
Aliya tersenyum tipis ketika melihat foto tersebut.
"Mam, aku ingin mengadopsi bayi di pantai asuhan."
Miranda begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar keinginan Aliyaa.
"Bukan kah Siska akan memberikan salah satu anak nya untuk di berikan kepada kamu Aliyaa,? apakah kamu ingin mengurus dua anak sekaligus?."
Aliya menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Siska pasti tidak akan memberikan anak nya kepada ku, dia sekarang pasti sedang membenci ku karena sekarang dia yang selalu bersama dengan Veronica."
Aliya semakin merasa jika Veronica itu adalah wanita yang baik di depan tapi menusuk di Belanda.
"Sudahlah aku benci mereka berdua, walaupun Siska itu adalah sahabat ku. Kita lihat saja dia pasti menjadi berubah."
Miranda pun hanya bisa terdiam saja karena dia tidak bisa membuat Aliyaa tenang dengan kata-kata dia merasa Aliyaa yang bisa meredakan emosi nya sendiri.
Ketika mereka sampai di depan pintu gerbang, ada mobil di belakang mereka.
__ADS_1
Aliya memperhatikan mobil tersebut, dan dia pun langsung turun dari mobil nya.
Dia melihat Fabian bersama dengan Ibu nya.
"Ini tanda nya hubungan ku yang akan segera berakhir, dia datang bersama dengan Ibu nya."
Miranda pun turun dari mobil nya dan begitu sangat terkejut nya Miranda melihat Fabian dan juga Ibu nya.
Tapi ternyata masih ada orang di kursi belakang dan ternyata itu adalah Veronica.
Melihat wajah Veronica, Leticia pun langsung memegang kepala nya.
"Untuk apa dia datang, apakah dia akan menjadi penengah diantara pembicaraan kita. Sangat memalukan sekali selalu ingin di Pandeglang baik."
Dan seketika Lania pun langsung memeluk erat Aliyaa dengan tangisan nya, Lania yang begitu sangat sayang kepada Aliyaa.
Dia yang tidak menginginkan Fabian berpisah dengan Aliyaa, karena menurut nya Aliyaa adalah wanita terbaik untuk Fabian.
"Aku datang ke bersama dengan Mama, ingin mengetahui bagaimana dengan kelanjutan hubungan kita berdua."
__ADS_1
Aliya pun langsung melepaskan pelukan erat nya dan Miranda pun menghampiri mereka, Veronica hanya bisa diam saja karena dia yang terus di perhatikan oleh Miranda.
"Kita berpisah saja, karena aku yang tidak bisa memberikan keturunan untuk kamu. Karena kamu yang tidak mau sabar menunggu nya, aku merasa lebih baik kita mengakhiri pernikahan ini."
Fabian langsung menundukkan kepalanya dia menahan rasa sedih, perjuangan nya dengan Aliyaa sudah berakhir.
"Aliya ayo cepat kita masuk ke dalam, sudah selesai kan permasalahan nya."
Miranda membawa Aliyaa pergi dia tidak mau anak yang merasa semakin terluka ketika berada di antara mereka semua nya.
Aliya pun mengikuti apa yang di katakan oleh Mama nya, Aliyaa sama sekali tidak melirikan mata nya ke kebelakang Aliyaa berjalan lurus ke depan.
Fabian pun memilih untuk masuk ke dalam mobil nya, Lania tidak bisa membohongi perasaannya pada saat ini.
Lania pun terus menangis di dalam mobil dia yang merasa jika Fabian tidak boleh berpisah dengan Aliyaa.
"Aliya yang sudah mau menerima masa lalu mu yang kelam, sekarang kamu membalas nya hanya karena Aliyaa yang tidak bisa memberikan kamu keturunan. Jika kamu mencintai Aliyaa dengan tulus kamu bisa bersabar bukan meniggalkan Aliyaa seperti in."
Ucapan Lania membuat Fabian langsung terdiam.
__ADS_1
"Kamu adalah anak seorang Dokter, kalian bisa melakukan apapun. Kenapa pikiran mu sangat pendek sekali Fabian, tapi sekarang semuanya sudah berakhir. Semoga Aliyaa bahagia namun dengan lelaki pendamping nya yang baru. Dan kamu Veronica, menjauhkan dengan Fabian. Walaupun kita tidak mempunyai hubungan spesial dengan Fabian tapi kalian berdua itu pernah mempunyai hubungan di masa lalu."
Lania terlihat seperti sangat tidak menyukai kehadiran Veronica.