
Keesokan hari nya, Aliya sudah sangat rapih sekali dia yang akan segera kuliah kembali setelah cuti pernikahan nya.
"Ini adalah hari pertama aku untuk kuliah dan juga hari pertama suami berkerja, semoga aku dan suami ku di berikan kelancaran dalam menjalankan semua nya."
Aliya mulai membangun kan suami nya yang masih tertidur pulas.
"Mas, bangun Mas lihat sudah jam 7 loh. Hari ini adalah hari pertama kamu kembali masuk ke kantor Mas."
Aliya menepuk-nepuk pipi suami nya dengan sangat lembut sekali dan Fabian pun akhirnya terbangun dari tidurnya.
"Hmmmm, sayaaaaang. Kenapa pagi secepat Ini sih."
Fabian menarik Aliya dan memeluk nya dengan erat sekali.
"Ihhhhh, lepaskan. Aku cepat bagun ihhh lihat aku sudah mandi loh sudah wangi begini."
Fabian pun melepaskan pelukan erat nya dan dia langsung berjalan menuju ke kamar mandi.
Aliya memilih untuk menunggu suaminya, dia tidak berani keluar dari kamar sendiri.
__ADS_1
"Aku masih malu, sebernarnya sih bukan malu tapi aku takut sama Ayah. Dia seperti tidak suka dengan aku."
Aliya menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh suaminya.
Dan Fabian pun selesai mandi dia masih melihat Aliya di kamar.
"Kamu tidak turun duluan untuk membantu ibu menyiapkan makanan untuk kita sarapan."
Aliya merasa sangat bersalah sekali tapi juga tidak bisa memaksakan diri nya.
"Maafkan aku Mas, aku yang belum berani untuk bisa bertatap muka dengan orang tua kamu sendiri."
Fabian mengetahui jika Aliya yang merasa tidak nyaman sekali dengan sikap Ayah nya.
Fabian menarik tangan istrinya untuk sarapan pagi, dan ternyata hanya ada ibu nya saja yang menunggu mereka di meja makan.
"Di mana Ayah Bu, kenapa ayah tidak ada di sini."
Fabian dan Aliya pun duduk dan mendengarkan perkataan ibu nya.
__ADS_1
"Ayah harus segera pergi ke Rumah Sakit, jadi kita makan bertiga saja yaa."
Aliya mulai merasakan kenyamanan untuk mengobrol dengan ibu mertua nya.
"Hmmmm, bu sekarang aku dan Mas Fabian kita akan mulai tinggal di rumah dekat kampus aku. Dan jika ibu mau datang atau pun menginap ibu bisa langsung datang saja, tapi rumah itu sangat sederhana sekali tidak mewah."
Fabian tersenyum manis ketika Aliya yang sudah mulai bisa mengobrol dengan ibu nya.
"Iya sayang, nanti ibu pasti datang ke sana. Tidak apa-apa sederhana juga tapi pasti rumah itu penuh dengan rasa cinta."
Aliya tersenyum manis ketika mendengar perkataan ibu mertua nya.
"Dan kamu Fabian, bagaimana dengan kamu sekarang. Kamu akan berkerja di perusahaan mana."
Pertanyaan Lania membuat Fabian merasa sangat tidak bahagia, Fabian yang sebenarnya sudah tidak mau lagi bertemu dengan Miranda.
"Aku berkerja di perusahaan milik Mama nya Aliya, karena ada kemungkinan besar aku menjadi CEO di perusahaan ini karena mengantikan Aliya yang tidak bisa menjadi CEO di perusahaan Papa nya."
Lania merasa Fabian seperti sangat tertekan sekali, Lania merasa jika Fabian tidak menginginkan untuk menjadi CEO di perusahaan milik Aliya.
__ADS_1
"Semoga yang terbaik untuk kamu Nak, karena sekarang kamu harus bertanggung jawab terhadap istri mu. Jalankan saja apapun pekerjaan semua demi istri mu."
Fabian pun hanya tersenyum tipis saja ketika mendengar perkataan dari ibu nya.