
Melihat suaminya yang sudah pergi, Aliya pun langsung mengeluarkan handphone nya. Dia mencari tahu tentang makanan apa yang tidak boleh di konsumsi oleh nya.
Karena Aliya yang pada saat langsung memilih untuk pergi karena dia merasa sangat sedih sekali.
"Makanan tinggi gula rafinasi termasuk minuman ringan, jus olahan, kue, kue kering, kue kering, dan manisan.
Alkohol. Minuman keras seperti alkohol sangat dilarang karena dapat menyebabkan kista ovarium. ...
Minuman Berkafein. Makanan penyebab kista yang ke enam adalah kafein. ...
Karbohidrat Sederhana. ...
Makanan Bertepung."
Aliya pun langsung terdiam ketika mengetahui hal tersebut.
"Oke cukup sudah, aku sekarang harus fokus dengan kuliah ku."
Aliya memasukkan handphone nya ke dalam tas nya, dia pun langsung berjalan menuju ke kampus yang jarak tidak jauh dari rumah nya.
Siska sudah datang setia menunggu Aliya di depan gerbang.
__ADS_1
"Aliyaa cantik selamat pagi."
Siska langsung memeluk erat tubuh Aliyaa.
"Selamat pagi juga Siska yang super cute."
Mereka berdua begitu sangat ceria sekali di pagi ini.
"Aliya bagaimana dengan kondisi kamu, apakah kamu sudah minum obat nya."
Aliya dan Siska duduk di kursi tempat biasa mereka mengobrol.
Siska merasa sangat bahagia sekali ketika Aliya yang begitu sangat semangat.
"Iya Al, kamu harus selalu semangat. Karena setiap penyakit itu pasti ada obat nya dan pasti sembuh."
Aliya pun tersenyum manis kepada Siska.
"Hmmmm, Siska aku merasa Rendy semakin serius deh sama kamu."
Siska langsung memasang wajah cemberut ketika Aliya mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
"Aliyaaaa, jangan Rendy aku mohon jangan Rendy yaa. Aku nggak mau sama dia aku bisa kena mental sama sikap Tante Kania yang sangat perfeksionis sekali."
Aliya memegang tangan Siska dan tersenyum.
"Kamu tidak belajar dari kisah cinta ku yang pahit, aku pun juga bisa bersama dengan suami sekarang. Apalagi kamu yang hanya meluluhkan hati Tante Kania, dia pasti luluh apalagi Rendy adalah anak kesayangan nya. Apapun yang Rendy Ingin kan pasti akan dia ikuti."
Siska pun langsung terdiam ketika Aliyaa mengatakan hal tersebut, dan dia pun sampai menghelakan nafas panjang nya.
"Dan aku bukan dari keluarga yang sama dengan Rendy, aku keluarga sederhana yang jauh sekali jika di bandingkan dengan kondisi keluarga Rendy. Sudahlah Aliya aku mohon jangan Rendy, aku ingin dengan lelaki yang sederhana saja supaya aku tidak merasakan rasa sakit hati, menghindari rasa sakit hati."
Siska pun memilih untuk pergi masuk ke dalam kelas nya.
"Kenapa di dunia ini orang harus melihat kondisi kekayaan dan kesederhanaan, padahal yang kita cari adalah sebuah kebahagiaan. Mereka memang selalu aja memilih jalan tengah yaitu perjodohan yang bisa ber efek samping dengan perusahaan agar bisa saling menguntungkan."
Aliya pun berjalan menyusul Siska ke dalam kelas, Aliya melihat Siska yang langsung merenung seperti memikirkan perkataan nya bersama dengan Aliya.
Aliya pun duduk di samping kursi Siska, dia memegang tangan Siska.
"Semangat yaa, kita tidak pernah tahu kedepannya akan seperti apa. Aku yakin kamu pasti akan bahagia bersama dengan pilihan hati kamu."
Siska dan Aliya selalu saling menguatkan hati mereka masing-masing.
__ADS_1