Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode #210#


__ADS_3

Tampa sepengetahuan Aliyaa ternyata Fabian memperhatikan mereka berdua dari kejauhan, karena Fabian merasa jika Rumah Sakit Permata yang sangat dekat sekali dengan sebuah Restoran.


Dan betapa sangat terkejut nya Fabian ketika melihat istrinya sedang bersama dengan lelaki lain.


"Siapa lelaki itu yang sedang bersama dengan Aliyaa,? apakah dia adalah seorang Dokter juga. Aku tidak mungkin bisa mendekati mereka berdua karena itu hanya akan membuat mereka mengetahui tentang kehadiran ku."


Fabian terus saja memperhatikan Aliyaa dan betapa terkejutnya Fabian melihat jika lelaki tersebut mengusapkan air mata yang mengalir di pipi Aliyaa.


"Aliya menangis di hadapan lelaki misterius tersebut, ohhhh seperti nya Aliyaa yang sedang menceritakan semuanya kepada Lelaki misterius tersebut tentang masalah rumah tangga kita."


Fabian mencoba untuk menenangkan emosi nya dia menahan rasa cemburu nya tapi dia juga memilih untuk diam berpura-pura tidak tahu ketika nanti dia bertemu dengan Aliyaa.


"Aku ingin mengetahui sampai sejauh mana kamu akan menyembunyikan kepada ku Aliyaa, apakah ini yang di namakan dengan penghianatan cinta. Ketika kamu yang menuduh Veronica memiliki perasaan terhadap ternyata kamu sendiri yang sedang mempermainkan perasaan ku."

__ADS_1


Fabian terus saja memperhatikan Aliyaa dan Aliya pun semakin tidak kuasa menahan air mata nya di hadapan Dokter El-Rivan.


"Aku sangat ingin membuat suami ku bahagia, aku tidak mau dia meninggalkan ku hanya karena seperti ini. Aku sekarang yang mencoba untuk berjuang untuk suamiku."


Dokter El-Rivan merasa sangat tidak tega melihat Aliyaa yang sampai menangis melampiaskan kekesalannya dan emosi nya.


"Aliya lebih baik sekarang kamu perbaiki hubungan mu dengan suami terlebih dahulu, baru kamu melakukan program kehamilan kembali karena percuma kamu yang meminum obat tapi hubungan mu dengan suami mu tidak harmonis seperti ini. Itu hanya membuang-buang waktu kamu saja."


Aliya pun berpikir ke arah sana dan dia pun mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan terlebih dahulu.


Dokter El-Rivan memberikan sapu tangan putih kepada Aliyaa dan Fabian pun melihat nya.


Fabian ingin sekali melihat wajah lelaki tersebut tapi bagaimana caranya dia harus menunggu mereka berdua pergi dari Restoran tersebut.

__ADS_1


"Aliya sekarang kamu akan pergi ke mana,?"


Dokter El-Rivan mulai memberikan sedikit perhatian terhadap Aliyaa.


"Aku akan bertemu dengan teman baik dia yang sedang hamil muda tapi dia yang masih bisa bekerja menjadi seorang kasir di Restoran."


Aliya pun bersiap-siap untuk pergi dari Restoran tersebut dan Dokter El-Rivan memegang tangan Aliyaa.


"Apakah kamu akan pergi ke Restoran yang waktu itu kita berdua pernah bertemu,? jika iya bagaimana jika kita pergi bersama. Kamu jangan berpikiran yang negatif karena aku merasa sangat menyukai Restoran tersebut."


Aliya pun melepaskan genggaman tangan Dokter El-Rivan.


"Seperti nya aku datang bersama dengan teman ku saja, karena sebelumnya kita yang sudah berjanji akan pergi bersama."

__ADS_1


Aliya pun langsung pergi dari Restoran tersebut dia kelihatan sangat tergesa-gesa sekali.


Melihat Aliyaa pergi ini menjadi kesempatan untuk Fabian yang ingin mengetahui siapa lelaki yang sedang bersama dengan istri nya.


__ADS_2