
Siska duduk di samping Aliyaa dan Aliya begitu sangat bahagia sekali melihat Siska.
"Siska apakah kamu baik-baik saja,? dan bagaimana dengan kondisi kehamilan kamu Siska. Aku sangat menghawatirkan nya."
Aliya sampai memeluk Siska dan Irfan memilih untuk meninggalkan mereka berdua.
"Aku baik-baik saja Aliyaa, sekarang aku tinggal bersama dengan Dokter Nadia. Tapi nanti jika aku sudah mendapatkan uang gajih aku akan mencari rumah kontrakan untuk aku tinggal."
Aliya merasa sangat menyesali kenapa Rendy harus mengalami kecelakaan seperti ini dan kenapa harus mengambil hilang ingatan nya mungkin sekarang Siska sudah menikah dengan Rendy. Karena Aliyaa yakin sekali bahwa Rendy yang pasti akan bertanggung jawab atas semua perbuatannya.
"Siska, kamu lebih baik tinggal bersama dengan Mama ku saja yaa. Dari pada kamu harus mengontrak rumah kamu yang sedang hamil butuh istirahat yang nyaman dan nutrisi makanan yang bergizi untuk perkembangan janin kamu."
Siska memegang tangan Siska sambil tersenyum.
"Aku tidak mau merepotkan orang lain, aku yakin aku bisa melakukan ya sendiri karena sampai sekarang pun aku tidak mengalami mual muntah seperti orang hamil biasanya. Aku sangat kuat dalam menjalankan pekerjaan ini."
Aliya pun memberikan minuman untuk Siska, dan Siska pun mengambil nya.
__ADS_1
"Yasudah sekarang kamu makan yang banyak yaa Siska, agar kamu kuat yaa."
Siska dan Aliya menikmati makanan dan minuman yang sudah di sediakan, Siska pun merasa sangat penasaran sekali ketika dia yang melihat Aliyaa bersama dengan Dokter El-Rivan di Restoran ini.
"Aliya kemarin aku melihat kamu bersama dengan Dokter El-Rivan di Restoran ini, kamu sedang apa bersama dengan Dokter El-Rivan. Seperti sangat serius sekali pembicaraan kalian berdua."
Aliya yang sebelumnya berniat untuk tidak memberitahu kepada siapapun tapi ketika bersama dengan Siska, Aliyaa tidak bisa berbohong.
"Dokter El-Rivan, menawarkan aku untuk melakukan program kehamilan. Dan aku pun menyetujui nya tadi aku sudah melakukan pemeriksaan dan di beri juga obat, aku tidak memberitahu kepada suami ku dan juga Mama karena aku tidak mau membuat mereka berdua berharap besar dengan program ini."
Siska merasa sangat kasihan sekali melihat perjuangan Aliya, tapi Siska merasa Aliyaa yang tidak belajar dari pengalaman sebelumnya ketika dia yang menyembunyikan penyakit nya kepada keluarga nya.
Siska mengusap pundak Aliyaa, seperti memberikan kesabaran untuk Aliyaa.
"Kamu harus kuat yaa Aliyaaaa, sabar dan selalu berusaha karena sebuah butuh proses dan aku yakin kamu pasti akan bahagia bersama dengan Kak Fabian."
Aliya pun menganggukkan kepalanya sambil menangis.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Siska, kamu memang sahabat baik aku. Aku tidak tahu siapa lagi yang lebih mengerti aku itu hanya kamu Siska."
Aliya dan Siska pun menyelesaikan makan siang mereka berdua karena Siska yang harus lanjut bekerja kembali.
Setelah selesai menghabiskan makanan dan minuman nya, Siska pun berpamitan kepada Aliyaa.
"Aliya, maafkan aku yaa. Seperti nya aku yang harus bekerja kembali yaa. Nanti jika aku ada libur aku akan main ke rumah kamu."
Siska pun berdiri dari tempat duduk nya.
"Terimakasih banyak ya Aliyaa dengan makanan dan minuman nya."
Siska pun melambaikan tangan nya dan dia langsung pergi ke tempat kerja nya, Aliya terus saja memperhatikan Siska sampai ke tempat kerja nya.
"Semangat terus yaa Siska kamu pasti bisa sukses dan melanjutkan kembali kuliah kamu, karena kita berdua yang akan menjadi seorang Dokter Specialis Anak."
Merasa sudah kenyang Aliyaa pun berniat untuk langsung pulang ke rumah nya, dia pun memanggil pegawai dan membayar nya karena melihat antrian yang panjang sekali.
__ADS_1
Aliya keluar dari Restoran tersebut dan langsung berubah pikiran ketika hendak membuka pintu mobil nya.
Aliya ingin pergi ke kantor Mama nya.