
Rendy mendengar semua perkataan Bianca kepada Mama nya, Rendy yang pura-pura tidur.
"Apa maksud perkataan Bianca, dia sampai mengancam ku seperti ini. Kenapa ini semua harus terjadi ketika Rendy yang masih amnesia tapi pernikahan ini bisa menjadi gagal seperti ini."
Kania pun merasa kondisi yang semakin memburuk saja, dia merasakan pusing yang luar biasa dan Rendy pun terbangun dari tidurnya.
"Aku sudah tidak amnesia lagi Mama, aku sudah mengingat semuanya. Ketika aku melihat proses persalinan Siska ingatan ku pun kembali."
Kania semakin terkejut sekali ketika mendengar pengakuan Rendy.
"Aku akan menikah dengan Siska secara sederhana, aku tidak memerlukan kemewahan yang Mama punya karena Siska yang tidak akan mau menerima nya."
Dengan memakai jas kantor nya, Rendy pun langsung pergi meninggalkan Mama nya sendirian di ruangan nya.
"Tega sekali kamu Rendy, melakukan ini semua kepada Mama. Hanya untuk memilih wanita itu."
__ADS_1
Kania semakin membenci Siska dia tidak semakin membenci Siska, Kania pun semakin merencanakan hal yang nekad untuk Siska.
"Aku tidak akan pernah membuat kamu bahagia Siska, aku tidak akan pernah membiarkan kamu dengan mudahnya mendapatkan kekayaan ini semua tidak akan pernah."
Kania melemparkan bucket bunga mawar merah yang di berikan oleh Bianca dia juga melemparkan setiap barang yang ada di sekelilingnya dan membuat Suster langsung menghampiri dan mencoba untuk menenangkan Kania yang histeris berteriak-teriak.
Di sisi lain Rendy memberanikan diri untuk dengan ke rumah Siska, dia ingin mengajak Siska untuk menikah dengan nya.
"Apapun yang terjadi aku harus berani, aku tidak boleh mundur walaupun mungkin keluarga Siska yang menolak kehadiran ku."
Tapi Satpam tersebut di memperbolehkan Rendy untuk masuk ke dalam rumah, Rendy yang terus-menerus meminta kepada Satpam tersebut bahkan kedatangan ingin mengajak Siska untuk menikah dengan nya.
Karena merasa sangat kasihan melihat Rendy, akhirnya satpam tersebut pun luluh dan membukakan pintu untuk Rendy masuk.
Rendy pun berlari menuju ke pintu utama dan mengetuk pintu tersebut, Ayah Siska pun membukakan pintu tersebut dan Rendy menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Selamat malam, saya Rendy kedatangan saya ke sini ingin bertanggung jawab atas semua yang sudah saya lakukan kepada Aliyaa. Maafkan saya yang baru bisa datang untuk bertanggung jawab mengakui kesalahan saya karena ingatan saya yang baru kembali."
Kedua orang tua Siska pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Rendy, dan Rendy pun langsung bersujud di bawah kaki kedua orang tuanya Siska.
Rendy terus-menerus meminta maaf dan berniat ingin menikah dengan Siska, Siska yang seperti mendengar suara Rendy dia pun langsung keluar dari kamar nya.
Siska berlari ketika melihat Rendy yang sedang memohon dan menangis di hadapan orang tua nya.
"Rendy, apa yang kamu lakukan. Kamu tidak perlu melakukan hal seperti ini, aku tidak mau menikah dengan kamu. Menikah dengan kamu hanya membuat aku sedih setiap hari karena perkataan dan sikap Mama kamu terhadap aku."
Siska terang-terangan menolak keinginan Rendy yang ingin menikah dengan nya, tapi Rendy tetap ingin menikah dengan Siska.
"Aku ingin menikah dengan mu Siska, aku ingin bisa bersama dengan mu dalam mengurus anak-anak kita bersama."
Orang tua Siska hanya terdiam saja mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Siska.
__ADS_1