Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *159*


__ADS_3

Dokter Nadia pun menghubungi nomer handphone Irfan dia juga tidak ingin membuat Irfan kecewa karena sikap nya yang mengabaikan panggilan telephone nya.


Kedekatan Dokter Nadia dengan Irfan begitu sangat dekat sekali ketika awal mula pertemuan mereka di acara ulang tahun Aliya.


Irfan merasa sosok Dokter Nadia yang sangat baik untuk nya begitu juga dengan Dokter Nadia yang melihat Irfan dewasa dan mandiri.


...*Hallo Pak Irfan, maafkan saya tadi yang mengabaikan panggilan telephone dari Pak Irfan karena saya yang sedang berada di Rumah Sakit*...


...*Oh, Dokter Nadia ada jadwal praktek yaa sekarang. Maafkan saya yaa Dokter saya pikir Dokter Nadia yang sedang libur bertugas*...


...*Saya memang sedang libur, saya di Rumah Sakit untuk menemani Aliyaa dia yang baru saja selesai operasi kista*...


...*Astaga Aliyaaaa, lalu bagaimana dengan kondisi nya sekarang*...


...*Kondisi Aliyaa yang sudah membaik, Aliyaa juga sudah bisa belajar berjalan karena Aliyaa yang tidak betah ingin segera pergi ke kampus nya*...

__ADS_1


...*Aliya di rawat di Rumah Sakit mana yaa Dok, saya sekarang akan menuju ke sana*...


...*Rumah Sakit Permata*...


...*Baiklah saya akan segera pergi ke sana*...


Irfan pun mengakhiri panggilan telephone nya, dan Dokter Nadia merasa sangat gugup sekali ketika mendengar Irfan yang akan datang ke sini.


Aliya tersenyum manis ketika dia mendengar percakapan Dokter Nadia dengan Om Irfan.


Aliya pun memilih untuk berjalan kembali menuju ke tempat tidur dia pura-pura tidak mengetahui dan mendengarkan percakapan mereka berdua.


Dokter Nadia pun masuk ke dalam ruangan dan dia masih terlihat sangat gugup sekali. Dokter Nadia merasa binggung bagaimana cara dia menyampaikan kepada Aliyaa jika Irfan yang akan datang ke sini.


Aliya pun lebih memilih untuk mengalihkan pembicaraan dengan Dokter Nadia, dia memilih untuk membicarakan hal yang lain.

__ADS_1


"Dokter, aku merasa sangat senang sekali. Akhirnya Siska dan Rendy bisa bersama. Yaa walaupun Siska yang masih seperti itu sikap nya karena dia merasa jika Tante Kania yang tidak akan pernah setuju dengan hubungan mereka berdua."


Dokter Nadia pun merasa sangat tenang ketika Aliyaa yang tidak bertanya tentang siapa yang dia telephone, Aliyaa malah membicarakan tentang Siska.


"Lalu bagaimana sekarang dengan Siska, apakah dia bisa bersikap baik dengan Rendy. Karena jika di lihat Siska begitu sangat cuek dan jutek ke Rendy."


Dokter Nadia pun semakin mendekati Aliyaa, dia sampai duduk di samping Aliyaa karena begitu sangat penasaran sekali dengan cerita tentang Siska dan Rendy.


"Jika sekarang Siska masih saja seperti itu kepada Rendy, tapi Siska sudah bertemu dengan Tante Kania dan hebat nya perkataan Siska itu membuat Tante Kania lebih memilih untuk diam mendengarkan perkataan Siska."


Aliya tidak mungkin membicarakan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Siska, Siska yang melakukan suatu kesalahan yang berimbas pada masa depan nya.


Aliya menginginkan yang terbaik untuk Siska, karena Siska pun harus bahagia bersama dengan kehidupan nya.


Aliya akan selalu ada bersama dengan Siska sampai kapan pun itu.

__ADS_1


__ADS_2