Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *147*


__ADS_3

Dokter El-Rivan keluar dari ruangan nya, dia mengatakan jika Aliyaa akan segera di operasi.


"Aliya ingin bertemu dengan Mama nya, sebelum dia melakukan operasi."


Miranda pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dia menghampiri Aliyaa.


Mata Aliyaa berkaca-kaca ketika melihat Mama yang menghampiri nya.


"Mama, maafkan aku yaa Mam maafkan Aliyaa."


Miranda mencium kening Aliyaa dia tersenyum manis kepada putrinya tersebut.


"Iya sayang, Mama memaafkan mu yaa dan Mama tidak akan marah kepada mu. Sekarang kamu harus bisa tenang yaa jangan berpikiran negatif kamu harus fokus dengan operasi mu ini yaa. Percayalah semua nya pasti akan baik-baik saja."


Miranda mencoba untuk memberikan semangat untuk putri nya, karena yang Aliyaa butuhkan sekarang adalah penyemangat bukan ungkapan rasa marah atau kesal kepada nya.


"Terimakasih banyak yaa Mam, walaupun aku yang sudah berbohong kepada Mama tapi Mama tetap baik sama aku."

__ADS_1


Aliya melihat di balik pintu dia melihat Siska dan Rendy yang sedang berdiri terlihat dari kaca pintu.


Siska melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis kepada Aliyaa dan membuat Aliyaa semakin mempunyai semangat.


Tapi Aliyaa tidak melihat keberadaan suaminya, Aliyaa sangat yakin sekali jika Fabian sekarang sedang marah besar kepada nya.


"Mam, jika aku tidak bisa memberikan cucu untuk Mama. Apakah Mama akan marah kepada ku Mam."


Pertanyaan Aliyaa membuat Miranda terdiam dia menahan rasa sedih nya.


"Aliya sayaaaaang, Mama akan selalu sayang dengan kamu. Walaupun kamu yang tidak bisa memberikan Mama cucu karena Mama merasa bahagia bisa bersama dengan kamu jadi sekarang kamu jangan berpikiran seperti itu selalu yaa. Kita masih bisa adopsi anak jika kamu menginginkan nya."


"Iya Mama aku sayang Mama."


Dokter El-Rivan pun masuk dan mengatakan jika Aliyaa yang mau di bawa ke ruangan operasi.


"Aliya kamu harus tenang yaa dan berpikir positif selalu, semoga operasi ini berhasil yaa dan kamu sehat kembali."

__ADS_1


Miranda di minta untuk keluar dari ruangan tersebut dan ketika Miranda keluar Rendy menarik tangan Siska karena mereka berdua belum mengobrol tentang pertemuan Siska dengan Mama nya.


"Siska aku ingin bicara dengan mu sekarang juga."


Rendy membawa Siska ke kantin Rumah Sakit dan Siska bersedia untuk berbicara dengan Rendy.


Rendy mencoba untuk mengandeng tangan Siska tapi Siska langsung menepis nya dia merasa tidak nyaman dengan sikap Rendy terhadap nya.


Mereka berdua pun duduk saling berhadapan dan Rendy memulai pembicaraan nya.


"Siska kamu yang sudah bertemu dengan Mama, kamu sangat berani sekali dan aku merasa sangat bangga sekali kepada mu."


Siska tersenyum tipis kepada Rendy.


"Aku tidak mau lepas tanggung jawab, dan aku berharap aku tidak hamil agar aku bisa menjauh dari kamu selamanya dan Mama kamu mengetahui apa yang sudah kita lakukan berdua."


Siska seperti terpancing emosi nya dan Rendy pun mencoba untuk menenangkan Siska.

__ADS_1


"Aku pasti bertanggung jawab Siska, jika Mama ku tidak mau menerima kenyataan ini. Maka aku yang akan keluar dari rumah dan perusahaan. Aku akan mencari pekerjaan di tempat lain dan kita berdua akan hidup sederhana bersama."


Siska tidak percaya jika Rendy yang sampai berpikir jauh seperti itu.


__ADS_2