat menghawatirkan mu sekali. Aku berharap kamu baik-baik saja untuk hidup sendiri dengan kehamilan mu ini*


*Aku baik-baik saja Aliyaa, kamu tidak usah menghawatirkan aku yaa. Sekarang aku berada di tempat yang sangat nyaman sekali tapi mulai besok aku sudah mulai berkerja untuk menghidupi keseharian ku bersama dengan anak yang ada di kandungan ku ini*


Siska tidak memberitahu keberadaan an sedang, dia juga tidak mau Aliyaa mengetahui jika dirinya yang tinggal bersama dengan Dokter Nadia dan bekerja di Restoran Om Irfan.

__ADS_1


Siska memilih untuk menonaktifkan handphone nya, dia yang ingin merasa lebih nyaman.


Membaca balasan pesan dari Siska, Aliyaa merasa jika Siska yang lebih menutupi kehidupan nya.


"Siska tidak memberitahukan dia sedang berada di mana dan Siska pun berkerja dengan kondisi hamil seperti itu."


Aliya merasa sangat binggung dia harus bagaimana lagi dia ingin sekali membantu Siska tapi Siska yang seperti menghindar dari nya.


Aliya pun memilih untuk mengirimkan pesan kembali kepada Siska.


Pesan tersebut ternyata tidak terkirim.


"Siska menonaktifkan handphone, seperti nya dia yang tidak mau di ganggu. Mungkin Siska yang ingin menyendiri terlihat dahulu tapi aku juga ingin mengetahui Siska yang sekarang berada di mana."


Aliya pun memilih untuk menyimpan kembali Handphone nya, dia membaringkan tubuhnya di kamar.

__ADS_1


"Sekarang aku berjuang untuk menjadi seorang Dokter Specialis Anak sendirian, aku yang tidak tahu Siska akan melanjutkan kuliah nya atau tidak."


Aliya tidak menyangka kenapa dia dan Siska bisa seperti ini.


"Siska yang bisa hamil dengan cepat tapi dia harus menanggung beban yang sangat berat sendirian, sedangkan aku yang sudah mempersiapkan semuanya jika kehadiran ku untuk bisa hamil harus bersabar besar untuk bisa di berikan kepercayaan untuk menjadi seorang Ibu."


Aliya mengelus perut nya dan juga meneteskan air mata nya.


"Aku pun ingin hamil, aku ingin merasakan indah nya kehamilan itu seperti apa. Merasakan tendangan cinta dari bayi yang ada di dalam perut ku ini."


Aliyaa pun lebih memilih untuk menelephone supir pribadi nya untuk menjemput dia kembali ke rumah nya.


*Pak Denies, tolong jemput aku yaa. Aku sekarang sedang berada di rumah yang dekat dengan kampus. Aku ingin kembali ke rumah saja sekarang*


"Aku tidak merasa sangat sedih sekali, lebih baik aku kembali ke rumah saja. Di sini sangat sepi sekali membuat aku semakin sedih tidak seperti di rumah yang banyak orang sehingga aku bisa sedikit terhibur."

__ADS_1


Aliya pun keluar dari kamar nya dia menunggu kedatangan supir pribadi nya.


__ADS_2