Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *176*


__ADS_3

Setelah rapat penting itu selesai dan semua orang sudah keluar dari ruangan tersebut barulah Fabian masuk ke dalam untuk menemui Mama nya.


Fabian masuk dengan handphone di tangan bukti rekaman yang di kirimkan oleh Fabian.


"Kamu pergi karena rapat penting ini kah,? di mana rasa bertanggung jawab mu Fabian."


Fabian menundukkan kepalanya dia seperti menahan rasa marah nya kepada Mama nya.


"Jika Mama ingin aku menjadi lelaki yang bertanggung jawab, kenapa Mama menyuruh aku untuk lepas tanggung jawab pada wanita yang aku cintai."


Kania pun merasa sangat malas sekali ketika harus membahas lagi tentang wanita itu.


"Kenapa dengan wanita itu apakah dia sudah menghubungi mu jika dia yang sedang hamil anak mu Fabian,? dan apakah kamu yakin jika dia hamil anak kamu ? berpikir saja seperti ini jika dengan kamu saja dia rela untuk melakukan nya apalagi dengan lelaki lain."


Rendy pun tersenyum sinis kepada Mama nya.


"Hamil atau tidak aku wajib bertanggung jawab atas semua yang sudah aku lakukan kepada Siska, dan Siska bukan seperti yang Mama pikirkan."

__ADS_1


Rendy sudah merasa sangat emosional sekali dia pun langsung memutarkan rekaman tersebut.


Begitu sangat terkejut nya Kania ketika mendengar suara yang ada di dalam rekaman tersebut.


"Dari mana kamu mendapatkan rekaman itu Rendy,? kamu menyewa orang untuk mengikuti Mama. Demi wanita miskin itu kamu berani melakukan nya hah."


Rendy merasa jika Mama nya yang mulai mengalihkan pembicaraan nya.


"Jika sampai Siska terluka maka Mama adalah pelakunya, aku pergi silahkan Mama yang kelola perusahaan ini. Aku lebih baik mencari pekerjaan di perusahaan lain."


Rendy pun langsung pergi begitu saja dan Kania yang masih merasa shock hingga tubuh terasa lemas sekali.


Kania memikirkan bagaimana cara nya agar dia bisa menghapus rekaman tersebut.


Rendy pun di buat sangat emosional sekali dengan Mama nya.


"Kenapa Mama egois, kenapa Mama tidak memikirkan kebahagiaan ku. Kenapa Mama memikirkan perusahaan saja."

__ADS_1


Rendy masuk ke dalam mobil nya dia berniat untuk pergi ke rumah Siska, dia ingin meminta maaf kepada orang tua Siska.


"Siska pasti sekarang sedang berada di rumah nya, aku harus segera menemui Siska dan keluarga nya."


Rendy dengan kecepatan tinggi nya dia menuju ke rumah Siska dia benar-benar ingin meminta maaf dan bertanggung jawab atas semua nya.


Sampai akhirnya Rendy pun sampai di depan rumah Siska, dia memberanikan diri nya untuk bertemu dengan orang tua Siska.


Kedatangan Rendy membuat kedua orang tua Siska langsung berpikir jika ini adalah lelaki yang sudah menghamili anak nya.


"Siska sudah kami usir dari rumah ini, dia kondisi sedang hamil. Kami sudah tidak mau lagi menganggap jika Siska itu adalah anak kami. Pergi dan carilah Siska untuk bisa nikahi."


Ayah Siska mendorong tubuh Rendy sampai dia terjatuh dan terbentur ke lantai, Ibu Siska hanya bisa menangis di kamar Siska dia yang sangat merindukan sekali Siska.


Perasaan Rendy semakin bersalah ketika mengetahui jika kondisi Siska yang sedang hamil.


"Siska sedang mengandung anak ku dia di usir dari keluarga dan dia juga memilih untuk tidak kuliah, Siska maafkan aku Siska kamu di mana sekarang."

__ADS_1


Rendy kembali masuk ke dalam mobilnya untuk mencari keberadaan Siska.


__ADS_2