
Miranda masih tetap berada di tempat tersebut, dia menikmati kopi nya dengan membayangkan apa yang sudah dia lakukan.
"Aku melakukan ini karena aku tidak mau Aliya sampai di sakiti hati nya oleh Fabian, mungkin kah aku sudah mulai sadar."
Miranda merasa dia butuh Nadia, dia ingin menceritakan semuanya kepada Nadia.
"Aku butuh Nadia, aku akan datang ke tempat nya sekarang."
Miranda sejenak melupakan pekerjaan di kantor dia ingin meluapkan semua nya kepada Aliyaa.
"Semoga Nadia masih mau mendengarkan curahan hati ku."
Miranda mengeluarkan handphone nya, dia pun mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada Nadia.
*Nadia, aku ingin bertemu dengan mu*
Nadia yang baru saja selesai dengan praktek nya dia pun langsung membalas pesan dari Nadia.
*Boleh, kita mengobrol di Restoran dekat rumah sakit saja yaa*
Miranda pun langsung menuju ke Restoran tersebut, dia sampai meneteskan air mata nya.
__ADS_1
"Ada apa yaa Miranda ingin bertemu dengan ku, apakah ini sangat penting sekali yaa. Atau tentang Aliya lagi yaa."
Nadia berjalan menuju ke mobil nya, dia langsung menunggu kedatangan Miranda di Restoran tersebut.
"Semoga saja Miranda bisa cepat sampai nya yaa, karena aku juga punya urusan yang lain."
Nadia menuggu kedatangan Miranda dia menunggu sambil memesan minuman untuk mereka berdua.
Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya Miranda pun datang.
"Maafkan aku yang lama sampai nya."
"Aku mempunyai banyak permasalahan yang pertama anak perempuan Reno mantan suami Kania dia berkerja di perusahaan ku, karena Reno yang mempunyai foto-foto di saat aku berada di tempat malam."
Nadia sampai menghelakan nafas panjang nya ketika mendengar baru satu permasalahan Miranda.
"Dia mengancam ku jika aku tidak memperkerjakan anak perempuan nya di perusahaan ku maka dia akan menyebar kan foto-foto tersebut aku yang terlalu banyak minum sampai tidak sadar di bawa ke hotel dengan nya."
Miranda mulai tidak bisa mengatur emosi nya.
"Jika hasil kerja dia bagus tidak ada permasalahan dengan perusahaan kamu dia membantu kan artinya."
__ADS_1
Nadia memandangi wajah Miranda dengan sangat serius sekali.
"Tapi masalah nya dia sebagai sekertaris Fabian, dan ada dua pegawai yang bilang jika dia lebih cantik dari Aliya dan lebih pantas bersama dengan Fabian. Dan aku langsung memecat mereka berdua dengan tidak hormat di depan banyak orang di kantin."
Nadia merasa jika Miranda yang mulai peka terhadap Aliya dan dia merasa sangat senang sekali mendengar nya.
"Fabian pasti setia kepada Aliyaa, bukan kamu berkerja dengan mereka berdua melihat langsung mereka berdua berkerja jadi tidak harus ada yang di khawatirkan lagi."
Dan Miranda mulai mengatakan permasalahan yang ke tiga.
"Dan ada satu lagi, Kania mengatakan jika Aliyaa dan Rendy mempunyai hubungan spesial."
Seketika Nadia pun langsung terkejut ketika mendengar permasalahan yang ke tiga.
"Kenapa Kania bisa berbicara seperti itu,? apakah ada bukti yang dia punya sampai dia bisa berbicara seperti itu. Karena itu tidak mungkin terjadi."
Miranda melihat ekspresi wajah Nadia yang seperti sangat kesal sekali mendengar nya.
"Aku pun tidak mengerti kenapa Kania bisa berbicara seperti itu, dia melihat Aliya dan Rendy yang sedang bersama di sebuah Restoran."
Nadia merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Kania.
__ADS_1