Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode 37.


__ADS_3

Siska berdiri ketika melihat Rendy yang hendak menghampiri mereka.


"Itu Rendy kenapa dia mau ke sini yaa, ihhhh nyebelin banget sih dia."


Siska merasa tidak nyaman sekali ketika Rendy yang hendak menghampiri mereka.


"Yasudah biarlah, kita mengobrol ber tiga seperti nya lebih seru."


Siska memasang wajah cemberut dia tidak menginginkan kehadiran Rendy.


"Hallo Aliya dan Siska."


Rendy pun berjalan dan duduk di sebelah Siska.


"Ihhhhh kenapa sih harus duduk di samping aku."


Ucap Siska dengan gerakan tubuh nya yang merasa risih Rendy ada di samping nya.


"Kalau aku duduk di samping Aliya diakan sudah punya suami, kalau di samping kamu kan belum ada siapa-siapa di hati nya."


Aliya tersenyum manis melihat Siska dan juga Rendy.


"Aku buatkan minum yaa untuk kalian berdua, awas yaa jangan bikin keributan yaa."


Aliya sengaja ingin membiarkan mereka berdua mengobrol bersama, Aliya memperlambat membuatkan minuman nya.

__ADS_1


"Siska, kamu kenapa sih cemberut terus gitu."


Rendy mencoba untuk menggoda Siska tapi Siska mengabaikan perkataan Rendy, Siska fokus pada handphone nya saja.


Rendy berpikir bagaimana cara nya agar dia bisa mendapatkan hati Siska, dia terlihat sangat dingin sekali kepada lelaki.


Handphone Aliya tiba-tiba saja bergetar dia mendapatkan pesan dari Dokter Nadia.


*Siska cantik, besok adalah ulang tahun Aliya. Tante mau kita memberikan surprise untuk Aliya.*


Siska seketika langsung terdiam karena besok Aliya yang berniat untuk pergi ke Rumah Sakit.


Siska menghelakan nafas panjang dia mencoba untuk menahan air mata nya.


*Baiklah Dokter, besok aku dan Aliya memang berniat untuk pergi jalan-jalan menyegarkan pikiran karena besok kita libur kuliah.*


*Baiklah, Dokter Nadia.*


Rendy melihat ekspresi wajah Siska yang begitu sangat sedih sekali ketika sudah membalas pesan.


"Siska kamu baik-baik saja kan,? kamu kenapa setelah mengirimkan pesan jadi sedih seperti ini."


Rendy begitu sangat hawatir sekali dengan Siska.


"Aku baik-baik saja kok, sudah yaa jangan di bahas lagi. Jangan sampai juga Aliya mengetahui nya."

__ADS_1


Aliya pun datang dengan minum dingin nya.


"Ayo silahkan di minum ini pasti sangat segar sekali."


Siska dan Rendy pun langsung menikmati minuman tersebut.


"Wahhh segar sekali, terimakasih yaa Aliya."


Aliya memperhatikan wajah Siska yang diam dan seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Siska, kamu baik-baik saja kan. Kok kamu jadi berubah begini sih."


Siska langsung tersenyum dia tidak mau Aliya merasakan jika dia sedang sedih.


"Aku baik-baik saja Al, aku cuma lagi mikirin tugas-tugasnya kita yang semakin hari semakin menunduk."


Siska pun kembali minum dan Rendy merasa ada yang sedang Siska sembunyikan dari Aliya.


Karena Rendy melihat Siska berubah ketika sudah membaca pesan di handphonenya nya.


"Siska, masalah tugas-tugas yang menumpuk kita bisa kerjasama untuk menyelesaikan nya. Tidak harus jadi pikiran."


Aliya memegang tangan Siska dan Siska tiba-tiba saja langsung memeluk erat Aliya.


"Al, aku sayang banget sama kamu. Kamu harus janji yaa kita akan lulus bersama dan juga menjadi Dokter Specialis juga."

__ADS_1


Aliya merasa sangat aneh sekali dengan perkataan Siska, begitu juga Rendy yang merasa jika Siska takut kehilangan Aliya.


__ADS_2